Tampilkan postingan dengan label pppk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pppk. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Maret 2026

​Prank Massal? Habis Diangkat Lalu Dipecat, Nasib PPPK Kini Di Ujung Tanduk Efisiensi




JAKARTA, MCE - "Habis Manis, Anggaran Dibuang." Mungkin itu peribahasa paling pas buat menggambarkan nasib ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) saat ini. Setelah sempat sujud syukur karena lolos seleksi, kini mereka harus mulai siap-siap mengurut dada. Isu pemecatan massal mulai berhembus kencang di berbagai daerah, dan alasannya klasik: Uangnya Nggak Ada. Kamis (26/3/2026). 


​Sejumlah Pemerintah Daerah (Pemda) mendadak curhat soal kondisi fiskal yang lagi "kembang kempis". Alih-alih mencari solusi kreatif buat nambah PAD, jalan pintas yang mulai dilirik justru "menggunting" jumlah tenaga kerja. Logikanya sederhana tapi menyakitkan: beban belanja pegawai kegedean, solusi paling gampang ya... dikurangi pegawainya.


​Bagi para PPPK, terutama yang baru seumur jagung mencicipi seragam kebanggaan, kabar ini tentu seperti petir di siang bolong. Bayangkan saja, cicilan motor belum lunas, status sudah terancam "alumni" instansi. Di sisi lain, kalau pengurangan ini benar-benar dieksekusi, jangan kaget kalau nanti layanan publik makin lelet—alias loading lama—karena kurang personel.



Plot twist-nya? Pemerintah Pusat sebenarnya adem-ayem saja dan nggak punya niat buat memecat siapapun secara resmi. Tapi ya itu, kebijakan pusat seringkali nggak sinkron sama isi dompet daerah. Jadi, ini murni drama internal daerah yang lagi pusing mengatur skala prioritas antara bayar gaji atau proyek lainnya.



​Akankah nasib PPPK berakhir jadi "pemberi harapan palsu"? Ataukah daerah bakal menemukan "keajaiban" anggaran demi menyelamatkan nasib para pejuang pelayanan publik ini? Kita lihat saja sampai mana drama efisiensi ini bergulir. (bp).

Jumat, 19 Desember 2025

​Perpanjang Pengabdian, 385 Tenaga PPPK Bojonegoro Siap Lanjutkan Kontribusi untuk Daerah


​



BOJONEGORO, MCE - Hari Jumat kemarin menjadi momen bersejarah bagi ratusan pejuang publik di Bojonegoro. Bertempat di Pendopo Malowopati, sebanyak 385 PPPK menerima SK perpanjangan kinerja. Hal ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan bentuk kepercayaan Pemkab Bojonegoro terhadap kinerja para guru dan tenaga medis yang telah berjuang sejak tahun 2021.


​Dengan formasi 361 guru dan 24 tenaga kesehatan, perpanjangan kontrak ini diharapkan mampu memperkuat fondasi layanan dasar di Bojonegoro, memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan berkualitas dan warga memperoleh akses kesehatan yang terjamin. (bp). 

Rabu, 01 Oktober 2025

Gelombang Baru Pelayan Publik! 1.430 CPNS dan PPPK Resmi Diangkat, Bojonegoro Siap Tancap Gas Tingkatkan Kualitas Layanan




​BOJONEGORO, MCE - Bojonegoro Berbenah! Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menambah amunisi baru untuk lini depan pelayanan publiknya. Sebanyak 1.430 Aparatur Sipil Negara (ASN) baru, yang terdiri dari Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II, secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan mereka.


​Acara bersejarah ini digelar di Alun-alun Bojonegoro pada Selasa, 30 September 2025. Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, didampingi oleh perwakilan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional II Surabaya.


​Dalam sambutan yang penuh semangat, Bupati Setyo Wahono mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada ribuan ASN yang baru. Namun, lebih dari sekadar ucapan, beliau memberikan penekanan tajam pada tanggung jawab besar yang kini melekat pada status ASN.
​

"Ini bukan sekadar status atau jabatan, ini adalah amanah. Saya tegaskan, status ASN membawa tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Bojonegoro," ujar Bupati, mendorong para ASN baru untuk segera beradaptasi dan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas layanan publik di Bumi Angling Dharma.


