BOJONEGORO, MCE – Atmosfer kompetisi dan profesionalisme menyelimuti SMKN 1 Bojonegoro. Mulai Kamis (9/4/2026), sekolah kejuruan rujukan di Bojonegoro ini resmi menggelar Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi seluruh siswa kelas 12. Agenda krusial yang dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari ke depan ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan panggung pembuktian bagi para calon tenaga kerja ahli.
Kepala SMKN 1 Bojonegoro, Roedie Agus Setiyoono, S.Pd, M.M.Pd., menegaskan bahwa UKK tahun ini merupakan muara dari seluruh proses panjang yang dilalui siswa. Menurutnya, hasil belajar selama kurang lebih tiga tahun tidak boleh hanya berakhir di atas kertas rapor, melainkan harus terwujud dalam bentuk karya nyata yang memiliki nilai jual dan daya saing.
"UKK ini adalah wujud nyata dari hasil belajar selama tiga tahun. Ini adalah saatnya mereka membuktikan kepada dunia industri bahwa lulusan SMKN 1 Bojonegoro tidak hanya paham teori, tapi mahir dalam eksekusi. Kualitas mereka bisa dilihat langsung melalui karya-karya yang dipamerkan hari ini," ujar Roedie dengan nada optimis di sela-sela peninjauan pameran karya siswa.
Berbeda dengan ujian konvensional, UKK di SMKN 1 Bojonegoro disajikan secara transparan melalui pameran hasil karya. Pengunjung dan penguji dapat menyaksikan langsung produk maupun jasa yang dihasilkan oleh tangan-tangan terampil siswa dari berbagai jurusan.
Beberapa poin utama dalam gelaran UKK kali ini antara lain:
- Durasi Maraton: Digelar selama 7 hari penuh untuk memastikan setiap detail kompetensi teruji secara mendalam.
- Standar Industri: Melibatkan penguji eksternal untuk menjamin objektivitas dan kesesuaian dengan kebutuhan pasar kerja global.
- Produk Inovatif: Menampilkan karya-karya unggulan yang merupakan kristalisasi dari kurikulum merdeka dan praktik kerja lapangan.
Pesan "menyengat" yang ingin disampaikan sekolah melalui momentum ini sangat jelas: SMK adalah pencetak solusi, bukan pengangguran. Dengan berakhirnya UKK nanti, diharapkan para siswa tidak hanya membawa selembar sertifikat kompetensi, tetapi juga rasa percaya diri yang tinggi untuk langsung terjun ke dunia usaha maupun industri.
Bagi SMKN 1 Bojonegoro, pameran karya ini adalah pesan kepada publik bahwa pendidikan vokasi adalah investasi nyata bagi kemajuan ekonomi daerah. Hari ini, Kamis (9/4), sejarah baru bagi karier para siswa mulai diukir di ruang-ruang praktik sekolah. (bp).
