Jumat, 24 April 2026

​Gebrakan Literasi MTsN 1 Bojonegoro: Gandeng Fasda dan Duet Guru Penulis Demi Cetak Generasi Literat



​BOJONEGORO, MCE – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Bojonegoro mulai menancapkan taringnya dalam dunia literasi. Bukan sekadar wacana, sekolah ini secara resmi mematangkan ancang-ancang untuk bertransformasi menjadi Madrasah Literasi yang kompetitif. Langkah strategis ini diawali dengan kolaborasi intensif bersama Fasilitator Daerah (Fasda) dan penguatan internal melalui sumber daya guru yang mumpuni.


​Dalam pertemuan yang digelar pada Jumat (24/4/2026), Kepala MTsN 1 Bojonegoro, Saifuddin Yulianto, S.Ag., M.Pd.I, menegaskan bahwa literasi adalah fondasi utama bagi kemajuan sebuah lembaga pendidikan di era informasi. Pihaknya menggandeng Aning Wulandari, S.Pd., M.Pd, seorang Fasilitator Daerah yang telah malang melintang dalam pengembangan kurikulum dan literasi, untuk merancang roadmap pengembangan madrasah ke depan.


​Poin krusial dalam gerakan ini adalah keputusan madrasah untuk menunjuk dua sosok guru yang memiliki rekam jejak kuat di dunia kepenulisan, yakni Ibu Ana Achoita, M.Pd. dan Ibu Farida Nuraini, M.Pd. Keduanya akan bertindak sebagai lokomotif sekaligus mentor bagi siswa maupun rekan sejawat sesama pendidik.


​"Kita tidak ingin literasi hanya menjadi jargon di atas spanduk. Kami bergerak nyata dengan merekrut guru penulis yang sudah teruji untuk menularkan virus literasi ini secara masif," ujar Saifuddin Yulianto dengan nada optimistis.


​Program ini dirancang bukan sekadar untuk mengejar penghargaan, melainkan menciptakan ekosistem di mana membaca dan menulis menjadi budaya hidup. Fokus utama pengembangan akan menyasar dua pilar utama:

​1. Guru Literat: Mendorong para pendidik untuk menghasilkan karya tulis ilmiah, buku, maupun opini di media massa guna meningkatkan profesionalisme.

​2. Siswa Produktif: Membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas dalam merangkai kata, yang diharapkan mampu menghasilkan karya antologi atau buletin sekolah.


​Kehadiran Aning Wulandari sebagai Fasda memberikan sinyal bahwa MTsN 1 Bojonegoro sangat serius dalam menyusun standar literasi yang terukur. Transformasi ini diharapkan menjadi pembeda (distingsi) bagi madrasah ini dibandingkan lembaga pendidikan lainnya di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya.


​Langkah berani ini mengirimkan pesan kuat kepada publik bahwa pendidikan agama dan penguasaan literasi modern harus berjalan beriringan. Dengan sumber daya yang ada, MTsN 1 Bojonegoro siap membuktikan bahwa madrasah adalah gudangnya para pemikir dan penulis masa depan.


​Pewarta: [bp/MCE]

Artikel Terkait

​Gebrakan Literasi MTsN 1 Bojonegoro: Gandeng Fasda dan Duet Guru Penulis Demi Cetak Generasi Literat
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berita Terbaru