Senin, 05 Oktober 2026

NDeso, Tapi Berasa Ingin Konser: Warkop Karaoke di Jombang Digerebek Polisi, Mbak-mbak Pelayan Pakaian Minim Auto Kaget Seketika!




​Jombang, MCE - Mau buka warung kopi atau mau bikin studio musik berjalan, sih? Warga sekitar Pasar Mojoagung, Jombang, belakangan ini harus sabar mengelus dada setiap malam. Bukannya bisa tidur nyenyak, mereka malah diguyur "konser gratis" dari warkop-warkop setempat yang asyik karaokean sampai dini hari. Suara musiknya kencang banget, serasa warga diminta ikut nyumbang lagu padahal mata sudah lengket pengin istirahat!


​Gerah dengan polusi suara yang bikin kepala cenat-cenut, warga akhirnya melapor. Tak butuh waktu lama, aparat gabungan rayon timur yang dipimpin langsung Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, langsung bergerak cepat melakukan razia mendadak pada Minggu dini hari (4/10/2026).


​• Pengunjung dan Pelayan Auto Kaget: Kedatangan 16 personel gabungan dari Polsek Mojoagung, Sumobito, Kesamben, dan Jogoroto sukses bikin seisi warkop jantungan. Pelayan berpenampilan minim yang tadinya santai, langsung mendadak salah tingkah saat polisi merangsek masuk memeriksa lokasi.


​• Layar Monitor Nyala, Musik Langsung Dimatikan: Puluhan warkop di kawasan pasar terbukti menyediakan fasilitas karaoke lengkap dengan layar monitor. Begitu polisi datang, lagu dangdut yang tadinya menggema langsung dipaksa stop tanpa aba-aba "terima kasih".


​• Miras Negatif, Tapi Tetap Disemprot: Meski dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya peredaran minuman keras, polisi tetap memberikan teguran keras kepada para pengelola agar tidak seenaknya sendiri merusak ketenangan warga demi cuan.


​“Walhasil, kita tidak menemukan adanya miras di warkop tersebut. Para pengunjung kita imbau untuk pulang guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Kompol Yogas mewakili Kapolres Jombang AKBP Yanto Mulyanto.


​Pesan buat para pemilik warkop: boleh banget cari rezeki dan berdagang, tapi tolong ingat waktu dan tetangga sebelah. Kalau mau karaokean sampai subuh, mending sewa studio musik sendiri, jangan numpang di warung kopi sambil bikin warga sekitar darah tinggi!


​Bagaimana pendapat Anda tentang fenomena warkop berkedok tempat karaoke malam-malam gini? (bp). 

Minggu, 04 Oktober 2026

Panen Medali! Siswa SMKN 1 Kediri Sabet Juara Taekwondo dan Handball



​
​KEDIRI, MCE – Prestasi gemilang kembali diukir oleh siswa-siswa SMKN 1 Kediri. Dalam dua ajang olahraga yang berbeda, mereka berhasil membawa pulang piala dan medali, menunjukkan semangat juang dan dedikasi yang tinggi. Minggu (4/10/2026). 


​Di cabang olahraga taekwondo, Misbach Maulidir Rayhan dari kelas X TKR 4 sukses menyabet Juara 2 dalam ajang "Taekwondo Kyorugi Junior Semi Prestasi M-55". Keberhasilan Misbach ini menjadi bukti bakat dan kerja kerasnya dalam dunia bela diri.


​Sementara itu, tim handball SMKN 1 Kediri juga menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 dalam "Kejuaraan Handball Kota Kediri". Tim yang terdiri dari para siswa berbakat ini menunjukkan kekompakan dan strategi permainan yang apik sepanjang turnamen.


​Kepala Sekolah SMKN 1 Kediri, Edy Suroto, S.Pd., M.M.., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian para siswa. "Kami sangat bangga dengan prestasi yang telah diraih oleh Misbach dan tim handball. Ini adalah bukti bahwa siswa SMKN 1 Kediri tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga non-akademik," ujar beliau.


​Prestasi ini diharapkan dapat memacu semangat siswa-siswa lain untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama sekolah. SMKN 1 Kediri berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi pengembangan minat dan bakat siswa dalam berbagai bidang. (bp). 

Sabtu, 03 Oktober 2026

​Panen Medali! SMAN 2 Tuban Menggila di POPDA dan Porkab 2026, Buktikan Dominasi Pelajar Juara




​
​TUBAN, MCE - Gelombang prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Kabupaten Tuban. Kali ini, barisan siswa-siswi SMAN 2 Tuban (Smada) sukses mencuri perhatian publik dan netizen setelah memboyong serangkaian gelar juara bergengsi dalam ajang Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) dan Pekan Olahraga Daerah (POPDA) Kabupaten Tuban 2026. Sabtu (3/10/2026). 

 
​Tidak tanggung-tanggung, dominasi Smada terlihat dari keberhasilan para pelajarnya yang menjuarai berbagai cabang olahraga (cabor) yang kompetitif, mulai dari cabang beladiri, E-Sport, Pentanque, hingga kategori perorangan maupun beregu. 

 
​Kepala SMAN 2 Tuban, Samsuri, M.Pd., menyampaikan apresiasi serta rasa bangganya atas pencapaian luar biasa yang ditorehkan oleh anak didiknya. Menurutnya, pencapaian ini bukan sekadar deretan medali, melainkan wujud nyata dari konsistensi pembinaan karakter dan bakat pelajar di lingkungan sekolah.


​"Selamat atas prestasi yang telah diraih. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus belajar, berkembang, dan mengukir prestasi yang lebih tinggi di masa depan," ujar Samsuri penuh bangga. 

