LAMONGAN, MCE – Kemeriahan luar biasa mewarnai puncak peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 tahun 2026. Ribuan pasang mata menjadi saksi khidmatnya prosesi Kirab Pataka Lambang Daerah yang bergerak megah dari Kantor DPRD Lamongan menuju Pendopo Lokatantra.
Sepanjang rute kirab, masyarakat disuguhi pawai budaya yang menampilkan kekayaan kesenian khas Bumi Joko Tingkir. Kemeriahan ini kemudian memuncak dalam prosesi ritual budaya bertajuk Pasamuan Agung yang diikuti langsung oleh Bupati Yuhronur Efendi (Bupati Yes), Wakil Bupati Dirham, serta jajaran Forkopimda Lamongan di Pendopo Lokatantra, Selasa (26/5).
Atmosphere sakral langsung terasa begitu memasuki area pendopo. Para tamu undangan disambut oleh Tari Bedoyo Amengku Bumi, sebuah tarian selamat datang yang melambangkan spirit perjuangan Mahapatih Gajah Mada dalam menyatukan Nusantara. Tak kalah memukau, suguhan dilanjutkan dengan Sendratari Arjuna Wiwaha—karya sastra Jawa kuno legendaris era Prabu Airlangga abad ke-11—yang mengisahkan keteguhan meditasi Arjuna demi meraih senjata sakti.
Pamer Capaian 15 Program Prioritas
Menariknya, dalam sambutan resmi menggunakan bahasa ibu (Bahasa Jawa), Bupati Yes memberikan apresiasi mendalam atas kerja keras kolektif seluruh elemen masyarakat. Ia membeberkan berbagai capaian moncer dari 15 program prioritas Pemkab Lamongan.
Salah satu yang paling dirasakan manfaatnya adalah program Jamula (Jalan Mantap dan Alus Lamongan), di mana tingkat kemantapan jalan kini melonjak hingga 63,55 persen. Konektivitas ini kian diperkuat dengan pembangunan Jalan Lingkar Selatan Babat untuk membuka urat nadi perekonomian di kawasan selatan. Tak hanya infrastruktur jalan, akses kesehatan warga pesisir kini juga semakin merata berkat hadirnya RSUD Ki Ageng Brondong.
Tegaskan Jati Diri Sebagai Lumbung Pangan Jawa Timur
Di usia yang hampir mencapai setengah milenium ini, Pak Yes berharap akselerasi pembangunan Lamongan terus melaju selaras dengan tema HJL tahun ini: “Tumbuh Bersama, Wujudkan Ketahanan Pangan dan Sosial”.
Tema ini bukan sekadar slogan. Lamongan membuktikan taringnya sebagai lumbung pangan nasional dengan catatan produksi padi tahun 2025 yang menembus angka 1,33 juta ton—menjadikannya yang tertinggi dan tak tertandingi di Jawa Timur.
Di penghujung acara, menggunakan bahasa Jawa yang santun namun tegas, Pak Yes menyampaikan komitmen politik dan moralnya bersama Wakil Bupati untuk masa depan Lamongan.
"Kula sareng Mas Dirham gadhah komitmen mujudaken Lamongan ingkang ekonomi-nipun tansah ngrembaka, rata pawangunan-ipun, lan harmonis para warga-nipun minangka tanggung jawab moral kolektif tumuju kajayan ingkang berkelanjutan (Kami bersama Mas Dirham berkomitmen mewujudkan Lamongan yang ekonominya terus berkembang, pembangunannya merata, dan warganya harmonis sebagai tanggung jawab moral kolektif menuju kejayaan yang berkelanjutan)," pungkas Pak Yes disambut tepuk tangan riuh para hadirin. (S.Genk).
