Tampilkan postingan dengan label wabup bojonegoro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wabup bojonegoro. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Mei 2026

​Asa di Balik Lintingan: Pemkab Bojonegoro Kucurkan BLT DBHCHT 2026, Perkuat Jaring Pengaman Ekonomi Buruh Rokok



BOJONEGORO, MCE – Di tengah dinamika ekonomi yang kian menantang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat, khususnya di sektor industri hasil tembakau. Melalui Dinas Sosial, Pemkab Bojonegoro secara resmi memulai penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) Tahun Anggaran 2026.


​Langkah konkret ini diawali dengan prosesi penyerahan simbolis tahap pertama yang menyasar ribuan pekerja di PT Gelora Djaja, Kecamatan Baureno, pada Rabu (13/5/2026). Momentum ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan manifestasi nyata dari redistribusi kekayaan negara yang kembali ke tangan para pejuang ekonomi di garis depan industri rokok.


​Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari skema perlindungan sosial yang terukur. Menurutnya, pemanfaatan dana cukai harus berdampak langsung pada penguatan ekonomi rumah tangga para buruh yang selama ini menjadi tulang punggung industri tembakau di Bojonegoro.


​“Penyaluran kami bagi dalam dua titik strategis untuk memastikan efektivitas dan ketepatan sasaran. Hari ini kami mulai di PT Gelora Djaja, dan gelombang berikutnya akan dilaksanakan di PT Kareb Alam Sejahtera pada Rabu, 20 Mei 2026 mendatang,” ujar Agus dalam laporannya.


​Satu hal yang menjadi sorotan tajam dalam penyaluran tahun ini adalah inklusivitas data penerima. Pemkab Bojonegoro tidak hanya memprioritaskan mereka yang bekerja di dalam wilayah domestik, tetapi juga memberikan perlindungan bagi warga Bojonegoro yang mengadu nasib di industri rokok lintas kabupaten.


​Berdasarkan data Dinas Sosial, total penerima manfaat BLT DBHCHT tahun 2026 mencapai angka fantastis, yakni 15.972 orang.

​Total Penerima: 15.972 Buruh Rokok.

​Cakupan: Pekerja lokal Bojonegoro dan warga Bojonegoro yang bekerja di pabrik rokok kabupaten tetangga.

​Tujuan: Mitigasi dampak inflasi dan penguatan bantalan ekonomi keluarga.


​Bantuan ini diharapkan menjadi stimulus yang "menyengat" lesunya konsumsi rumah tangga. Dengan mengalirnya dana segar ke kantong para pekerja, roda ekonomi di tingkat desa dan pasar-pasar tradisional di Bojonegoro diyakini akan bergerak lebih kencang.


​Bagi para buruh, bantuan ini adalah suntikan moral di tengah peluh. Pemkab Bojonegoro menyadari bahwa kontribusi sektor tembakau terhadap pendapatan daerah sangat signifikan, sehingga sudah menjadi kewajiban moral dan konstitusional bagi pemerintah untuk mengembalikan sebagian dari hasil tersebut dalam bentuk bantuan tunai yang tepat guna.


​Dengan pengawasan ketat dari Dinas Sosial, diharapkan penyaluran ini bebas dari potongan dan benar-benar diterima utuh oleh mereka yang berhak, demi mewujudkan Bojonegoro yang lebih sejahtera dan berkeadilan sosial.


​Editor: [bp/MCE]
Sumber: Liputan Lapangan / Diskominfo Bojonegoro

Senin, 25 Oktober 2021

Wabup Memberikan Pembinaan SDM di Lingkup DPMPTSP Kabupaten Bojonegoro



BOJONEGORO, corruptionexpose.com - Wakil Bupati Bojonegoro Drs. H. Budi Irawanto, M.Pd memberikan apresiasi dan semangat kepada seluruh Pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), saat memberikan pembinaan sumber daya manusia (SDM), dalam rangka peningkatan budaya kerja dan kualitas pelayanan publik yang dilaksanakan di lantai tiga, Gedung Mal Pelayanan Publik Jalan Veteran No.227 Bojonegoro. Senin (25/10/2021).


Pembinaan Sumber Daya Manusia sangat perlu agar kualitas pelayanan publik bisa lebih maksimal. "Keberhasilan sebuah Instansi tidak bisa berjalan sendiri namun atas jerih payah bersama-sama," ucap Budi Irwanto dalam sambutan dihadapan seluruh pegawai DPMPTSP.


Menurutnya, Sektor Pelayanan ijin memang terus berinovasi dan berlomba lomba mendatangkan Investor. Sehingga jangan sampai para pengusaha dan Investor mengeluh dalam proses perijinan usaha.