 
​Berikut adalah deretan siswa-siswi SMAN 2 Tuban yang sukses mengharumkan nama sekolah:


​Porkab Hapkido 2026:


​• Livia Zuluana (Kelas X-I): Juara 1 KategoriDaeryun Putri Kelas U 47 Kg. 

​• Kharena Nikia Cinta (Kelas X-F): Juara 1 Kategori Daeryun Putri Kelas U 51 Kg. 

 
​POPDA Cabor E-Sport Mobile Legend 2026 (Tingkat SLTA):


​• Tim Putri Smada (Alicia Michelina, Hayfa Amira Adzka, Cahaya Aura Yonata, Salsabila Shofiyah Safir, dan Sabrina Khoirunnisa) sukses menyabet Juara 1. 

 
​POPDA Cabor Pentanque 2026 (Tingkat SLTA):


​• Fathian Asyam Putra G. (Kelas X-D): Juara 1 Single Man Pentanque. 

​•Sofia Nur Aini (Kelas X-C): Juara 2 Single Woman Pentanque. 

​Fathian Asyam Putra G. & Gusti Putu Candra E.B.A. (Kelas X-C & X-D): Juara 2 Double Man Pentanque. 

​• Sofia Nur Aini & Zivana Leoni Aurelia (Kelas XI-G & X-C): Juara 2 Double Woman Pentanque. 

 
​Keberhasilan masif ini sontak menuai banjir pujian dari warganet di dunia maya. Banyak netizen memuji konsistensi SMAN 2 Tuban sebagai lumbungnya pelajar berprestasi—membuktikan bahwa generasi muda Tuban tidak hanya cemerlang secara akademik, tetapi juga perkasa di gelanggang olahraga.


​Bagaimana pendapat Anda melihat prestasi gemilang para pelajar Smada Tuban ini? (bp). 

Jumat, 02 Oktober 2026

​ ​Rakyat Disuruh Sabar, Birokrasi Asyik Berputar: Kapan Kepala Daerah Berani Transparan Soal Duit Publik?



​
​JAKARTA, MCE - Pemerintah pusat kembali memasang angka fantastis dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan menyiapkan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp735 triliun untuk tahun anggaran 2027. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bahkan secara tegas menyatakan keyakinannya bahwa angka tersebut sudah lebih dari cukup untuk menambal kebutuhan minimal pemerintah daerah—mulai dari belanja pegawai, urusan operasional birokrasi, hingga sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Angka ini secara jelas mengalami lonjakan jika dibandingkan dengan outlook TKD 2026 yang berada di kisaran Rp696,9 triliun. Sabtu (3/10/2026). 


​Namun, di balik guyuran dana raksasa tersebut, sebuah pertanyaan mendasar nan menohok layak diarahkan langsung ke meja para kepala daerah:


​Kalau uangnya secara resmi disebut cukup, apakah akar masalah yang sebenarnya di daerah ini benar-benar selalu karena kekurangan uang?


​Pertanyaan ini bukan sekadar retorika kosong. Selama bertahun-tahun, diskursus mengenai hubungan fiskal antara pusat dan daerah selalu terjebak dalam lingkaran setan narasi klasik: daerah minta tambahan anggaran, daerah merasa kurang transferan, dan daerah menuntut ruang fiskal yang lebih luas.


​Padahal, ada substansi krusial yang kerap sengaja disembunyikan atau luput dari sorotan publik: Seberapa kompeten dan efisien pemerintah daerah dalam mengelola uang rakyat yang sudah berada di tangan mereka?


​TKD Bukan Cek Kosong untuk Foya-Foya Birokrasi


​Perlu dicatat baik-baik, TKD bukanlah cek kosong yang bisa dicairkan tanpa pertanggungjawaban mutlak. Dana triliunan rupiah yang ditransfer dari pusat bukan sekadar instrumen kosmetik agar angka APBD terlihat rapi dan besar di atas kertas. Itu adalah uang keringat publik yang wajib diterjemahkan secara nyata menjadi fasilitas layak, sekolah bermutu, rumah sakit sigap, dan infrastruktur yang tidak membahayakan keselamatan warga.


​Oleh karena itu, ketika pemerintah pusat memastikan bahwa Rp735 triliun sudah sangat memadai untuk kebutuhan dasar daerah, para kepala daerah tidak boleh lagi menjadikan dalih "keterbatasan fiskal" sebagai perisai pelindung atas buruknya kualitas pelayanan publik atau mangkraknya pembangunan.


​Justru sebaliknya. Momentum ini menuntut pembuktian nyata bahwa setiap rupiah uang publik dikelola dengan disiplin baja.


​Mendagri Tito sendiri berkali-kali mengingatkan agar porsi belanja pegawai dan operasional internal birokrasi tidak dibengkakkan secara ugal-ugalan. Skala prioritas wajib dikunci rapat-rapat untuk kepentingan rakyat banyak. Pesan ini sudah sepatutnya dibaca secara serius dan tanpa kompromi oleh seluruh bupati dan wali kota di penjuru negeri.


​Sebab, problem utama APBD kita hari ini bukan semata-mata soal besar-kecilnya pendapatan. Problem paling akutnya terletak pada ke mana arah uang itu dibelanjakan:


​• Berapa persen yang benar-benar habis tersedot untuk membiayai kemewahan mesin birokrasi?

​• Berapa banyak yang secara riil sampai dan dirasakan langsung oleh masyarakat?

​• Berapa besar porsi untuk fasilitas dasar versus rapat-rapat seremonial dan perjalanan dinas yang tidak produktif?


​Deretan pertanyaan ini sama sekali bukan upaya untuk menyudutkan pemerintah daerah. Ini adalah bentuk pengawasan melekat karena yang sedang mereka putar dan belanjakan adalah uang rakyat.


