TUBAN, MCE – Langkah tegas diambil jajaran Polres Tuban dalam Operasi Pekat Semeru 2026. Selama 12 hari perburuan, Korps Bhayangkara berhasil membedah anatomi kriminalitas di Bumi Wali dengan total 55 kasus yang terungkap secara gemilang.
Kapolres Tuban, AKBP Alaiddin, dalam konferensi pers di Gedung Sanika Satyawada, Kamis (12/3/2026), memaparkan rincian mengejutkan dari operasi tersebut. Dari total kasus yang ada, polisi menyeret 58 tersangka ke hadapan hukum, yang terdiri dari 46 laki-laki dan 12 perempuan.
Berdasarkan data yang dihimpun, pelanggaran tindak pidana ringan (tipiring) melalui peredaran Minuman Keras (Miras) masih menjadi "raja" dengan jumlah fantastis, yakni 40 kasus yang melibatkan 40 orang tersangka. Angka ini menjadi sinyal keras bagi para pengedar bahwa polisi tidak akan menoleransi aktivitas yang merusak ketertiban umum.
Tak berhenti di situ, sektor perjudian pun tak luput dari sikat polisi. Sebanyak 5 kasus perjudian konvensional dengan 8 tersangka berhasil dibongkar. Sementara itu, merespons keresahan digital, polisi juga meringkus 3 kasus judi online yang melibatkan 3 tersangka sebagai bukti keseriusan aparat memerangi kejahatan siber.
Langkah preventif juga menyasar ranah asusila dan penyalahgunaan zat terlarang. Tercatat, sebanyak 5 kasus prostitusi dengan 5 tersangka berhasil diungkap, disusul dengan penangkapan 2 orang tersangka dalam 2 kasus narkoba yang berbeda.
AKBP Alaiddin menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bentuk "bersih-bersih" sebelum masyarakat memasuki masa libur panjang hari raya Idul Fitri 1447 H. Beliau mewanti-wanti bahwa momentum mudik seringkali menjadi celah bagi pelaku kejahatan untuk beraksi.
"Kami mengimbau masyarakat Kabupaten Tuban untuk tetap menjaga kewaspadaan tingkat tinggi. Terutama bagi yang melaksanakan mudik, pastikan keamanan rumah terjaga karena kita tidak bisa memprediksi dinamika kejahatan ke depan," tegasnya dengan nada menyengat.
Dengan tertangkapnya puluhan tersangka ini, Polres Tuban mengirimkan pesan jelas: tidak ada ruang bagi penyakit masyarakat untuk berkembang, apalagi di tengah khidmatnya persiapan perayaan hari besar keagamaan. (bp).
