Minggu, 22 Maret 2026

​"LPG GAIB": Rakyat Kedungadem Disuruh Diet Paksa, Harga Melejit Lewati Langit




​KEDUNGADEM, MCE – Selamat datang di era di mana harga gas elpiji lebih mahal daripada harga diri janji-janji kampanye! Minggu (22/3), warga Kedungadem, khususnya para pemilik warung, mendadak jadi "ahli meditasi" karena harus menahan napas melihat angka di papan harga: Rp 30.000 per tabung!


​Itu pun kalau barangnya ada. Kalau tidak? Ya silakan gigit jari atau masak pakai sinar matahari.


Entah apa yang ada di pikiran para pemangku kebijakan di daerah ini. Sementara mereka sibuk rapat di ruangan ber-AC dengan konsumsi katering premium, rakyat di bawah harus jungkir balik cuma buat nyalain kompor. Para pemilik warung makan kini resmi "pensiun dini" sementara. Bukan karena sudah kaya, tapi karena biaya produksi sudah nggak masuk akal. Mau jualan harga normal? Rugi bandar. Mau naikin harga? Pembeli bakal kabur ke planet lain.


Jeritan warga bukan lagi sekadar curhat, tapi tamparan keras buat pemerintah daerah yang seolah-olah "tuli" dan "buta" dengan distribusi di lapangan. Netizen pun mulai bersuara: "Apa kabar pengawasan? Apa kabar Satgas Pangan? Atau jangan-jangan lagi asyik rebahan?"


​Masyarakat Kedungadem hanya punya satu harapan sederhana (yang saking seringnya diucap sampai terdengar seperti dongeng): Semoga tahun depan drama kolosal "Gas Elpiji Menghilang" ini tidak diputar ulang. Cukup cintamu saja yang fana dan penuh ketidakpastian, urusan isi perut rakyat jangan dipersulit. (bp). 

Artikel Terkait

​"LPG GAIB": Rakyat Kedungadem Disuruh Diet Paksa, Harga Melejit Lewati Langit
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berita Terbaru