​Jangan Jadikan Alibi Fiskal Sebagai Tameng Kinerja Loyo


​Memang diakui, kemampuan tiap daerah tidaklah seragam. Ada wilayah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kuat, namun tidak sedikit pula yang masih megap-megap dan sangat bergantung sepenuhnya pada belas kasihan transfer pusat. Kebijakan alokasi TKD 2027 memang dirancang dengan memperhitungkan perbedaan kekuatan fiskal tersebut agar lebih tepat sasaran.


​Namun, variasi kapasitas fiskal itu haram hukumnya berubah menjadi pembenaran permanen atas lemahnya kinerja pemerintah daerah. Daerah dengan PAD pas-pasan harus dipaksa bekerja lebih cerdas mendongkrak potensi ekonomi lokal dan memangkas pemborosan belanja. Sementara daerah yang PAD-nya tebal juga dilarang keras menghamburkan anggaran untuk program-program bancakan yang minim esensi.


​Keduanya mengemban satu kewajiban moral yang setara: menghadirkan pelayanan publik yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.


​Sudah saatnya kepala daerah berhenti bersikap defensif dan hanya bisa merengek minta tambahan anggaran. Mereka wajib berani transparan di hadapan publik: Berapa anggaran yang tersedia, untuk pos mana saja dibelanjakan, apa output nyatanya, dan siapa warga yang benar-benar memetik manfaatnya?


​APBD: Mesin Kesejahteraan Rakyat, Bukan Mesin Gaji Pegawai


​Ada penyakit kronis yang menjangkiti sebagian besar birokrasi daerah hari ini: anggaran daerah kerap kehilangan arah orientasi karena telanjur rakus menelan biaya untuk kepentingan internal aparatur pemerintah sendiri.


​Birokrasi memang butuh napas. Pegawai harus digaji, kantor wajib beroperasi, administrasi harus berjalan. Tapi perlu diingat kembali, pemerintah daerah didirikan bukan sekadar untuk membiayai eksistensi dirinya sendiri. Pemerintah hadir karena ada rakyat yang harus dilayani.


​Semakin besar porsi APBD yang dihabiskan hanya untuk merawat tubuh birokrasi, semakin garang pula tuntutan publik agar pemerintah daerah menunjukkan produktivitas nyata.


​Jangan sampai publik disuguhi pemandangan ironis: kantor-kantor dinas semakin megah berkilau, jadwal rapat berderet panjang, kegiatan seremonial tiada henti, sementara di luar sana akses jalan antardesa hancur lebur, fasilitas puskesmas kekurangan obat, sekolah ambruk butuh renovasi, dan masyarakat kecil tetap menjerit kesusahan.


​Jika kontras itu yang terjadi, alasan klise berupa "anggaran daerah terbatas" sudah tidak laku lagi dijual. Publik akan langsung membalikkan pertanyaan dengan jauh lebih tajam: Ini anggarannya yang benar-benar kurang, atau otak perencana dan prioritas belanja kalian yang memang bermasalah?


​Ukuran Akhir Adalah Manfaat, Bukan Angka Serapan


​Angka Rp735 triliun untuk TKD 2027 adalah sebuah amanah raksasa. Pemerintah pusat tidak boleh lepas tangan hanya dengan memastikan uangnya cair, dan pemerintah daerah tidak boleh bertepuk tangan hanya karena laporan serapan anggurannya mencapai 95 persen.


​Sebab, tingginya angka serapan anggaran sama sekali tidak otomatis merefleksikan keberhasilan pelayanan publik. Uang yang habis dibelanjakan bukan berarti masalah rakyat sudah tuntas. Proyek fisik yang selesai dikerjakan bukan berarti kebutuhan dasar warga telah terpenuhi.


​Ukuran final dari sukses atau tidaknya sebuah pemerintahan daerah sangatlah sederhana:


​• Apakah anak-anak di daerah tersebut mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik dan murah?

​• Apakah layanan kesehatan semakin mudah dijangkau tanpa prosedur berbelit?

​• Apakah denyut ekonomi warga bawah bergerak naik?

​• Apakah angka kemiskinan terpangkas nyata?


​Jika indikator-indikator tersebut jalan di tempat sementara uang triliunan rupiah raib terserap, maka pemerintah daerah harus bersiap menghadapi vonis terberat dari rakyatnya sendiri.


​Tahun anggaran 2027 harus menjadi titik balik revolusi mental birokrasi daerah. Ubah paradigma dari sekadar “Berapa banyak uang yang bisa kita dapatkan dari pusat?” menjadi “Seberapa besar perubahan positif yang bisa kita berikan untuk rakyat dari uang yang ada?”.


​Sebab pada akhirnya, kekurangan anggaran memang bisa menjadi persoalan. Tetapi anggaran raksasa yang dikelola secara serampangan, tanpa prioritas dan tanpa empati, adalah sebuah kejahatan birokrasi yang tidak boleh lagi ditutupi dengan lembaran alibi kebohongan. (bp) 

​Banggakan Bojonegoro, Pelajar MTsN 1 Sukses Taklukkan Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Internasional


 




​
​BOJONEGORO, MCE -  Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Kali ini, para pelajar dari Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Bojonegoro sukses mengharumkan nama madrasah dan daerah setelah memborong sejumlah gelar juara dalam ajang prestisius International Referee Jury 24 Championship 2026. 

 
​Kejuaraan pencak silat berskala internasional yang diselenggarakan di GOR Ken Arok, Kota Malang, Jawa Timur, ini berlangsung sengit pada 25 hingga 26 September 2026. Mengikuti kategori tingkat Pra Remaja, para atlet muda asal MTsN 1 Bojonegoro tampil penuh percaya diri dan menunjukkan teknik bela diri yang luar biasa di hadapan para dewan juri internasional. 

