Senin, 15 Juni 2026

​Muharram 1447 H: Milenial di Persimpangan, Antara Algoritma dan Akhirat




​Oleh: M. Luthfillah, M.Ag.
(Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah PDM Lamongan / Ketua Komnas Pendidikan Kabupaten Lamongan)


​Lamongan, MCE - Tahun Baru Islam 1447 H bukan sekadar pergantian angka di kalender. Ini adalah momen perenungan bagi kita, generasi milenial, yang hidup di tengah pusaran disrupsi. Kita adalah generasi "anak emas" digital; generasi pertama yang fasih menggunakan internet, namun sayangnya, juga generasi pertama yang paling rapuh di hadapan adiksi layar.


​Statistik bicara jujur, namun menyakitkan: rata-rata screen time kita mencapai 7–9 jam sehari. Dalam setiap jam yang kita habiskan untuk berselancar di dunia maya, seringkali ada hak-hak Tuhan yang terabaikan. Ironisnya, waktu kita untuk "Screen Time with Allah"—waktu yang dikhususkan untuk sujud, dzikir, dan muhasabah—seringkali hanya menjadi sisa-sisa di antara notifikasi yang tak pernah jeda.


​Hijrah dari Kebodohan Digital


​Hijrah Nabi di masa lalu adalah sebuah langkah taktis memutus rantai jahiliyah. Hari ini, 1447 H menuntut kita melakukan hal yang sama: Hijrah Digital.


​Kita perlu berani memutus rantai kebodohan modern: scrolling tanpa arah yang membuang waktu, debat kusir di kolom komentar yang miskin ilmu, hingga gaya hidup hedon yang menipu. Jika kita tidak segera berbenah, kita tidak hanya akan tertinggal secara spritual, tapi kita akan digantikan. Bukan oleh kecerdasan buatan (AI), melainkan oleh generasi baru yang lebih disiplin, lebih sadar waktu, dan lebih taat pada Sang Pencipta.


​Menjadikan Teknologi sebagai Jembatan


​Taqarrub di era 4.0 bukan berarti kita harus "anti-teknologi" dan lari ke gua pertapaan. Justru sebaliknya. Islam adalah agama yang adaptif. Gunakanlah teknologi sebagai alat dakwah, ruang belajar, dan mesin sedekah digital. Namun, ingatlah satu kaidah emas: Jadikan HP sebagai alat di genggaman, bukan kiblat baru di depan mata.


​1447 H adalah batas garis demarkasi. Di sinilah kita memutuskan: apakah kita akan terus menjadi budak algoritma yang dikendalikan oleh notifikasi, ataukah kita akan bangkit menjadi tuan atas waktu kita sendiri?


​Mari berhijrah. Mari pulang kepada Allah, sebelum waktu kita di dunia ini habis oleh tumpukan cache dan konten yang sia-sia. Editor: bp. 

Artikel Terkait

​Muharram 1447 H: Milenial di Persimpangan, Antara Algoritma dan Akhirat
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berita Terbaru