Tampilkan postingan dengan label vaksinasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vaksinasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Februari 2022

Dandim Bojonegoro Harap Pelaksanaan Vaksinasi Booster Terbentuk Herd Immunity Lebih Kuat




BOJONEGORO, MCE -  Bersama Kapolres AKBP Muhammad, Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro Letkol Arm Arif Yudo Purwanto, meninjau pelaksanaan Serbuan Vaksinasi Booster Kodam V Brawijaya kepada Tenaga Kerja (Naker) PT Rukun Jaya Makmur yang berada di Kecamatan Padangan, Kamis (24/2/2022).


Kegiatan serbuan vaksinasi dosis ketiga jenis Aztrazeneca ini bersinergi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Bojonegoro, dan diikuti 500 peserta dengan mengerahkan puluhan Tenaga Kesehatan (Nakes) dari Polkes 05.09.14 Kodim 0813 dan relawan Dinkes Bojonegoro dengan tujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh atau herd immunity dari paparan covid-19.


Direktur Utama (Dirut) PT Rukun Jaya Makmur, H. Pudjo Sutrisno, mengucapkan terima kasih kepada pihak TNI dalam hal ini Kodim 0813 Bojonegoro atas pelaksanaan program percepatan vaksinasi Booster yang berjalan dengan tertib dan lancar.


"Harapannya, tentunya kita semua menjadi lebih sehat dan aman dari paparan covid-19," ucapnya.


Sementara Dandim 0813 Bojonegoro, menyatakan bahwa dalam rangka percepatan cakupan vaksinasi booster tersebut, saat ini pihaknya juga membentuk 2 tim vaksinator gabungan dari Tenaga Kesehatan (Nakes) TNI Kodim 0813 dan relawan Dinas Kesehatan.


Sehingga pihaknya mengajak semua untuk ikut serta mendukung dan mensukseskan program yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Harapannya, semuanya dapat terjaga serta terbentuk kekebalan tubuh yang lebih kuat dan lebih sehat, serta guna mengantisipasi gelombang masuknya omicron khususnya diwilayah Kabupaten Bojonegoro.


"Bagi masyarakat yang belum vaksin, silahkan datang ke fasilitas-fasilitas kesehatan terdekat. Bisa juga langsung datang ke Polkes Kodim 0813 Bojonegoro," pungkas Letkol Arm Arif Yudo Purwanto. (ambon). 

Selasa, 22 Februari 2022

Kejar Target Vaksinasi, Bupati Bersama Forkopimda Luncurkan Mobile Vaksin Pedesaan




TUBAN, MCE – Bupati Tuban bersama Forkopimda Kabupaten Tuban meluncurkan Gerakan Mobile Vaksin Pedesaan, Rabu (23/02/2022). Bertempat di Alun-alun Tuban, pemberangkatan 207 mobil dan 828 anggota tim vaksinasi turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, pimpinan OPD dan Camat se-Kabupaten Tuban.


 


Kepada reporter MCT, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., mengungkapkan Mobile Vaksin Pedesaan menjadi program terobosan yang digagas Pemkab Tuban bersama stakeholder untuk memberi pelayanan vaksinasi dengan menjemput bola. Sekaligus sebagai upaya percepatan program vaksinasi di Kabupaten Tuban.


 


Bupati Tuban menyatakan sampai saat ini program vaksinasi untuk lansia mencapai 74 persen dosis pertama dan 59 persen dosis kedua. Pada kelompok usia 6-11 tahun vaksinasi telah mencapai 91 persen dosis pertama dan 64 persen dosis kedua. Sedangkan, pemerintah pusat memberikan target 70 persen dosis kedua seluruh total sasaran, termasuk 60 persen dosis 2 sasaran lansia didalamnya.


 


“Kita semua harus bisa memvaksin seluruh sasaran yang ada di Kabupaten Tuban,” tegasnya. Sehingga, angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19 dapat di minimalisir serta perekonomian dapat bangkit.


 


Mas Bupati menargetkan tiap satu tim vaksinasi dapat memvaksin 100 dosis per hari. Diharapkan, sebanyak 30 ribu dosis vaksin dapat segera diterima masyarakat kurang dari 3 hari kedepan. Meski demikian, pelayanan vaksinasi yang telah berjalan sebelumnya tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya.  Stok vaksin juga dipastikan aman karena disokong pemerintah pusat, TNI, dan Polri.