​Dengan masuknya 1.430 pelayan publik baru ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap akan ada dorongan signifikan dalam efektivitas dan efisiensi birokrasi, memastikan setiap warga mendapatkan hak layanan yang cepat, tepat, dan memuaskan. (bp). 

Selasa, 01 Juli 2025

Bupati Tuban Serahkan SK Pengangkatan PPPK Formasi Tahun 2024 Tahap 1

 



TUBAN, MCE – Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2024 Tahap 1 Kabupaten Tuban, Selasa (01/07).


Acara yang digelar di Pendopo Krido Manunggal Tuban ini diikuti dengan penuh khidmat oleh 517 pegawai yang menerima SK. Penyerahan tersebut turut disaksikan oleh Wakil Bupati Tuban, Drs. Joko Sarwono, Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan para camat se-Kabupaten Tuban.


 


Dalam sambutannya, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky menyampaikan harapan besar kepada para ASN PPPK yang baru diangkat agar senantiasa memberikan kontribusi terbaik demi kemajuan Kabupaten Tuban. Momen ini menjadi motivasi untuk berkontribusi lebih besar bagi masyarakat Kabupaten Tuban. Mereka diharapkan memberikan pengabdian ini dengan ikhlas.


 


Lebih lanjut, jabatan yang didapat harus dimaknai sebagai amanah dan ladang untuk beribadah. "Semoga Allah SWT selalu membimbing kita dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab ini," tuturnya.


 


Mas Lindra sapaan Bupati Tuban menekankan agar ASN mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki di unit kerja masing-masing. Di samping itu, hendaknya memberikan karya terbaik untuk menjaga marwah nama Kabupaten Tuban.


 


Bupati Tuban juga mengingatkan pentingnya sikap kepedulian terhadap lingkungan kerja dan peka terhadap persoalan yang muncul, agar dapat dilakukan kajian mendalam hingga diperoleh solusi nyata.


 


Lebih lanjut, ia berpesan agar seluruh ASN PPPK selalu mematuhi aturan dan regulasi yang berlaku sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan fungsi.


 


Dengan penyerahan SK ini, diharapkan para PPPK Formasi Tahun 2024 Tahap 1 dapat langsung berkontribusi aktif dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Tuban.


 


Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Tuban, Fien Roekmini Koesnawangsih menyebutkan 517 ASN PPPK formasi 2024 Tahap 1 tersebar di 44 OPD dan kecamatan. Setelah menerima SK ini, mereka diarahkan untuk segera menyesuaikan diri. Salah satunya dengan menyelesaikan tugas di OPD lama dan segera melapor unit baru. "Dengan demikian tugas dan fungsi yang ditempati PPPK dapat segera berjalan dengan lebih optimal," ujarnya. (bp).

Senin, 25 November 2024

Mas Lindra Tinjau Try Out Uji Kompetensi PPPK




TUBAN, MCE – Usai melakukan cuti kampanye selama kurang lebih 2 bulan, Aditya Halindra Faridzky, SE., kembali mengemban amanah sebagai Bupati Tuban. Mengawali tugasnya, Mas Lindra sapaan Bupati Tuban melakukan peninjauan pelaksanaan Try Out Ujian Kompetensi PPPK yang diselenggarakan BKPSDM Tuban.


Mas Lindra mengunjungi sejumlah lokasi Tryout, diantaranya SMAN 2 Tuban, SMPN 7 Tuban, SMPN 6 Tuban, dan SMPN 5 Tuban, Senin (25/11/2024). Turut serta dalam peninjauan tersebut, Sekda Kabupaten Tuban, Budi Wiyana dan Kepala BKPSDM Tuban, Fien Roekmini Koesnawangsih.


Mas Lindra mengungkapkan pelaksanaan Tryout Uji Kompetensi ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman simulasi seleksi, mempersiapkan peserta menghadapi ujian PPPK dengan lebih percaya diri. Melalui program Try Out, tak hanya membantu memahami format ujian, tetapi juga melatih strategi menjawab soal dengan tepat waktu dan akurat.


“Melalui bimbingan langsung, peserta mendapatkan masukan untuk meningkatkan peluang lolos seleksi PPPK,” ungkapnya.


Lebih lanjut, hasil yang diperoleh dari tryout menjadi acuan dan motivasi bagi peserta untuk berusaha lebih maksimal. Peserta juga dapat mengakses soal beserta pembahasannya usai pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian, peserta dapat me-review soal dan pemahaman lebih dalam.