 
​Adapun deretan siswa berprestasi yang sukses memboyong medali dan piala dalam kejuaraan tersebut meliputi:

​Avina Salsabila (Kelas 8 J) – Berhasil menyabet Juara 1 Jurus Tunggal Tangan Kosong (Kategori Pra Remaja Putri). 

​Vanesa Inez Putri (Kelas 8 E) – Sukses memborong dua gelar sekaligus, yakni Juara 1 Jurus Bebas Pra Remaja Putri dan Juara 2 Jurus Tunggal Tangan Kosong Pra Remaja Putri. 

​Wilfiera Refy Defyanka Renata (Kelas 8 D) – Meraih Juara 3 Ganda Pra Remaja Putri. 

​Niswa Qudsia Naja Ridlwan (Kelas 8 H) – Meraih Juara 3 Jurus Tunggal Tangan Kosong Pra Remaja Putri sekaligus Juara 3 Ganda Pra Remaja. 

 
​Keberhasilan para srikandi muda MTsN 1 Bojonegoro ini tentu menjadi buah manis dari kerja keras, disiplin tinggi dalam berlatih, serta dukungan penuh dari pihak madrasah, guru pembimbing, dan orang tua.


​Kepala MTsN 1 Bojonegoro, Saifuddin Yulianto, S.Ag., M.Pd.I.,   berharap, prestasi membanggakan di kancah internasional ini tidak hanya berhenti di sini, melainkan dapat menjadi motivasi kuat bagi para siswa lainnya untuk terus menggali potensi diri, aktif mengembangkan bakat, serta berani meraih prestasi tertinggi di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik. (bp). 

Selasa, 29 September 2026

​Urgensi Transparansi Publik: Gudang Bulog Sukorejo Lamongan Sempat Alot Dikonfirmasi Terkait Pemasangan Papan Proyek




​LAMONGAN, MCE - Kedatangan sejumlah awak media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) ke Gudang Perum Bulog Sukorejo, Lamongan, pada Rabu (30/9/2026), kembali menemui jalan terjal. Kunjungan yang bertujuan untuk memantau realisasi pemasangan papan nama proyek tersebut disambut dengan sikap tertutup dari pihak internal gudang.


​Sejak tiba di lokasi, petugas keamanan (security) melarang awak media masuk dengan alasan menunggu kehadiran Kepala Gudang. Tak berselang lama, sejumlah tamu dari Bulog Cabang Bojonegoro yang berada di dalam kantor juga enggan memberikan keterangan, hingga akhirnya memilih meninggalkan area Gudang Sukorejo.


​Dalih "Objek Vital Negara" untuk Batasi Keterbukaan


​Ketegangan mulai mencuat saat Kepala Gudang Bulog Sukorejo, Lukman, tiba di lokasi. Saat dimintai izin untuk mendokumentasikan papan nama yang sebelumnya sempat dipersoalkan, ia justru berupaya menghalang-halangi dengan berlindung di balik status kawasan.


​"Sesuai arahan dari pimpinan di Bojonegoro, tidak diperbolehkan masuk ke wilayah vital milik negara, sehingga saya hanya melaksanakan perintah saja," dalih Lukman.


​Argumen tersebut langsung dimentahkan oleh awak media yang mengingatkan esensi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Bahwa setiap kegiatan fisik atau pengadaan yang dibiayai oleh keuangan negara wajib bersifat transparan, termasuk pemasangan papan informasi proyek agar masyarakat dapat melakukan pengawasan. Setelah mendapat penjelasan tersebut, Lukman akhirnya mengizinkan tim masuk untuk mengambil dokumentasi.


​Pemasangan Papan Nama Dituding Asal-Asalan


​Ironisnya, saat papan nama proyek tersebut berhasil dipantau langsung, kualitas pengerjaannya justru menuai tanda tanya besar. Pihak kontraktor dinilai tidak profesional lantaran papan informasi hanya ditempel begitu saja di dinding gudang tanpa dibuatkan kerangka penyangga yang layak.


​Kondisi ini memicu kecurigaan publik, mengingat anggaran untuk pengadaan papan nama proyek umumnya telah terakomodasi secara resmi di dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Publik kini mendesak pihak terkait untuk mengevaluasi kinerja kontraktor serta memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran di lingkungan Bulog Sukorejo Lamongan. (s.genk). 

Diduga Proyek Siluman, Pembangunan Renovasi Gudang Bulog di Lamongan Tanpa Papan Nama




Lamongan, MCE - Pembangunan renovasi dan perbaikan Gudang Bulog Sukorejo yang berlokasi di jalan Jaksa Agung Suprapto No. 82 Sukorejo, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan syarat akan persoalan. Selasa (29/9/2026). 


Proyek renovasi yang sedang dijalankan di salah satu kompleks pergudangan utama di bawah naungan wilayah kerja Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro yang kini dikepalai oleh Umar Said ini di duga merupakan proyek siluman dan dikerjakan oleh PT. Siluman.


Pasalnya, papan nama informasi yang seharusnya terpasang di area proyek tersebut tidak ada, berikut nama PT yang menjalankan pekerjaan proyek juga tidak terpampang di area proyek.


Proyek renovasi dengan waktu pelaksanaan 120 hari, yang dimulai bulan Agustus lalu dan telah berjalan selama 2 minggu ini disinyalir minim transparansi.


Tidak adanya papan nama di area proyek tersebut menimbulkan kecurigaan elemen masyarakat LSM Brandal, dalam hal ini terkait anggaran publik untuk pengerjaan proyek yang terkesan ditutup - tutupi.


Tak hanya itu, berdasarkan temuan LSM Brandal beserta awak media di lapangan pada Senin (28/9/2026) mendapati pengadaan bahan material bangunan yang buruk dan pengerjaan proyek tersebut dilaksanakan tanpa pengawasan.


