JAKARTA, MCE – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menguak sisi gelap praktik korupsi di tanah air. Kali ini, institusi antirasuah tersebut membongkar dugaan aliran dana suap dari Bupati Muara Enim, Edison, yang tidak hanya berhenti di lingkup pemerintahan daerah, tetapi juga diduga mengalir deras hingga ke kantong sejumlah oknum di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Temuan memalukan ini terungkap pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, secara blak-blakan menyebut adanya kaitan erat antara barang bukti yang disita dengan perkara suap yang menjerat Edison.
"Sebagian dana ini disinyalir sebagai pelicin terkait temuan audit BPK," ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).
Audit atau 'Main Mata'?
Dugaan suap ini disinyalir berkaitan erat dengan hasil pemeriksaan BPK terhadap proyek pengadaan smart board di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim. Publik tentu bertanya-tanya, bagaimana mungkin proyek pengadaan barang yang seharusnya diawasi ketat oleh auditor justru menjadi lahan basah bagi praktik 'jual-beli' opini atau temuan.
"Dugaan pemberian ini memang berkaitan dengan hasil audit BPK atas pengadaan proyek tersebut," imbuh Budi.
Dalam pengembangan penyidikan, KPK telah mengamankan lima orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari BPK yang terjaring di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa KPK tidak main-main dalam menyapu bersih oknum di dalam lembaga audit negara yang justru memanfaatkan kewenangannya untuk memperkaya diri.
Modus 'Rekening Boneka'
Sebelumnya, KPK telah membedah modus operandi yang digunakan Bupati Edison. Sang Bupati diduga memerintahkan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Abi Nurwardani, untuk menggunakan rekening orang lain—sebuah taktik klasik untuk menyamarkan aliran uang dari kontraktor nakal, PT Millenium Solusi Abadi (MSA).
Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menegaskan bahwa dana sebesar Rp500 juta yang diterima oleh Abi Nurwardani dari pihak swasta hanyalah puncak gunung es dari rangkaian pengadaan-pengadaan proyek lainnya.
"Kami masih terus mendalami ke mana saja aliran uang ini bermuara. Siapa pun yang terlibat, termasuk oknum auditor yang berani 'main mata' dengan temuan, akan kami kejar hingga tuntas," tegas Taufik.
Kini, mata publik tertuju pada keberanian KPK. Akankah penyidikan ini mampu menjebloskan para oknum auditor yang telah mencederai marwah lembaga pemeriksa keuangan, ataukah kasus ini hanya akan menjadi tontonan hukum yang berujung pada hukuman ringan? (bp).
