BOJONEGORO, MCE - Hari kedua perhelatan bergengsi Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary Schools (ASMOPSS) pada Rabu (12/11/2025) menjadi momen tak terlupakan bagi para peserta cilik. Setelah berkutat dengan angka dan rumus, rombongan pelajar dari enam negara ini dibawa menyelami kekayaan budaya dan geologi di Geopark Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.
Kedatangan delegasi internasional ini disambut meriah layaknya pahlawan. Ratusan anak SD se-Kecamatan Ngasem berbaris antusias, sementara tarian khas, Tari Api Kayangan, membakar semangat sambutan di tengah hawa Bojonegoro yang sejuk.
Di Kayangan Api, yang dikenal sebagai sumber api abadi yang tak pernah padam, para peserta tidak hanya sekadar melihat. Mereka diajak langsung menjadi bagian dari budaya lokal. Rombongan dibagi menjadi tiga kelompok untuk mengikuti workshop mini yang imersif:
1. Menggali Filosofi Tari Api Kayangan: Anastasya, sang pembimbing tari, menjelaskan bahwa setiap gerakan adalah penggambaran dinamis dari api abadi yang menjadi simbol energi dan semangat tak terhingga.
2. Menjelajahi Dunia Wayang Thengul: Peserta diperkenalkan pada Wayang Thengul, warisan seni pertunjukan khas Bojonegoro yang kaya akan cerita dan karakter.
3. Belajar Seni Merajut: Sesi ini mengajarkan kesabaran dan ketelitian, menjadi selingan yang menenangkan dari intensitas olimpiade.
Kunjungan ini berhasil menjembatani ilmu pengetahuan dan warisan budaya, membuktikan bahwa Bojonegoro bukan hanya tuan rumah yang baik, tetapi juga tempat di mana sains bertemu dengan legenda abadi. (bp).