Mengetahui hal tersebut, Ketua Brandal Mukhlas menyatakan bahwa pengerjaan proyek ini tidak memenuhi standar.


" di duga ini proyek siluman, papan nama informasi yang seharusnya menjadi transparansi publik, tidak terpasang di area proyek, ada apa? sedangkan ini proyek negara seharusnya tidak asal - asalan ", ungkapnya.


Menurut Pelaksana proyek drainase, Udin dari PT Siluman, saat ditemui awak media di area gudang mengatakan bahwa papan nama informasi akan dipasang besok.


" InsyaaAllah besok saya pasang, kan mulai kerja sekitar 2 mingguan ini," tuturnya.


Tidak adanya papan informasi proyek menghambat pengawasan terkait kesesuaian anggaran dengan hasil fisik dilapangan.


Lemahnya pengawasan terhadap proyek pemerintah pusat tersebut menjadikan pekerjaan dilaksanakan secara asal-asalan juga pengadaan bahan material bangunan untuk proyek yang tidak memenuhi standar.


Untuk itu Pemerintah diharapkan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap proyek pembangunan renovasi Gudang Bulog di Kabupaten Lamongan guna memastikan kesesuaian prosedur dan kualitas bangunan.

(S_genk,)

Minggu, 27 September 2026

GURUH - SANG PUTRA GITA




_Karya Takzim: Gus Luthfi - Penggerak Dakwah Kultural Lamongan_


Wahai Guruh,

Kau adalah gema terakhir dari suara Proklamator,

Namun gema itu tak memantul di gedung parlemen,

Ia memantul di panggung-panggung kesenian.


Jika Megawati menjaga bara politik ayahnya,

Jika Rachmawati menjaga api idealismenya,

Maka kaulah yang menjaga iramanya,

Agar Indonesia tak lupa cara bernyanyi tentang dirinya sendiri.


Kau tak mengeja Trisakti dengan pidato,

Kau mengejanya dengan karya:

Berkepribadian dalam kebudayaan - itulah Swara Maharddhika,

Berdikari dalam seni - itulah langkahmu yang tak pernah meniru Barat.


Lihatlah,

Dari Bali kau ambil getar Kecak yang magis,

Dari Sunda kau pinang lembutnya kecapi,

Dari Jawa kau timang agungnya gamelan,

Lalu kau jadikan satu, bukan sekadar kolase,

Tapi sebuah kebangsaan yang harmonis.


*Dan inilah yang kami pelajari darimu, wahai Maestro,*


Bahwa Dakwah tak harus selalu di atas mimbar,

Adakalanya ia harus di atas panggung,

Bahwa Syiar tak harus dengan khutbah yang menggelegar,

Adakalanya ia dengan gending yang mengakar.


Seperti itulah kami di Lamongan mencoba meneladanimu,

Menjahit Islam dengan budaya,

Merawat tradisi agar agama tetap berwajah ramah,

Itulah Dakwah Kultural, jalan sunyi yang kau ajarkan pada kami.


Orang lain mewarisi nama besar untuk mencari kuasa,

Kau mewarisi nama besar untuk memikul tanggung jawab kebudayaan,

Sebab kau paham,

Sebuah bangsa bisa kehilangan kekuasaan dan merebutnya kembali,

Tapi jika sebuah bangsa kehilangan budayanya, ia punah selamanya.


Terima kasih, Guruh.

Dari Lamongan, dari pesisir utara yang cinta budaya,

Kami kirimkan takzim untukmu.


*Hidup Guruh! Hidup Kebudayaan!*


_Lamongan, 2026_

_Gus Luthfi - Penggerak Dakwah Kultural_

Perkuat Solidaritas, Jaringan Komunikasi Pers Nasional (Jarkopnas) Resmi Bentuk Kepengurusan di Lamongan




​LAMONGAN, MCE - Puluhan insan pers yang tergabung dari berbagai media cetak dan online berkumpul dalam agenda silaturahmi dan pembentukan struktur organisasi Jaringan Komunikasi Pers Nasional (Jarkopnas) Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang diisi dengan diskusi hangat ini bertempat di Cafe Lesehan, Desa Ngimbang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, pada Minggu (27/9/2026).


​Acara tersebut menjadi momentum penting bagi para jurnalis dalam memperkuat solidaritas serta merumuskan langkah strategis organisasi ke depan.


​Wadah Aspirasi dan Kontrol Sosial


​Wakil Ketua sekaligus Ketua Pelaksana Harian Jarkopnas, Rohmat, S.P. (Roy), menjelaskan bahwa organisasi ini telah dirintis sejak tahun 2023. Jarkopnas hadir sebagai ruang komunikasi inklusif bagi para jurnalis yang belum terakomodir dalam kelompok kerja (Pokja) lain.


​"Jarkopnas dibentuk sebagai wadah gabungan bagi rekan-rekan jurnalis media online maupun cetak. Ke depan, kami berkomitmen untuk segera menyiapkan sekretariat definitif sebagai pusat koordinasi, diskusi, dan rumah bersama insan pers," ujar Rohmat.


​Senada dengan hal tersebut, Dewan Pengawas sekaligus Penasihat Hukum Jarkopnas, H. Suliono, S.H., menekankan pentingnya peran strategis wartawan dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah. Ia juga memastikan bahwa legalitas formal organisasi akan segera didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) beserta penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).


​Kepengurusan Resmi Disepakati
​Ketua Umum Jarkopnas, H. Prapto, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kelancaran acara yang telah mengantongi izin resmi dari aparat kepolisian dan Forkopimcam Ngimbang ini. Ia juga berterima kasih atas dukungan penuh yang diberikan oleh tokoh masyarakat, H. Toni Hartono, agar agenda temu kancah ini dapat rutin dilaksanakan.


​Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan musyawarah mufakat untuk menetapkan susunan pengurus baru Jarkopnas Lamongan:


​• Dewan Pembina: H. Toni Hartono, H. Ujik, H. Tasrin


​• Dewan Pengawas: H. Suliono, S.H., Priwahyudi, Dwi Wahyudi


​• Ketua Umum: H. Prapto, S.Pd.


​• Wakil Ketua / Pelaksana Harian: Rohmat, S.P. (Roy)


​• Sekretaris: Eko Muji Widodo


​• Wakil Sekretaris: Agus


• ​Bendahara: Erna


​• Wakil Bendahara: Lustanto


​• Humas: Rawan, Ashari, Zainuri


​• Seksi Publikasi: Zamroni, Prastowo, Devika


​Acara yang berlangsung khidmat namun penuh keakraban ini ditutup dengan sesi foto bersama seluruh jajaran pengurus dan anggota Jarkopnas yang hadir. (s.genk). 

Selasa, 15 September 2026

​20 Koper Duit Ratusan Miliar 'Nyungsep' di OTT KPK, Misteri Pemilik Asli Bikin Publik Penasaran




​
​JAKARTA, MCE - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggebrak publik lewat operasi senyap yang mencengangkan. Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek pada Senin (14/9/2026), tim penyidik sukses mengamankan barang bukti fantastis berupa uang tunai rupiah dan valuta asing yang dibungkus rapi dalam boks, kardus, hingga memenuhi sekitar 20 koper. Estimasi awal nilainya pun tidak main-main, mencapai ratusan miliar rupiah. 


​Kini, lembaga antirasuah tengah mendalami informasi panas yang beredar luas di tengah masyarakat mengenai dugaan kepemilikan dana jumbo tersebut yang disinyalir milik Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa penyidik bakal menguliti tuntas asal-usul serta pihak-pihak yang terafiliasi dengan lautan uang tunai tersebut pada tahap penyidikan.


​Operasi tangkap tangan yang berkaitan dengan dugaan pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor dan penerimaan lainnya ini berhasil menjaring 17 orang. Setelah melakukan pemeriksaan intensif serta gelar perkara di tingkat pimpinan, status kasus resmi naik ke tahap penyidikan dengan sejumlah pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.


​Deretan nama kelas kakap yang turut diamankan dan menjalani pemeriksaan maraton di Gedung Merah Putih di antaranya adalah Dirjen PPTR Kementerian ATR/BPN Lampri, Kepala Kantah Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, Kepala Kantah Kota Tangerang Tardi, politikus Partai Golkar Fadh A Rafiq, Presdir PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi, hingga mantan Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto.


​Publik kini tinggal menunggu lembaran fakta baru dibuka lebar. KPK dijadwalkan bakal segera menggelar konferensi pers untuk membeberkan identitas lengkap tersangka, konstruksi perkara, serta peran masing-masing pihak di balik skandal megakorupsi pertanahan ini. (bp). 

Akses Jalan SMAN 1 Bangilan Rusak Parah Sejauh 1 Km, Keluhan Civitas Akademika Lempar Handuk ke Siapa




​TUBAN, MCE - Kondisi infrastruktur jalan menuju ke sekolah kembali menjadi sorotan. Akses jalan masuk sepanjang kurang lebih 1 kilometer menuju SMAN 1 Bangilan dikeluhkan oleh para civitas akademika akibat kondisinya yang hancur dan memprihatinkan. Selasa (19/9/2026). 


​Di tengah keluhan yang kian santer, teka-teki mengenai pihak yang bertanggung jawab atas perbaikan jalan tersebut menuai tanda tanya besar. Pasalnya, pihak sekolah melalui Wakil Kepala Sekolah (Waka) Humas, Marwan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala desa setempat untuk mencari solusi bersama. Namun, jawaban yang diterima justru menyatakan bahwa perbaikan infrastruktur tersebut bukan merupakan wewenang pihak desa.


​Pernyataan ini sontak memicu reaksi dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari Tim Pemerhati Pendidikan Indonesia (PPI). Tim PPI dengan tegas mendesak pihak-pihak terkait agar segera turun tangan dan memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan yang mengalami kerusakan parah di area fasilitas pendidikan ini.


​“Pertanyaannya, ini sebenarnya kewenangan siapa?” ungkap salah satu perwakilan Tim PPI yang menyayangkan lambatnya kejelasan penanganan infrastruktur penunjang pendidikan tersebut.


​Mengingat akses jalan ini setiap harinya dilintasi oleh ratusan siswa, guru, serta tenaga kependidikan, publik kini menanti langkah konkret dari instansi berwenang di tingkat kabupaten untuk segera mengambil alih dan membenahi jalur vital menuju SMAN 1 Bangilan sebelum menimbulkan dampak yang lebih membahayakan bagi keselamatan pengguna jalan. (bp). 

Senin, 14 September 2026

​Resmi Dilantik Prabowo, Suahasil Nazara Emban Amanah Baru Sebagai Menteri Keuangan




​
​JAKARTA, MCE - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih. Prosesi pelantikan yang sarat khidmat tersebut dilangsungkan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 14 September 2026.


​Pengangkatan ini didasarkan pada Keputusan Presiden (Kepres) RI Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024–2029.


​Dalam rangkaian acara kenegaraan tersebut, Presiden Prabowo memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan. Suahasil Nazara bersumpah untuk setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti kepada bangsa dan negara.


​Pelantikan strategis ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam menjaga stabilitas serta efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Khususnya, dalam memperkuat pengelolaan keuangan dan fiskal negara guna mendukung penuh pencapaian agenda pembangunan nasional ke depan.