"Saya percaya DPMPTSP jika berkas lengkap jangankan satu hari, satu jam selesai," tegas Wabup Mas Wawan sapaan akrabnya sambil tersenyum kepada seluruh pegawai DPMPTSP.


Pihaknya berharap, untuk meningkatkan program jemput bola dalam pelayanan juga harus diberikan sosialisasi kepada seluruh Masyarakat, karena pelayanan di Mal Pelayanan Publik dalam naungan DPMPTSP menjadi tombak utama pelayanan perijinan Pemerintah Bojonegoro.


Pihaknya berpesan dalam Pelayanan Perijinan perlu milibatkan Instansi lain, pentingnya sinkronisasi dan sinergisitas dengan dinas terkait, sehingga jika ada prosesnya salah maka berani menolak.


Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Yusnita Liasari, S.T, M.Si mengatakan terima kasih kepada Wakil Bupati Bojonegoro yang telah hadir dalam memberikan pembinaan kepada seluruh pegawai.


" Pembinaan ini dapat memberikan semangat kepada kami agar lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama dalam bidang perijinan," Ucap Yusnita Liasari, S.T, M.Si.


Dalam kondisi pandemi ini tentunya berdampak dalam pencapaian target investasi, semoga DPMPTSP terus bisa memberikan pendampingan usaha dan menjemput bola kepada masyarakat Bojonegoro.


Perlu diketahui saat ini jumlah pegawai DPMPTSP berjumlah 61 Personil dengan rincian Aparatur Sipil Negara (ASN) 24 Personil dan Tenaga Kontrak dengan jumlah 37 personil. Diharapkan setelah dilakukan pembinaan SDM dari Wakil Bupati mampu memberikan spirit kepada seluruh pegawai. (sept). 

Kamis, 12 Agustus 2021

Kunjungi Agrowisata Kebun Jambu Kristal di Trucuk, Wabup Motivasi Generasi Milenial Terjun ke Dunia Pertanian





BOJONEGORO, corruptionexpose.com - Selain ada Bendung Gerak, dan Jembatan Sosrodirlogo Wilayah Kecamatan Trucuk juga memiliki agrowisata kebun jambu kristal, lokasinya pun tak begitu jauh dari Kawasan Bendung Gerak cukup menengok ke arah timur bisa langsung melihat kebun jambu kristal. 


Kebun jambu kristal memiliki potensi agrowisata yang sangat prospektif, namun di masa pandemi Covid-19 para petani jambu mengalami penurunan omset penjualan. Salah satu kebun jambu kristal yang berada di Kecamatam Trucuk, mendapatkan kunjungan orang nomor dua di Kabupaten Bojonegoro, Wakil Bupati Bojnegoro Drs. H. Budi Irawanto, M.Pd. Kamis (12/08/2021) 


Salah satu  kebun jambu kristal yang ada di Desa Padang Kecamatan Trucuk, Tata Trisnaning (23) menyampaikan, dalam kondisi saat ini penjualan sangat turun drastis dibandingkan sebelumnya, karena terkendala pandemi dan saat panen raya sulit untuk memasarkan.


"Dulu banyak pengunjung yang datang, namun saat ini harus dibantu berjualan melalui media online. Alhamdulilah banyak pembeli dari luar kota seperti Kabupaten Ngawi, kabupaten Rembang dan daerah Jawa Tengah lainnya," ucap Tata Trisnaning kepada Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto.


Perempuan kelahiran Desa Padang tersebut menyampaikan, awal mula terjun ke pertanian karena melihat penjualan jambu kristal menurun, pihaknya langsung tergugah untuk membantu dan meneruskan pertanian yang sudah dibuat oleh kedua orangtuanya, kemudian bergelut ke dunia pertanian hampir sekitar satu tahun ini.


"Meskipun ekonomi saat ini sedang dilanda krisis karena pandemi, tapi kami masih bisa bekerja dan menghasilkan. Saya senang hari ini dikunjungi Bapak Wakil Bupati Bojonegoro. Kedatangan beliau memberi arti yang sangat berharga buat kami para petani jambu kristal dan menambah semangat serta motivasi kami untuk terus berkarya dan berinovasi. Beliau sangat supportif terhadap masyarakat bawah seperti kami.” 


Kebun dengan luas sekitar dua hektar ini, memiliki sekitar 300 pohon jambu kristal. Harga jambu kristal pun cukup stabil di pasaran berkisar harga 12.000-15.000/ Kg.  Setelah sukses menjual jambu kristal secara online, kini proses mengembangkan jambu kristal mega merah dan jambu kristal wijaya merah.


Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto mengaku sangat senang bisa melihat masih ada semangat dan motivasi berusaha seperti petani Jambu Kristal ini. Di masa pandemi ini memang banyak tantangan dan keterbatasan-keterbatasan, tapi itu tidak menjadi halangan bagi kita untuk terus berusaha.


"Saya sangat mendukung inovasi dan kolaborasi yang dibangun para petani di Bojonegoro, dengan memanfaatkan dunia digital," kata Wakil Bupati Bojonegoro yang biasa di panggil Mas Wawan.


Menurutnya, dunia pertanian memang juga mendapat imbas dari pandemi ini, tapi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro harus terus mendampingi para petani. Mendengarkan petani, dan mencari solusi bersama untuk kemajuan dunia pertanian kita.


"saya sengaja berkunjung untuk tetap merawat semangat di tengah pandemi ini.  Konsistensi ini saya yakin melahirkan semangat bagi lainya. Saya selaku pribadi dan pemerintahan Bojonegoro sangat terbuka dan mendukung dengan petani yang ada di Bojonegoro."


Tak hanya itu, pihaknya juga sangat memberi dukungan penuh kepada anak-anak muda yang mau terjun ke pertanian. Dunia Pertanian butuh peran anak-anak muda, generasi milenial, adalah sebagai agen penggerak pertumbuhan ekonomi pertanian. (ambon).

Rabu, 04 Agustus 2021

Wabup Harap Pelaku UMKM Kembangkan Usaha melalui Teknologi Digital





BOJONEGORO, corruptionexpose.com - Meski kondisi ekonomi serba sulit karena pandemi, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bojonegoro mampu menunjukkan prestasi dengan inovasi dan kerja kerasnya. Seperti tiga orang yang meraih juara UKM Beprestasi tahun 2021 di Dinas Koperasi, UKM Provinsi Jawa Timur. Mereka adalah Bojonegoro team creative, Griya Shanum, dan Si Kebood Kebab Seafod.


Namun juara saja belum cukup. Perlu konsistensi dan dukungan dari berbagai pihak. Termasuk dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.


Untuk tujuan itu, juara UKM Berprestasi Si Kebood Kebab Seafod menemui Wakil Bupati Bojonegoro Drs. H. Budi Irawanto, M.Pd di rumah dinasnya. 


“Setelah juara, kita juga perlu kolaborasi dan dukungan kebijakan. Maka saya mendatangi Pak Wabup yang selama ini dekat dengan kami para pengusaha kecil, PKL dan petani,” ucap pemilik Si Kebood Kebab Seafod, Asyroqi Noerik (21).


Pemuda asal Desa Cangaan Kecamatan Kanor tersebut mengatakan kunjungan ini selain bersitarurahmi juga untuk meminta motivasi dan dukungan dari Pemerintah. Menurutnya, tanpa dukungan Pemerintah, pelaku UMKM banyak yang hancur. Khususnya dukungan kebijakan dan permodalan.


"Kami menyakini Wakil Bupati Bojonegoro mempunyai komitmen untuk mendukung UMKM lokal. Motivasi dan dukungan sangat penting pada kami yang baru memulai usaha dalam skala kecil," imbuh Asyroqi di dampingi Sehabudin dan rombongan. 


Dia bersama rekan-rekannya sangat berterima kasih atas motivasi dan dukungan yang telah diberikan. Tak hanya itu, pihaknya juga merasa bersyukur karena  Wabup Budi Irawanto terus mendengarkan keluhan UMKM yang merangkak dari bawah. 


"Pak Wabup sering mendengarkan kami, mau berbincang tanpa menggurui. Meskipun tidak selalu harus bantuan materi, motivasi itu penting untuk kami yang masih belum betul-betul sukses," terang Asyroqi.


Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto mengaku sangat mendukung UMKM yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Dia juga mengapresiasi para pelaku UMKM yang terus bersemangat untuk inovasi dan adaptasi. Lebih-lebih kali ini bisa berprestasi.


Wabup yang akrab disapa Mas Wawan ini menegaskan bahwa para pelaku UMKM harus mampu beraptasi serta berinovasi agar terus menangkap peluang dan melipatgandakannya. Setiap situasi harus diamati dan melihat semua peluang, karena setiap kondisi pasti ada peluang, seperti yang dilakukan kebab seafood ini.


"Kebab seafood ini menjadi alternatif para pecinta seafood dengan kreatifitas menu baru. Karena selama ini kebab terbuat dari daging sapi," Ucap Wabup.


