PONOROGO, MCE - Gelanggang kompetisi keterampilan siswa SMK tingkat nasional tahun 2026 kembali menjadi ajang pembuktian taji. Tak ingin sekadar menjadi penonton di rumah sendiri maupun dalam peta persaingan nasional, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Ponorogo resmi melepas putra-putri terbaiknya untuk bertarung dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Nasional 2026. Senin (27/7/2026).
Langkah ini menegaskan bahwa pendidikan vokasi di Ponorogo bukan sekadar jualan wacana atau formalitas kurikulum, melainkan wadah pencetak tenaga kerja dan inovator kelas wahid yang siap menggebrak arena nasional.
Dalam keterangannya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo, MASKUN, S.Pd., M.M., memberikan pecutan semangat yang tajam sekaligus menohok. Ia menegaskan bahwa para siswa yang dikirim adalah representasi dari kualitas dan harga diri vokasi Jawa Timur.
"Semoga ananda semua diberikan kelancaran, kesehatan, dan kemudahan dalam setiap proses lomba. Tampilkan kemampuan terbaik, junjung sportivitas, dan jadilah kebanggaan Ponorogo, Jawa Timur, dan Indonesia," tegas Maskun dengan nada mantap.
Ia juga menambahkan pesan tajam agar para kontingen tidak minder dan mampu menunjukkan kelasnya di tengah persaingan ketat antarprovinsi. "Berani berkompetisi, siap berprestasi! Doa kami menyertai langkah ananda semua. Semangat! Kamu Hebat, Ponorogo Bangga!" pungkasnya.
Pada ajang LKS Tingkat Nasional 2026 ini, dominasi perwakilan dari Kabupaten Ponorogo diborong oleh SMKN 1 Jenangan Ponorogo, yang menerjunkan kontingen terbaiknya pada empat bidang lomba krusial:
1. Bricklaying (Teknik Pemasangan Batu Bata)
2. Mechatronics (Mekatronika)
3. Motorcycle Maintenance and Repair (Perawatan dan Perbaikan Sepeda Motor)
4. Wall and Floor Tiling (Pemasangan Keramik Dinding dan Lantai)
Keikutsertaan kontingen ini menjadi tamparan keras bagi pihak-pihak yang kerap memandang sebelah mata pendidikan kejuruan. Dengan spirit "Berkompetisi dengan Semangat, Berkarya untuk Negeri", kontingen Ponorogo siap membuktikan bahwa mental juara dan keahlian presisi adalah identitas asli siswa SMK Jawa Timur. Publik kini menanti, sejauh mana piala dan kebanggaan itu akan dibawa pulang ke Bumi Reog. (bp).