 


Mas Bupati menyatakan di Kabupaten Tuban tidak ditemukan pasien Covid-19 dengan varian Omicron. Meski begitu, sebanyak 63 orang yang terindikasi Covid-19 telah diharuskan karantina sebagai upaya pencegahan. “Berdasarkan penilaian pemerintah pusat, Kabupaten Tuban masuk pada PPKM level 2 karenanya kita harus terus waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan,” sambungnya.


 


Sementara itu, Komandan Kodim 0811/Tuban, Letkol Inf Suhada Erwin meminta masyarakat tidak perlu ragu untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Tujuannya, agar mencapai herd immunity atau kekebalan komunitas. “Meski demikian kita tidak boleh abai dan tetap disiplin protokol kesehatan harus tetap dijalankan,”


 


Dandim 0811/Tuban mengatakan tim vaksinasi akan menerima reward apabila memenuhi bahkan melebihi target. Sedangkan, tim yang belum memenuhi target akan dilakukan evaluasi. “Kami sampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder dan elemen masyarakat yang terlibat dalam penanganan Covid-19, termasuk kegiatan vaksinasi,” tuturnya. Segala upaya telah dilakukan dalam usaha bersama memerangi pandemi Covid-19. Guna mendukung capaian dan mempercepat pelaksanaan vaksinasi, perlu ada inisiatif kuat serta adanya inovasi sesuai situasi dan kondisi dilapangan. “Inisiatif dan inovasi ini jangan sampai kalah dengan kemampuan Covid-19 yang mampu bermutasi 5 kali,” tandasnya. (bp).

Kamis, 27 Januari 2022

Mas Bupati Tinjau Vaksinasi di 4 Kecamatan dan Tanam Pohon




TUBAN, MCE - Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, SE bersama Kapolres Tuban AKBP Darman, dan Dandim 0811/Tuban Letkol Inf. Suhada Erwin meninjau pelaksanaan vaksinasi di empat kecamatan, yaitu Montong, Singgahan, Bangilan, dan Kenduruan. Kamis, (27/01/2022).


Dalam kesempatan tersebut, Mas Bupati mengapresiasi warga yang antusias melakukan vaksinasi baik dosis pertama, kedua, hingga dosis ke tiga atau booster. “Saya senang sekali masyarakat antusias, dari mulai anak-anak hingga lansia,” ungkap Mas Bupati.


Mas Bupati juga mengatakan, langkah percepatan vaksinasi akan terus dilakukan guna menghalau datangnya varian baru Omicron. Serapan vaksinasi Kabupaten Tuban hingga saat ini juga tergolong tinggi. Cakupan vaksinasi Kabupaten Tuban per tanggal 27 Januari 2022 pukul 08.00 wib, dosis pertama sejumlah 86,48 %, dosis ke dua 57,72 %, dan dosis ke tiga 1,95 %. “Ini adalah buah hasil dari kerjasama yang baik antara Pemkab dengan TNI/Polri dalam percepatan vaksinasi,” ucap Mas Bupati.


Mas Bupati juga meminta masyarakat berdoa bersama agar Omicron tidak masuk ke Kabupaten Tuban. Selain ber doa, juga harus ikut program vaksinasi dan tertib melaksanakan 5M. 


Adapun pelaksanaan vaksinasi di Desa Kedungjambangan Kecamatan Bangilan dilakukan di balai desa setempat. Dinas Kesehatan menyediakan setidaknya 100 dosis jenis Sinovac dan 30 jenis Pfizer. Untuk Desa Lajo Kidul Kecamatan Singgahan, menyediakan 200 untuk Pfizer, dan 150 untuk Sinovac. Untuk Desa Sidohasri Kecamatan Kenduruan, Pfizer 42 dosis, serta Sinovac 80 dosis, dan terakhir, Desa Talangkembar Kecamatan Montong ada 136 dosis jenis Sinovac yang dilaksanakan di MI Toriqotul Falah.


Usai memantau pelaksanaan vaksinasi di beberapa kecamatan, Mas Bupati mengikuti kegiatan Gerakan Menanam 1000 Tanaman Produktif di Desa Tawaran Kecamatan Kenduruan KPH Kebonharjo.


Di kesempatan tersebut, Mas Bupati ikut menanam pohon lengkeng bersama Forkopimda dan masyararakat setempat, juga berdialog dengan warga untuk mendengarkan aspirasi mereka.  