Bupati Tuban berpesan agar non-ASN Pemkab Tuban dapat belajar dengan sungguh-sungguh dan memperbanyak doa. Selain itu, saat mengerjakan soal harus fokus memahami maksud soal dan menyesuaikan jawaban yang tepat sesuai formasi yang dilamar.


Mas Lindra menyatakan pelaksanaan Try Out ini sebagai bentuk komitmen dan perhatian Pemkab Tuban untuk mendukung tenaga non-ASN meraih peluang karir yang lebih baik. “Kami sampaikan terima kasih kepada BKPSDM dan semua pihak yang terlibat pada program ini,” tuturnya.


Sementara itu, Kepala BKSPDM Tuban, Fien Roekmini Koesnawangsih menjelaskan pelaksanaan Try Out sudah dilakukan mulai Jumat, Minggu, dan Senin (22,24, dan 25 November). Peserta Try Out adalah non-ASN Pemkab Tuban yang melamar sebagai PPPK Kabupaten Tuban yang dinyatakan lolos tahap administrasi. Sebanyak kurang lebih 1.205 non-ASN terdaftar untuk mengikuti Try Out ini.


“Mereka terbagi dalam beberapa sesi dan lokasi ujian yang disebar,” ujarnya. Adapun lokasi Try Out Uji Kompetensi antara lain SMPN 1 Tuban, SMPN 2 Tuban, SMPN 3 Tuban, SMPN 4 Tuban, SMPN 5 Tuban, SMPN 6 Tuban, SMPN 7 Tuban, SMAN 1 Tuban, dan SMAN 2 Tuban.


Fien Roekmini menerangkan pihaknya sengaja mengadakan Try Out untuk meningkatkan kesiapan Non-ASN Pemkab Tuban dalam menghadapi Uji Kompetensi PPPK. Harapannya, peserta lebih matang dalam menghadapi ujian dan memperoleh nilai terbaik. (bp)

Senin, 13 September 2021

Mas Bupati Sidak Pelaksanaan Ujian PPPK Guru di Beberapa Lokasi




TUBAN, corruptionexpose.com - Bupati Tuban Aditya Halindra, SE melakukan peninjauan pelaksanaan Ujian Seleksi Kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tuban, Senin, 13/09/2021.



Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Drs. Nur Khamid, M.Pd, Kepala BKPSDM Drs. M. Nur Hasan, MM, peninjauan dilakukan di beberapa lokasi ujian, diantaranya SMA 1 Tuban, SMA 2 Tuban, SMA 3 Tuban, dan SMK 1 Tuban. 



Dalam kesempatan tersebut, Mas Bupati berdialog dengan beberapa peserta ujian, dan memberi semangat agar bisa mengerjakan dengan baik dan dinyatakan lolos. “Saya do’akan semua lolos,” seru bupati yang diamini oleh seluruh peserta.



Usai peninjauan, kepada awak media Mas Bupati menyampaikan, ada banyak formasi yang tersedia dalam PPPK Guru tahun ini. Diharapkan bisa menjadi kesempatan bagi para guru honorer atau GTT yang telah mengabdi bertahun-tahun lamanya untuk memiliki status yang lebih menjanjikan. “Saya tadi lihat ada yang sudah mengabdi 5 tahun, 10 tahun hingga 18 tahun lebih. Mudah-mudahan beliau-beliau ini dinyatakan lolos,” harap Mas Lindra.



Adapun selama peninjauan tidak ditemukan kendala berarti, baik server komputer hingga teknis lainnya. Meski satu diantara peserta yang melaksanakan ujian hari ini dinyatakan positif Covid-19, Mas Lindra menegaskan penjadwalan ulang untuk peserta tersebut akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.



Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Drs. Nur Khamid, M.Pd, mengatakan, ada 3.009 formasi tersedia pada pelaksanaan PPPK Guru tahun ini. Jumlah tersebut merupakan jumlah terbanyak ke dua di Jawa Timur dan dapat mengisi seluruh kekurangan tenaga pengajar di Kabupaten Tuban. “Biasanya dalam formasi CPNS kita hanya diberi kuota formasi paling banyak 100 sampai 150 saja, kali ini paling banyak,” jelas Nur Khamid.