Pihaknya berharap pelaku UMKM mampu berkolaborasi dengan digital agar bisa memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan mengembangkan potensi usaha pasalnya peran teknologi digital sangat penting.


Menurutnya, Pemkab Bojonegoro mempunyai banyak program terkait UMKM mulai pendampingan UMKM, dan bantuan terhadap UMKM yang terdampak Covid-19. Namun jika masyarakat Bojonegoro belum mendapatkan informasi maka bisa menghubungi langsung ke Dinas terkait.


Pada kesempatan ini, pihaknya juga berpesan untuk para pelaku UMKM untuk saling bersinergi dan bersama-sama untuk saling berbagi ilmu dan berkolaborasi. Semua pihak harus berkolaborasi untuk melewati krisis multi dimensi ini. 


“Menjadi bagian dari solusi lebih baik dari pada hanya sekedar diam dan saling menyalahkan,” pungkasnya. (ambon).

Selasa, 03 Agustus 2021

Tinjau Lahan Petani Cabai dan Semangka, Wabup : Pertanian Sebagai Kemandirian Perekonomian Desa





BOJONEGORO, corruptionexpose.com - Pandemi Covid-19 telah menyebabkan terganggunya kegiatan perekonomian di semua lini usaha, namun pertanian bisa menjadi alternatif dalam situasi ini. Untuk menumbuhkan semangat pertanian di tingkat Desa, Wakil Bupati Bojonegoro Drs. H. Budi Irawanto, M.Pd meninjau lahan petani Cabai dan Semangka di Desa Ngeper Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Selasa Siang (03/08/2021).


" Kunjungan ini upaya untuk pembangunan pertanian di kawasan Perdesaan. Lahan, potensi desa adalah basis ekonomi lokal pedesaan yang bisa menyerap tenaga kerja lokal. Saat ini disadari atau tidak bahwa pertanian menjadi faktor utama sebagai penyangga di masa pandemi Covid-19." Ucap Wakil Bupati Bojonegoro yang biasa di sapa Mas Wawan.


Dengan memaksimalkan lahan Pertanian dan menggali potensi yang bisa panen. Maka, pertanian sebagai alternatif perekonomian di desa dan menjadi Kemandirian Ekonomi Daerah. Selain itu, bertujuan menjaga ketahanan pangan lokal, agar masyarakat dapat menikmati hasil panen dari pangan lokal dengan harga yang terjangkau.


Ia mengatakan bahwa di jawa timur Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu andalan di sektor pangan apalagi Bojnegoro terkenal sebagai lumbung pangan melalui sektor pertanian. sehingga dapat diandalkan dalam menampung stok pangan di Jawa Timur bahkan nasional disaat pandemi ini.


Namun menurutnya, hal itu tidak bisa dilakukan sendiri perlu kerjasama semua pihak agar pertanian bisa berjalan maksimal, karena dalam kondisi seperti ini banyak petani yang ragu untuk memulai, perlu kolaborasi antara pemodal dan petani.


Pihaknya berharap Pertanian Cabai dan Semangka di Desa Ngeper ini bisa menjadi contoh di Desa lain. Selain bisa menyerap tenaga kerja juga dapat menumbuhkan ekonomi di tingkat desa dan menjadi Kemandirian Ekonomi di tingkah Daerah.


Selain itu, pihaknya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Bojonegoro pada kondisi saat ini untuk tetap mematuhi protokol Covid-19 dan selalu menjaga jarak, mencuci tangan dan tak lupa memakai masker. 


Sementara itu, Arif Saifudin (43) salah satu Petani Lombok di Desa Ngeper Kecamatan Padangan mengatakan saat ini pertanian tidak begitu terdampak saat pandemi, karena untuk memenuhi kebutuhan wilayah Bojonegoro saja masih kurang.


Pada tahun ini pihaknya menggarap lahan seluas 2,5 Hektare yang terbagi dua tanaman yakni Cabai dan semangka. " modal perkiraan mencapai 100 juta dan saat panen kondisi saat ini bisa mencapai 70 - 100 Persen." ucap Arif Saifudin.


Menurutnya, lahan pertanian seluas setengah hektar bisa memperkejakan 30 orang. Tentunya ini bisa menyerap tenaga kerja lokal apalagi kondisi pandemi saat ini. mungkin bisa menjadi salah satu solusi di tingkat desa. (ambon).