Mas Bupati menyampaikan, gerakan menanam 1000 pohon tersebut merupakan kerjasama antara Perhutani dengan Pemkab Tuban sebagai upaya penyelamatan hutan dan penanggulangan banjir. Selain itu, juga untuk menjalankan program pemanfaatan tanaman perhutani untuk ekonomi warga, dengan menanam jenis tanaman produktif seperti buah lengkeng, alpukat, belimbing, durian, nangka, dan jambu. “Jadi selain kita menghijaukan kembali hutan, juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan,” tuturnya.


Mas Bupati mengingatkan kepada masyarakat agar mau berkomitmen untuk merawat tanaman tersebut agar tumbuh menjadi pohon yang berbuah banyak dan  rindang, serta bisa menjadi sumber air baru dan memproduksi udara yang sejuk. Menurut Mas Bupati, pohon adalah sebuah warisan paling mahal untun anak cucu, sebagai cadangan air dan udara di masa mendatang. “Saat ini mungkin kita belum bisa menikmati hasilnya, akan tetapi hutan yang hijau akan menjadi kado paling berharga untuk generasi anak dan cucu kita nanti,” jelas Mas Bupati. 


Mas Bupati menilai, komitmen dari masyarakat untuk menjaga dan merawat pohon yang telah di tanam sangat penting. Kedepan, melalui Pemdes harus membangun kerjasama dengan Perhutani secara legal sebagai landasan kewajiban untuk menjaga pohon-pohon yang ditanam. “Kedepan harus ada MOU dengan Perhutani, agar komitmen ini berjalan dengan baik,” tutup Mas Bupati. (bp).

Ratusan Guru di Kalitidu ikuti vaksinasi Booster




BOJONEGORO, MCE - Ratusan guru dan tenaga pendidik di lingkungan Dinas Pendidikan  Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengikuti program vaksinasi penguat atau booster. 


Bertempat di Gedung Graha Wahana Krida SMAN 1 Kalitidu, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (27/01/2022).


Hal itu bertujuan untuk memberikan kekebalan tubuh dan prasyarat diselenggarakannya pembelajaran tatap muka penuh di semua jenjang sekolah setempat.


"Vaksinasi booster untuk guru dan tenaga pendidik ini diikuti sekitar 147 peserta," kata Yuliati, Petugas Puskesmas Kalitidu saat dihubungi.


Menurut Yuliati, pemberian vaksinasi booster tersebut untuk semakin memperkuat kekebalan tubuh dan memperkecil risiko tertular COVID-19. Selain itu, vaksinasi di lingkup pendidikan di Kalitidu tersebut dilakukan untuk menunjang pembelajaran tatap muka yang direncanakan bakal dilaksanakan dalam waktu dekat.


Selain guru dan tenaga pendidikan, vaksinasi booster juga diprioritaskan kepada para siswa hingga lansia, kepada penerima vaksin dosis dua dengan jangka waktu enam bulan.


 "Ini yang paling penting. Baru setelah itu siswa dan masyarakat umum. Memang kita arahkan untuk guru atau tenaga pendidik dulu yang di-booster,” imbuh dia.


Sementara itu, Zainul Arifin, seorang Guru di SMPN 1 Kalitidu yang mengikuti vaksinasi ke 3 mengatakan, bahwa tubuhnya merasakan agak sakit seusai melakukan vaksinasi.


" Cuma ini bedanya lebih terasa dibandingkan dengan Vaksin Sinovac kemarin, sekarang setelah divaksin agak terasa pegal di badan dan semoga tetap sehat dan dapat optimal menjalankan tugas mengajar di sekolah", singkatnya.


Berbeda dengan Zainul Arifin, Taslim yang juga seorang guru di SMPN 1 Kalitidu, seusai divaksin justru mengaku merasakan enak dan aman seusai melakukan vaksinasi tersebut.


" Ngak sakit, enak dan aman, ya karena ingin selalu sehat", harap dia.

Senin, 24 Januari 2022

Percepat Capaian Vaksin Booster untuk Pegawai di Lingkungan Pemkab Tuban dan Instansi Vertikal, Dinkes Gelar Vaksinasi di Pendapa




TUBAN, MCE - Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban menggelar vaksinasi dosis ke tiga atau booster untuk OPD dan Instansi Vertikal di Pendapa Krida Manunggal Tuban. Senin, (24/01/2022).


Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Bambang Priyo Utomo mengungkapkan, digelarnya vaksinasi di Pendapa sebagai upaya percepatan capaian program vaksinasi booster  di Kabupaten Tuban, utamanya untuk para pekerja pelayan publik dilingkungan Pemkab Tuban dan Instansi Vertikal lainnya. “Vaksinasi booster untuk para pegawai OPD serta instansi vertikal di Kabupaten Tuban penting dilakukan, sebab mereka adalah para pekerja publik yang melayani masyarakat,” ungkap Bambang.


Bambang menyebutkan, persediaan vaksin hari ini sangat mencukupi untuk memenuhi jumlah peserta vaksin dari masing-masing OPD sesuai jadwal yang telah ditentukan. Vaksinasi dimulai pukul 08.00 wib hingga pukul 14.00 wib, dan melayani hingga sembilan instansi. Kegiatan serupa akan terus digelar di pendapa hingga jum’at mendatang. “Kita buka pelayanan sampai jum’at nanti. Kita siapkan berbagai jenis vaksin mulai Pfizer, Astrazeneca, Sinovac, hingga Moderna,” kata Bambang.


Diketahui, untuk jadwal senin, 24 Januari, vaksinasi untuk pegawai Sekretariat Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian  dan Pengembangan, Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata, Inspektorat, Sekretariat DPRD, serta Terminal Kambang Putih. 


Meski kali ini merupakan jadwal vaksinasi booster, Bambang menyatakan jika ada yang belum mendapatkan vaksin dosis pertama atau ke dua juga akan dilayani.  Bambang menegaskan, selain pemenuhan target vaksinasi booster, pihaknya masih akan melayani vaksinasi dosis pertama dan ke dua. Adapun saat ini, data per tanggal 24 Januari pukul 11.00 wib, capaian vaksinasi untuk dosis pertama mencapai 86,11 persen. Sedangkan untuk dosis ke dua baru mencapai 56,05 persen. 


Pemkab akan terus berupaya untuk mempercepat pencapaian target vaksinasi agar segera terbentuk kekebalan kelompok atau Herd Immunity di Kabupaten Tuban. Untuk itu, Bambang meminta kepada seluruh masyarakat yang belum vaksinasi, agar segera vaksin di puskesmas terdekat. “Semua puskesmas kita membuka layanan vaksinasi, tapi memang jadwalnya beda-beda. Jadi, ayo semua ikut vaksin,” tutup Bambang. 


Adapun jadwal untuk hari Selasa, 24 Januari 2022 yaitu Kesbangpol, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Kantor Pelayanan Pajak, dan Kantor Kementerian Agama. (bp).

Kamis, 16 Desember 2021

Bupati Bersama Forkopimda Tinjau Vaksinasi untuk Anak Usia 6-11 Tahun




TUBAN, MCE – Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., bersama Kapolres Tuban, AKBP Darman dan Dandim 0811/Tuban, Letkol Inf Suhada Erwin meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi anak umur 6-11 tahun di MIN 1 Tuban dan SDN Kutorejo 1, Kamis (16/12/2021). Hadir pula pada kegiatan ini Kepala Kantor Kemenag Tuban, Drs. Sahid, MM., Sekda Tuban, Dr. Ir. Budi Wiyana, dan sejumlah pimpinan OPD terkait.


 


Kepada reporter MCT, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., mengungkapkan sebanyak 101 ribu dosis vaksin disiapkan untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Sebagai langkah percepatan, Pemkab Tuban bersama Forkopimda segera melakukan distribusi agar dapat disuntikkan ke anak-anak. “Seiring dengan hal tersebut, juga tengah disiapkan untuk dosis kedua,” ungkapnya.


 



Mas Bupati mengimbau masyarakat Kabupaten Tuban agar mendukung program vaksinasi yang digalakkan pemerintah pusat, termasuk wali murid. Wali murid diminta tidak khawatir dan mengijinkan anaknya untuk divaksin. Program vaksinasi bermanfaat membentuk kekebalan tubuh anak sebagai upaya pencegahan dari penyebaran Covid-19. “Tidak ada efek samping dari vaksinasi ini, justru akan membangun antibodi anak agar kebal melawan Covid-19,” tuturnya. Tujuannya, saling melindungi sesama masyarakat Kabupaten Tuban.


