Jumat, 14 Agustus 2026

​Prabowo Tampar Pengkritik Lewat 14 Terobosan Nyata 21 Bulan Menjabat




​JAKARTA, MCE - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Dalam pidatonya yang lugas dan berapi-api, Kepala Negara membongkar deretan rekor capaian nyata pemerintah hanya dalam waktu 21 bulan bekerja.


​Bukan sekadar angka di atas kertas, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya klaim politik, melainkan kemakmuran yang wajib dirasakan langsung oleh rakyat kecil di pelosok negeri.


​Gebrakan Nyata: Pangan Melimpah hingga 'Sikat' Mafia

​Dalam tempo kurang dari dua tahun, pemerintah mencatatkan sederet capaian krusial yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan kedaulatan nasional:


​• Daulat Pangan & Ekonomi Desa: Indonesia resmi mencapai swasembada untuk 8 komoditas pangan utama. Selain itu, 10.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih kini telah beroperasi aktif memutar roda ekonomi akar rumput.


​• Pro-Rakyat Kecil & Pekerja: Bunga simpan pinjam PNM Mekaar dipangkas drastis dari 25% menjadi 8%. Tak hanya itu, potongan aplikator untuk pengemudi ojek online (ojol) diturunkan secara signifikan dari 20% menjadi 8%.


• ​Pendidikan & SDM: Sebanyak 182 Sekolah Rakyat telah dibuka, 43.000 anak jalanan berhasil dikembalikan ke bangku sekolah, 30.000 sekolah direnovasi, dan 250.000 pemuda terserap dalam program Magang Nasional.


​• Kesehatan & Infrastruktur: 108 juta warga telah menikmati Cek Kesehatan Gratis. Di sektor infrastruktur dasar, pemerintah merenovasi 84.000 rumah, membangun 2.228 km jalan desa, 3.500 jembatan, 3.400 titik air bor, serta 100 Kampung Nelayan Merah Putih.


​• Sikat Tambang Ilegal: Langkah tegas pembongkaran mafia tambang membuahkan hasil luar biasa; 1.000 tambang timah ilegal resmi ditutup, yang secara langsung mendongkrak keuntungan PT Timah hingga 9 kali lipat.


​Hadirkan 8 Tamu Istimewa & Sentilan Menohok

​Prosesi pidato kenegaraan kali ini terasa berbeda ketika Presiden Prabowo menghadirkan delapan tamu istimewa ke hadapan anggota dewan. Mereka adalah rakyat biasa—mulai dari petani, pengemudi ojol, hingga penerima manfaat bantuan—yang menjadi bukti hidup bahwa program pemerintah bukan rekayasa angka belaka.


​Menutup pidatonya, Presiden memberikan pernyataan keras dan menohok bagi seluruh jajaran pejabat dan instansi pemerintahan agar tidak cepat berpuas diri.


​"Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat," tegas Presiden Prabowo.
​Ia menepis tuduhan bahwa pembangunan ini hanya demi kepentingan politik jangka pendek.


​"Kita tidak bekerja dan membangun untuk satu masa jabatan. Kita membangun untuk satu zaman. Kita membangun untuk satu abad Indonesia!" pungkasnya disambut riuk tepuk tangan peserta sidang. (bp). 

Artikel Terkait

​Prabowo Tampar Pengkritik Lewat 14 Terobosan Nyata 21 Bulan Menjabat
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berita Terbaru