​Sejumlah pejabat tinggi negara tampak hadir guna menyaksikan langsung prosesi pelantikan, di antaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.


​Hadir pula jajaran menteri serta kepala badan anggota Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, hingga Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo. (bp). 

​77 PNS Tuban Masuki Purna Tugas, Bupati Lindra Titip Pesan Penting Soal Ini



 TUBAN, MCE - Sebanyak 77 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tuban resmi memasuki masa purna tugas untuk periode Triwulan akhir tahun 2026, yang mencakup TMT (Terhitung Mulai Tanggal) 1 Oktober, 1 November, dan 1 Desember.


​Acara pelepasan yang penuh khidmat dan kehangatan tersebut diselenggarakan di Gedung Korpri Kabupaten Tuban pada Senin (14/9). Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky untuk menyerahkan langsung apresiasi serta melepas para abdi negara yang telah menyelesaikan masa baktinya.
​

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Mas Lindra ini menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas dedikasi serta loyalitas tinggi yang telah diberikan para PNS selama puluhan tahun mengabdi untuk kemajuan Kabupaten Tuban.


​"Masa kerja boleh berakhir, tetapi pengalaman, silaturahmi, dan pengabdian untuk masyarakat tetap dapat dilanjutkan dalam bentuk yang berbeda," ujar Bupati Lindra di hadapan puluhan purna tugas.


​Lebih lanjut, Bupati Tuban turut memberikan sejumlah pesan konstruktif bagi para pegawai yang akan segera memasuki babak baru kehidupan ini. Ia mengimbau agar para purna tugas senantiasa menjaga kesehatan fisik dan mental, meluangkan lebih banyak waktu berkualitas bersama keluarga tercinta, serta tetap produktif dengan berkegiatan positif di tengah masyarakat.


​Selain itu, Mas Lindra juga mengingatkan pentingnya perencanaan finansial yang matang. Pengelolaan keuangan yang bijak serta pemeliharaan aset yang telah dikumpulkan selama masa aktif bekerja dinilai menjadi kunci penting untuk menikmati masa pensiun yang mandiri dan sejahtera.


​Pelepasan ini ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir dari Pemkab Tuban atas jasa dan kontribusi nyata para pegawai selama berkarier di pemerintahan. (bp). 

Sabtu, 12 September 2026

Operasi Senyap Satpol PP Probolinggo, 11 Penghuni Embung Miring Diangkut


​


Probolinggo, MCE - Ada yang bilang informasi itu mahal harganya, tapi buat para pelaku praktik esek-esek di kawasan Embung Miring (EMI), Desa Banjar Sawah, Kecamatan Tegalsiwalan, informasi bocor justru jadi komoditas penyelamat hidup. Sayangnya, strategi "bocor alus" andalan mereka kali ini resmi dipatahkan telak oleh Satpol PP Kabupaten Probolinggo.


​Gerah karena operasi sebelumnya selalu bernasib mirip ghosting—mendekat tapi targetnya sudah kabur duluan—Satpol PP Kabupaten Probolinggo akhirnya menggunakan jurus pamungkas: Operasi Senyap tanpa suara dan tanpa salam.


​Hasilnya? Sangat memuaskan bagi petugas, tapi pastinya bikin gigit jari para target. Tanpa sempat merapikan diri atau pasang gestur pura-pura lugu, sebanyak 11 Pekerja Seks Komersial (PSK) langsung diciduk tanpa ampun pada Jumat (11/9/2026).


​Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo, Taupik Alami, blak-blakan membongkar alasan di balik aksi senyap ala ninja ini.

​• Strategi Jitu: Operasi sengaja dirahasiakan rapat-rapat karena laporan sebelumnya selalu bocor sebelum petugas tiba di lokasi.

​• Tarif Terjangkau: Berdasarkan temuan di lapangan, tarif yang dipatok untuk sekali "main" terbilang merakyat, yakni Rp100 ribu plus biaya sewa kamar.

​• Proses Hukum: Seluruhnya langsung digelandang ke Kantor Damkar Satpol PP di Kecamatan Dringu untuk menjalani tes kesehatan dan pendataan identitas.


​Kini, ke-11 "pemain" tersebut harus siap-siap menghadapi kenyataan pahit. Selain didata, mereka juga tengah menjalani pemeriksaan kesehatan intensif guna memastikan apakah ada indikasi penyakit menular atau sekadar muka lama yang gemar ganti panggung.


​Pemerintah daerah sepertinya ingin memberi pesan tegas: kalau mau main kucing-kucingan, pastikan pawangnya tidak ikut turun tangan. Bagaimana, masih mau coba-coba mangkal lagi setelah ini. 


​Kira-kira, sampai kapan para "pemain" nekat ini jera dengan tarif seadanya tapi risiko urusan nyawa dan hukum seluas samudra? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar. (bp). 

Pemkab Lamongan Gelontorkan Beasiswa hingga S2 dan Gerakkan Ratusan Guru


​LAMONGAN, MCE - Pendidikan adalah hak segala bangsa, dan di Lamongan, hak itu kini dikawal hingga ke akar rumput. Di tengah dinamika zaman yang kian kompetitif, Pemerintah Kabupaten Lamongan mengambil langkah progresif melalui Program Beasiswa Perintis dan Aksi Biru.


​Langkah tegas ini dikukuhkan langsung oleh Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, saat menghadiri Momentum (Mutu Open House and Education Forum) di SMP Muhammadiyah 7 Paciran, Sabtu (12/9). Komitmen nyata ini sekaligus mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan di angka 76,81—melampaui rata-rata Provinsi Jawa Timur.


