BOJONEGORO, MCE – Anggapan bahwa budidaya buah premium membutuhkan lahan luas dan kondisi tanah spesifik kini mulai terkikis. Di tengah dinamisnya perkembangan sektor pertanian di Kabupaten Bojonegoro, teknik hidroponik hadir sebagai solusi modern yang menawarkan efisiensi sekaligus kualitas hasil panen yang tak kalah dengan metode konvensional.
Salah satu kisah sukses yang kini menjadi sorotan adalah El Farm, sebuah unit usaha pertanian yang berlokasi di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sumberrejo. Tidak sekadar memproduksi buah, El Farm kini bertransformasi menjadi destinasi wisata petik melon yang menarik perhatian warga lokal hingga luar daerah.
Berawal dari Hobi, Berujung Bisnis Modern
Di balik kemegahan rumah kaca (greenhouse) yang tertata rapi, tersimpan kisah inspiratif dari sang pemilik, Erieza. Ia menuturkan bahwa perjalanan bisnis ini bukanlah sesuatu yang instan. Semuanya bermula dari rasa ingin tahu dan semangat belajar bersama sang suami dalam memanfaatkan pekarangan rumah.
"Kami memulai semuanya dari skala rumah tangga. Awalnya hanya ingin memahami karakter tanaman melon dan teknik hidroponik yang presisi. Setelah merasa yakin dengan sistem yang kami bangun, barulah kami berani melakukan ekspansi skala besar seperti sekarang," ujar Erieza saat ditemui di lokasi, Selasa (16/6/2026).
Komitmen pada Kualitas: Empat Varietas Premium
El Farm kini tidak hanya berbicara tentang kuantitas, melainkan kualitas rasa dan estetika buah. Saat ini, terdapat sekitar 1.500 benih melon yang dibudidayakan di bawah pengawasan ketat. Tak tanggung-tanggung, mereka fokus pada empat varietas unggulan yang dikenal memiliki profil rasa manis dan tekstur renyah.
Keempat varietas tersebut adalah Sweet Lavender, Sweet Hammi, Skid Row, dan Pearl Lady. Pilihan varietas ini didasarkan pada riset pasar serta ketahanan tanaman dalam sistem hidroponik yang diterapkan di lingkungan Sambongrejo.
Destinasi Wisata Petik Melon
Inovasi Erieza tidak berhenti pada budidaya. Melihat besarnya antusiasme masyarakat, El Farm membuka pintu bagi pengunjung yang ingin merasakan pengalaman langsung memetik melon matang dari pohonnya.
Konsep wisata edukasi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Bojonegoro yang menginginkan aktivitas akhir pekan yang berbeda—sehat, informatif, dan tentunya menyajikan buah segar dengan kualitas premium. Pengunjung tidak hanya sekadar membeli, namun juga dapat belajar secara langsung mengenai tata cara budidaya melon hidroponik yang ramah lingkungan.
Kehadiran El Farm di Desa Sambongrejo diharapkan mampu menjadi katalisator bagi para petani muda di Bojonegoro untuk terus berinovasi. Dengan memanfaatkan teknologi pertanian modern, sektor pertanian lokal kini mampu bersaing secara kualitas dan memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih menjanjikan bagi masyarakat pedesaan. (bp).
