JAKARTA, MCE – Kabupaten Lamongan kembali mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan ekonomi baru di kancah nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Yuhronur Efendi, Lamongan sukses menyabet penghargaan bergengsi dalam kategori Top Regency in Agro-Maritime Food Hub pada ajang National Governance Awards 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (24/4).
Penghargaan yang diselenggarakan oleh Metro TV ini diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi RI, Feri Juliantono, kepada Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut. Apresiasi ini menjadi pengakuan atas keberhasilan Lamongan dalam mengintegrasikan sektor pertanian dan kelautan menjadi ekosistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.
Keberhasilan ini bukanlah tanpa alasan. Berdasarkan data tahun 2025, Lamongan mencatatkan angka produksi yang fantastis:
- Sektor Pertanian: Produksi padi menembus 1,33 juta ton.
- Sektor Perikanan: Budidaya ikan mencapai 46 ribu ton, sementara hasil perikanan tangkap menyentuh 82 ribu ton.
Sinergi antara sektor agro dan maritim ini terbukti menjadi mesin penggerak ekonomi yang efektif. Terpantau, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lamongan melonjak hingga 5,40 persen, sebuah angka impresif yang berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi tingkat provinsi maupun nasional.
"Capaian ini adalah refleksi dari pembangunan inklusif berbasis potensi lokal. Kita tidak hanya fokus pada produksi mentah, tapi juga memperkuat hilirisasi melalui industri pengolahan pangan," ujar Bupati Yuhronur Efendi usai menerima penghargaan.
Selain fokus pada komoditas utama, Pemkab Lamongan juga gencar melakukan penguatan ekonomi di tingkat akar rumput. Melalui program strategis seperti Young Entrepreneur Success dan UMKM Naik Kelas, daya saing produk lokal terus dipacu agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
Transformasi ini juga didukung oleh penguatan lembaga keuangan desa. Saat ini, Lamongan memiliki 1.854 koperasi aktif, termasuk di dalamnya 474 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)—jumlah terbanyak di Jawa Timur.
Untuk mempermudah distribusi, sebanyak 130 gerai telah beroperasi dan terus dikembangkan. Tak hanya itu, Lamongan menjadi daerah pionir dalam pengembangan KDKMP yang didukung oleh armada kendaraan operasional dalam jumlah besar, memastikan layanan ekonomi menjangkau hingga pelosok desa.
Dengan diraihnya penghargaan ini, Kabupaten Lamongan semakin mempertegas statusnya bukan sekadar lumbung pangan, melainkan pusat inovasi pangan agro-maritim yang menjadi barometer bagi daerah lain di Indonesia. (bp).
#LamonganMegilan #PanganNasional #NationalGovernanceAwards
