YOGYAKARTA, MCE – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali dipercaya menjadi panggung utama bagi diplomasi internasional. Kota Budaya ini terpilih sebagai tuan rumah perhelatan 17th ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangement (17th ACWG-RASA) yang akan diselenggarakan selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Juli 2026 mendatang.
Pertemuan strategis yang berpusat di Hotel De Djokja ini menjadi momentum krusial bagi penguatan kerja sama berkelanjutan di sektor transportasi udara antara negara-negara ASEAN dan China. Rencana perhelatan ini telah mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, setelah menerima kunjungan Direktur Angkutan Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI, Agustinus Budi Hartono, di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Rabu (17/06).
Agustinus Budi Hartono menyatakan, dukungan Gubernur DIY menjadi katalis penting bagi kesuksesan agenda ini. "Kami telah melaporkan agenda pertemuan ASEAN-China ini kepada Bapak Gubernur. Beliau menyambut baik dan berkomitmen memberikan dukungan penuh. Bahkan, terdapat kemungkinan Bapak Gubernur akan membuka langsung forum tersebut," ujar Agustinus.
Lebih dari sekadar pertemuan rutin, forum ini diproyeksikan akan dihadiri oleh kurang lebih 200 delegasi dari berbagai negara, termasuk perwakilan dari 22 perusahaan penerbangan internasional.
Lebih lanjut, Agustinus menegaskan bahwa pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi pertemuan tahun ini bukan tanpa alasan. Pemerintah pusat berupaya memanfaatkan forum ini sebagai ajang promosi strategis untuk meningkatkan trafik penerbangan internasional di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
"Tahun ini Indonesia mendapat giliran sebagai tuan rumah. Kami sengaja memilih Yogyakarta untuk mengeksplorasi potensi Bandara YIA agar dapat menarik lebih banyak penerbangan internasional. Selain itu, kami ingin mempromosikan destinasi wisata unggulan Yogyakarta di hadapan para delegasi. Kami berharap, kehadiran 22 perusahaan penerbangan ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih konkret di masa depan," pungkasnya.
Dengan agenda ini, Yogyakarta diharapkan tidak hanya memperkuat perannya dalam peta transportasi udara regional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi daerah di kancah global. (bp) .