 


Mas Bupati menyatakan saat ini Kabupaten Tuban masuk dalam PPKM Level 1. Menyikapi kondisi tersebut, Mas Bupati Tuban berpesan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Beberapa kegiatan dapat diselenggarakan dengan ijin dari instansi terkait dan mematuhi protokol kesehatan.  “Ini sebagai ikhtiar kita agar pandemi Covid-19 dapat segera sirna. Mari bersama saling mengingatkan agar patuh protokol kesehatan, jangan sampai kendor,” serunya.


 


Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Tuban, Sahid menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi atas pelaksanaan vaksinasi dengan sasaran Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Tuban. Kemenag Tuban mendukung sepenuhnya program vaksinasi yang diselenggarakan Pemkab Tuban. Menurutnya, program vaksinasi sangat ditunggu siswa MI sebagai upaya mencegah penularan Covid-19. “Kami sampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas kegiatan vaksinasi ini,” kata Sahid.


 



Lebih lanjut, Kemenag Tuban akan menindaklanjuti program vaksinasi tersebut ke seluruh Madrasah di Kabupaten Tuban. “Tercatat 31.462 siswa madrasah negeri maupun swasta pada 216 lembaga Madrasah di Kabupaten Tuban telah didata dan kami instruksikan untuk mengikuti program ini,” ujarnya. Senada dengan Bupati Tuban, Kepala Kemenag Tuban meminta wali murid dan wali santri untuk turut mendukung program vaksinasi.


 


Pada kesempatan yang sama, Putri salah satu siswa MIN 1 Tuban yang mengikuti vaksinasi mengaku senang dan tidak merasa sakit ketika disuntik. Dia mengajak teman-teman agar tidak perlu takut vaksin. “Agar kita sehat dan tidak terkena virus corona,” ujar siswi usia 9 tahun ini. (bp).

Jumat, 29 Oktober 2021

Kunjungi Vaksinasi di Ponpes Riyadlus Sholihin, ini Pesan Menteri Muhadjir




KADEMANGAN, corruptionexpose.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy mengakhiri kunjungannya di Kota Probolinggo dengan meninjau pelaksanaan 2000 vaksin untuk santri Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin dan Roudlotul Malikiyah, Jumat (29/10).


Datang tepat pukul 11 siang, Menteri Muhadjir dan Wali Kota Habib Hadi disambut ratusan santri. Pada kesempatan itu, Menteri Muhadjir menyampaikan kepada para santri untuk memanfaatkan waktu belajar di pondok pesantren. "Untuk belajar sungguh, memperkuat karakter dan akhlaqul karimah, dan jangan lupa untuk memanfaatkan ilmu, ilmu akhirat dan ilmu dunia. Karena tanpa mengejar ilmu akhirat, ilmu dunia tidak akan ada artinya," pesan menteri yang pernah menjadi wartawan di awal karirnya itu.


Muhadjir juga memberi motivasi bahwa santri jangan sampai kalah dengan yang belajar di luar pondok. "Harus menjaga 5C nya (critical thinking, creativity, communication, collaboration and character). Ke-5C ini harus dipegang ditambah dengan ilmu agamanya, maka Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dan maju," tambah Muhadjir.


Usai memberikan sambutannya, Muhadjir menerima cinderamata berupa lukisan hasil karya santri Riyadhus Sholihin, Syaiful Bakri. Syaiful Bakri pun berkesempatan berfoto bersama Muhajir dan Habib Hadi.


Selanjutnya, rombongan diajak untuk mengunjungi pameran yang berisi berupa Probolinggo tempo dulu dan para pendiri Ponpes Riyadlus Sholihin. Terdapat juga stand hasil karya jurusan tata busana dan hasil produksi asli santri ponpes tersebut.


Wali Kota Habib Hadi juga mengungkapkan bahwa kunjungan Menko PMK Muhadjir ini bertepatan dengan Hari Santri Nasional sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa vaksinasi harus dilakukan oleh semua elemen masyarakat termasuk di pondok pesantren.


"Kendala utama vaksinasi dalam pondok pesantren ialah terkait dengan izin orang tua, dengan adanya kunjungan dari Bapak Muhadjir ini kita tunjukkan bersama bahwa vaksinasi tidak bermasalah dan menjadikan santri sendiri sehat jiwa raga, " ungkap Habib Hadi. Selain ke Ponpes Riyadlus Sholihin, Menteri Muhadjir juga menyempatkan ke Ponpes Putri Roudlotul Malikiyah. (has/fyan).

Berita Terbaru