Kamis, 29 April 2021

Wabup Ajak Masyarakat Junjung Tinggi Toleransi dan Jauhi Bahaya Radikalisme





LUMAJANG, MCE - Bahaya laten radikalisme sering kali sulit terdeteksi. Ajaran-ajaran radikal ini menyusup ke ruang-ruang kelengahan masyarakat. Sehingga, menangkal radikalisme tidak bisa sendirian. Mencegah dan memerangi radikalisme merupakan tugas kita bersama, termasuk di wilayah pendidikan seperti kampus - kampus yang ada di Kabupaten Bojonegoro. 


Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Bojonegoro Drs. H. Budi Irawanto M.Pd dalam pemaparannya di Seminar Kebangsaan yang diadakan oleh Kampus IKIP PGRI Bojonegoro, Kamis (29/04/2021). Seminar yang bertajuk “Intoleransi Terhadap Radikalisme di Masyarakat” menghadirkan Ketua MUI Bojonegoro, Kapolres Bojonegoro, dan perwakilan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).


“Kampus seringkali menjadi tempat yang empuk untuk penyebaran faham-faham radikalisme. Mahasiswa yang mulai kritis dan dialektika akademik di kampus yang lebih dinamis memberi ruang bagi agen-agen radikalisme,” papar Mas Wawan, panggilan akrab Wakil Bupati Bojonegoro.


Menurutnya, mahasiswa adalah gerbang utama penerus bangsa. “Jika kita tidak peduli dengan gerbang utama itu, maka kita gagal menjaga penerus bangsa,” tegas mas wawan dihadapan para dosen dan mahasiswa. 


Bagi Wawan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memiliki kewajiban untuk menjaga warganya dari bahaya ini. Pemkab juga harus menjaga keutuhan warganya dalam berbangsa dan bernegara, serta memperkuat rasa cinta tanah air. Caranya dengan menciptakan kesejahteraan masyarakat, mempererat hubungan antar elemen, dan tetap merakyat.


“Oleh karena itu, jika Bupati dan Wakil Bupati melenceng dari kewajibannya mensejahterakan masyarakat dan memecah belah keutuhan warga, maka saya siap dikritik. Jika saya tidak dekat dengan masyarakat, atau tidak membela masyarakat kecil, teriaki saya,” beber Mas Wawan menggebu-gebu.


Pada kesempatan yang sama, Kapolres yang diwakili Kasat Binmas AKP. Sujono menyampaikan bahwa radikalisme ini berawal dari orang yang mudah terpengaruh dan mudah membenarkan segala sesuatu tanpa memastikan terlebih dahulu. 


"Jangan berprasangka dan jangan mudah terpengaruh, cari tahu dulu melalui internet atau buku maka kita bisa mengerti apakah hal yang diinformasikan ke kita benar atau salah, " Ungkap 


Selain itu, Ketua MUI Bojonegoro KH. Alamul Huda menjelaskan bahwa pendidikan memiliki peranan penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Pendidikan sangatlah penting karena menjadi pencegah radikalisme. 


Kata Gus Huda, orang-orang penganut radikalisme adalah orang yang tidak cinta Indonesia dan tidak memahami apa itu agama. Mereka suka menyalahkan orang lain dan merasa paling benar. 


"Maunya benar sendiri, menang sendiri,” ucapnya.


Gus Huda mencontohkan ilmu sapu lidi. Kata dia, sapu ini terdiri dari sekian ratus batang lidi, Jika tidak diikat, maka lidi tersebut akan tercerai berai, tidak berguna dan mudah dipatahkan. Tetapi jikalau lidi-lidi itu digabungkan, diikat menjadi sapu, tidak ada manusia bisa mematahkan sapu lidi yang sudah terikat. 


“Jika kita bersatu, orang paling kuat pun bisa dikalahkan, maka mari bersatu,” imbuhnya.


Sementara itu, External Affairs Manager Ichwan Arifin menyatakan bahwa radikalisme sangat fundamental. Maka semua harus berkolaborasi untuk mencegahnya. 


Kata dia, dulu Presiden Soekarno menggaungkan rasa nasionalisme sebagai bentuk kebersamaan Indonesia. "Mari kita membangun bersama-sama menjadi riwayat yang sama untuk memajukan bangsa Indonesia, " ajak aktivis sekaligus kolumnis itu. 


Rektor IKIP PGRI Bojonegoro Dr Junarti M. Pd  memyampaikan seminar kebangsaan ini adalah bentuk upaya menangkal radikalisme.


Perlu di ketahui, Seminar Kebangsaan ini juga dihadiri Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Natasha Devianti, elemen aktivis mahasiswa, para dosen, dan mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro. (bp/red).

Berita Terbaru