Selasa, 20 Januari 2026

​Menakar Jejak Geologi Bojonegoro, Kala Warisan Bumi Menjadi Napas Ekonomi Rakyat




​BOJONEGORO, MCE – Potensi geologi Kabupaten Bojonegoro kini tengah berada di bawah sorotan dunia. Pada hari kedua kunjungannya, Tim UNESCO Global Geopark (UGGp) yang dipimpin langsung oleh Vice President UGGp, Prof. Ibrahim Komo, melakukan eksplorasi mendalam ke sejumlah titik strategis di wilayah yang dikenal dengan kekayaan sumber daya alamnya ini, Minggu (18/1/2026).


​Kunjungan ini bukan sekadar inspeksi formal, melainkan sebuah misi untuk memvalidasi keselarasan antara warisan geologi yang luar biasa dengan ketahanan sosial budaya masyarakat setempat. Prof. Ibrahim Komo, pakar geologi ternama asal Malaysia, secara terbuka menyampaikan apresiasinya terhadap kekayaan geologi Bojonegoro yang dinilai memiliki nilai universal yang sangat tinggi.


​Salah satu titik yang menjadi perhatian utama tim adalah Agrowisata Belimbing di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu. Lokasi ini menjadi bukti nyata bagaimana narasi geologi dan hidrologi bersinggungan langsung dengan kesejahteraan manusia.


​Dalam tinjauannya, Prof. Ibrahim menyoroti daya lentur (resilience) masyarakat Desa Ngringinrejo. Wilayah yang secara historis merupakan daerah langganan banjir akibat luapan sungai, kini telah bertransformasi total. Berkat kecerdasan lokal dalam beradaptasi dengan karakter alamnya, kawasan ini justru menjadi motor penggerak ekonomi yang mandiri.


​"Apa yang kita lihat di sini adalah contoh nyata keberhasilan hilirisasi di tingkat akar rumput," ungkap salah satu pengamat dalam rombongan tersebut.


​Keberhasilan para petani belimbing dalam meningkatkan taraf hidup mereka melalui pengolahan produk turunan menjadi catatan khusus bagi tim UNESCO. Prof. Ibrahim mengapresiasi bagaimana masyarakat tidak lagi hanya bergantung pada penjualan buah mentah, namun telah mampu mengelola hilirisasi produk yang memberikan nilai tambah signifikan.


​Kemandirian ini sejalan dengan visi UNESCO Global Geopark, di mana perlindungan terhadap warisan geologi harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal (local economic development). Bojonegoro kini tengah membuktikan bahwa batu dan tanah yang mereka pijak bukan sekadar benda mati, melainkan warisan berharga yang mampu menghidupi masa depan. (bp). 

Artikel Terkait

​Menakar Jejak Geologi Bojonegoro, Kala Warisan Bumi Menjadi Napas Ekonomi Rakyat
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berita Terbaru