Meski jumlah formasi terbilang banyak, hanya 2. 908 yang dinyatakan lolos di tahap administrasi dan mengikuti seleksi ujian Seleksi Kompetensi I bagi PPPK Guru pada 13-16 September 2021. “Masih ada 101  formasi guru yang belum terisi,” ungkap Nur Khamid.



Adapun lokasi pelaksanaan Seleksi Kompetensi I PPPK Guru terbagi di 5 titik, yaitu SMAN 1 Tuban, SMAN 2 Tuban, SMAN 3 Tuban, SMAN Tambakboyo, dan SMKN 1 Tuban. Pelaksanaan ujian dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Seluruh peserta juga telah menjalankan tes swab antigen Covid-19. (bp/red).

Jumat, 10 September 2021

Pemkab Tuban Sediakan Tes Swab dan Vaksinasi Gratis Bagi Peserta Seleksi PPPK Formasi Guru




TUBAN, corruptionexpose.com – Pemkab Tuban menggelar fasilitasi tes antigen dan vaksinasi Covid-19 bagi peserta Seleksi Kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tuban Tahun Anggaran 2021. 



Kepada reporter MCT, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tuban, Drs. M. Nur Hasan, MM., mengungkapkan pelaksanaan tes antigen dan vaksinasi mulai tanggal 12-15 September 2021. Jadwal tersebut menyesuaikan tanggal pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi I bagi PPPK Guru pada 13-16 September 2021. “Kami harap calon peserta tes memanfaatkan kesempatan ini. Gratis dan tidak dipungut biaya,”  ungkapnya, Sabtu (11/09/2021).



Lebih lanjut, pelaksanaan tes antigen dan vaksinasi bagi calon peserta ujian sebagai bentuk tindak lanjut surat Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI no. SR.04.01/II/2309/2021 dan Kemendikbud nomor 4661/B/GT.01.00/2021. Sekaligus bentuk kepedulian dan dukungan Pemkab Tuban terhadap pelaksanaan seleksi dengan menerapkan protokol kesehatan.



Nur Hasan menjelaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait, diantaranya Kanreg II BKN Surabaya, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Di samping itu, juga dimaksimalkan pemberitahuan kepada calon peserta ujian. “Calon peserta tes diminta untuk memantau website resmi atau pemberitahuan terbaru,” sambungnya. Sedangkan untuk teknis pelaksanaan dan penerapan protokol kesehatan akan dikoordinir Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban.



Kepala BKPSDM Tuban menyatakan fasilitasi test antigen dan vaksinasi diupayakan akan diselenggarakan kembali untuk peserta Seleksi Kompetensi I Non Guru dan Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) CPNS tahun anggaran 2021. Dengan demikian, seluruh calon ASN Pemkab Tuban yang akan mengikuti seleksi mendapatkan hak yang sama. 



Sementara itu, Kabid Pengadaan, Pemberhentian Dan Informasi BKPSDM Tuban, Danang Setyanawan Febrianto, S.STP., menjelaskan secara umum, pelaksanaan tes antigen dan vaksinasi dilakukan menyesuaikan H-1 dari jadwal ujian. Artinya, peserta yang mengikuti SKD ujian tanggal 13 September maka dapat mengikuti tes antigen dan vaksinasi pada 12 September, dan begitu seterusnya. “Peserta tes antigen dan vaksinasi diharuskan membawa KTP Asli/Kartu Keluarga dan Kartu Peserta Ujian PPPK Guru,” tuturnya.



Danang Setyanawan menambahkan sebanyak 2.908 peserta lolos administrasi untuk mengikuti ujian Seleksi Kompetensi I PPPK Guru tahun anggaran 2021. Jumlah tersebut lebih sedikit dibanding total formasi yang diajukan Pemkab Tuban yaitu 3.009 formasi. “Terdapat 101 formasi guru yang belum terisi,” terangnya.



Adapun lokasi pelaksanaan Seleksi Kompetensi I PPPK Guru terbagi di 5 titik, yaitu SMAN 1 Tuban, SMAN 2 Tuban, SMAN 3 Tuban, SMAN Tambakboyo, dan SMKN 1 Tuban. Pelaksanaan ujian akan dilaksanakan menerapkan protokol kesehatan ketat. (bp/red).

Berita Terbaru