Gresik, MCE - Niat hati cari kehangatan di balik remang-remang warung pangku, para pelanggan dan penyedianya di Gresik justru dibuat ketar-ketir setengah mati. Operasi gabungan skala besar yang menyisir lima titik warung pangku di Kota Pudak ini tak cuma mengamankan puluhan orang, tapi juga membongkar fakta yang bikin elus dada.
Dari total 50 orang yang terdiri atas 10 pemilik warung dan 40 pramusaji, petugas tidak cuma mendata muka, tapi langsung "mengerjai" mereka dengan tes kesehatan maraton. Hasilnya? Sungguh tidak ramah untuk imunitas tubuh.
Kasatpol PP Kabupaten Gresik, Agustin Halomoan Sinaga, mengungkapkan bahwa usai diciduk, seluruhnya wajib melakoni tes narkoba dan skrining HIV di tempat. Hasilnya bikin geleng-geleng kepala.
“Hasil pemeriksaan, satu orang positif narkoba dan satu orang lainnya positif HIV,” ujar Sinaga dengan tegas, Minggu (26/7/2026).
Razia bermodal pasukan penuh ini menyapu bersih kawasan favorit warung pangku di Gresik, mulai dari Jalan Noto Prayitno, Jalan Siti Fatimah Binti Maimun, Jalan Karangkiring, Jalan Betiring, hingga Jalan Raya Duduksampeyan. Tak tanggung-tanggung, ratusan personel dikerahkan dari jajaran Satpol PP, Polres Gresik, Kodim 0817, Garnisun, Subdenpom/CPM, BNN, hingga Dinas Kesehatan. Lengkap, tanpa celah untuk sembunyi.
Meski berhasil bikin suasana "dingin" di remang-remang malam, Sinaga mengklaim pihaknya tetap menggunakan pendekatan yang santun alias humanis. Para pemilik dan penjaga warung dibina, diberi edukasi jam operasional, dan diingatkan agar tak lagi menjual sensasi yang meresahkan warga.
Namun jangan kira Pol PP bakal melunak. Pihaknya memastikan bakal terus rajin "patroli malam" untuk menyapu bersih aktivitas liar di wilayah hukum Gresik. Jika masih ada yang nekat main kucing-kucingan dan melanggar perda, tindakan tegas dipastikan siap menanti. (bp).
