BOJONEGORO, MCE – Inovasi tak lagi menjadi monopoli kota-kota besar. Di tengah deru digitalisasi yang kian kencang, sebuah desa di jantung Kabupaten Bojonegoro membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bersinar di level nasional. Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro, baru saja menorehkan tinta emas dengan meraih gelar Juara Harapan II dalam ajang bergengsi Lomba Desa Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
Penghargaan ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah pengakuan atas kerja keras kolektif masyarakat dan pemerintah desa dalam menjemput masa depan lewat teknologi informasi.
Momen bersejarah itu berlangsung khidmat pada Kamis (16/01/2026), bertepatan dengan perayaan Hari Desa Nasional yang dipusatkan di Kabupaten Boyolali. Kehadiran Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, di lokasi acara menjadi simbol dukungan penuh pemerintah daerah terhadap transformasi digital di tingkat akar rumput.
"Ini adalah prestasi yang membanggakan dan menjadi bukti bahwa desa-desa kita mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman," ujar sebuah sumber yang merefleksikan semangat di lokasi acara.
Keberhasilan Desa Kauman tidak datang begitu saja. Di balik gelar Juara Harapan II tersebut, terdapat sistem tata kelola pemerintahan desa yang kini mulai bermigrasi ke ruang siber. Mulai dari transparansi administrasi, kemudahan layanan publik bagi warga, hingga digitalisasi potensi ekonomi lokal menjadi variabel penentu kemenangan.
Lomba Desa Digital Kemendes PDTT sendiri dikenal memiliki standar penilaian yang ketat. Tim penilai melihat sejauh mana teknologi mampu menyentuh kehidupan warga sehari-hari, meningkatkan efisiensi birokrasi, dan yang terpenting: kedaulatan data desa.
Prestasi Desa Kauman diharapkan menjadi lokomotif bagi desa-desa lain di Bojonegoro—dan bahkan di Indonesia—untuk tidak lagi gagap teknologi. Di era sekarang, "Desa Digital" bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan pelayanan publik tetap cepat, akurat, dan transparan.
Kini, Desa Kauman pulang membawa piala, namun yang lebih berharga adalah semangat inovasi yang mereka bawa. Perjalanan digital ini baru saja dimulai, dan dari Bojonegoro, sebuah pesan dikirimkan ke seluruh penjuru negeri: Desa adalah masa depan digital Indonesia. (bp).