​Merajut Asa Lewat Aksi Biru dan Beasiswa Tanpa Batas


​Pemkab Lamongan memastikan tidak ada satupun anak yang tertinggal di gerbang masa depan. Melalui Aksi Biru (Anak Tidak Sekolah Kembali Sekolah melalui Bakti Insan Guru), sebanyak 500 guru pendamping dikerahkan untuk merangkul kembali anak usia 7 hingga 18 tahun yang sempat putus sekolah atau belum pernah mengenyam pendidikan.


​Tidak berhenti di situ, Beasiswa Perintis hadir sebagai jaring pengaman sosial pendidikan yang masif. Program prioritas ini merangkul tiga kategori utama tanpa pandang bulu:

​Kurang Mampu: Menjamin akses bagi keluarga prasejahtera.

​Berprestasi: Mengapresiasi potensi akademik dan non-akademik.

​Penghafal Al-Qur'an: Khusus bagi hafidz minimal 15 juz.


​“Mulai SD hingga S2, semua terjawab di Beasiswa Perintis. Ini komitmen kami agar tidak ada anak Lamongan yang putus asa karena biaya,” tegas Wabup Dirham.


​Menatap Tantangan Global dengan Kolaborasi Kolektif


​Wabup Dirham mengingatkan bahwa tantangan masa depan tidak hanya berhenti pada ijazah formal. Penguatan soft skill—seperti kepercayaan diri, public speaking, berpikir kritis, hingga kemampuan mengambil keputusan—kini menjadi kurikulum tak kasat mata yang wajib diasah sejak dini.


​Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, dan pelaku usaha mutlak diperlukan untuk membangun ekosistem pendidikan Lamongan yang berdaya saing global.


​Informasi Penting Pendaftaran


​Bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan fasilitas pendidikan ini, pendaftaran Beasiswa Perintis masih dibuka hingga 30 September 2026. Informasi dan pendaftaran dapat diakses secara mandiri melalui laman resmi:
perintis.lamongankab.go.id


​Bagaimana strategi di daerah Anda dalam mengatasi masalah anak putus sekolah dan pemerataan akses pendidikan tinggi. (s.genk). 

Jumat, 11 September 2026

​Siswa SMAN 1 Kalitidu Sabet Juara 1 Floorball Surabaya Rising Championship 2026



​BOJONEGORO, MCE - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Tim Floorball putra perwakilan dari SMA Negeri 1 Kalitidu sukses memborong gelar Juara 1 Kategori 3 on 3 KU 18 dalam ajang bergengsi Surabaya Rising Championship Floorball "Road to Porprov 2026". Jumat (11/9/2026). 


​Keberhasilan luar biasa ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan kekompakan tinggi yang ditunjukkan oleh ketiga atlet muda berbakat SMAN 1 Kalitidu, yaitu:

​• Abi Manyu (Kelas X-3)

​• Abil Dwi Prayogo (Kelas XI-8)

​• M. Ronal Handani (Kelas XII-4)


​Ajang Surabaya Rising Championship Floorball sendiri menjadi panggung krusial bertajuk "Road to Porprov 2026", yang menguji mental bertanding serta kematangan strategi para atlet muda dari berbagai daerah.


​Pihak sekolah melalui slogan khasnya terus memotivasi para siswa untuk menjunjung tinggi sportivitas: "Teruslah berprestasi dan menginspirasi, untuk berkarya dan jadilah jawara!"


​Kemenangan gemilang ini diharapkan mampu menjadi momentum serta pijakan awal yang kokoh bagi tim SMAN 1 Kalitidu untuk melangkah lebih jauh, mendulang prestasi puncak, dan mengharumkan nama daerah pada kompetisi Porprov 2026 mendatang.


​Bagaimana tanggapan Anda melihat aksi gemilang para pelajar SMAN 1 Kalitidu yang sukses mengharumkan nama daerah di kancah olahraga regional ini. (bp). 

SMAN 1 Kalitidu Sukses Harumkan Nama Bojonegoro di Ajang Floorball Surabaya Rising Championship 2026




​
​BOJONEGORO, MCE - Semangat membara ditunjukkan oleh para pelajar SMAN 1 Kalitidu di kancah olahraga regional. Di tengah persaingan yang ketat, tiga siswi berbakat dari sekolah ini sukses membuktikan taringnya dengan merengkuh Juara 3 dalam ajang bergengsi Kejuaraan Surabaya Rising Championship Floorball "Road to Porprov 2026". Jumat (11/9/2026). 
​

Prestasi gemilang ini dipersembahkan oleh Aslihatul 'Ailiyah (X-5), Rieva Dwi Cantika (XI-1), dan Gheza Elleva Lian Varisca (XII-1) yang turun di kategori 5 vs 5 Putri KU 19. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi institusi sekolah, tetapi juga membawa harum nama Kabupaten Bojonegoro di tingkat Provinsi Jawa Timur.


​Keberhasilan luar biasa ini turut mendapat apresiasi tinggi dari Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro, Maskun, S.Pd., M.M, serta Kepala SMAN 1 Kalitidu, Ninis Aris Wibawati, S.Pd., M.Pd. Dengan mengusung motivasi "Teruslah berprestasi dan menginspirasi, untuk berkarya dan jadilah jawara", pencapaian ini diharapkan mampu memantik motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus menorehkan prestasi gemilang di berbagai bidang, khususnya menyongsong ajang Porprov 2026 mendatang. (bp). 

Tim Floorball MTsN 1 Bojonegoro Sabet Juara Umum dan Borong Gelar di Ajang Surabaya Rising Champion




​BOJONEGORO, MCE - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Tim Floorball MTsN 1 Bojonegoro sukses mengguncang panggung kejuaraan tingkat Provinsi "Surabaya Rising Champion" yang diselenggarakan oleh KONI Kota Surabaya. Tidak tanggung-tanggung, madrasah yang dikenal sebagai "Madrasahnya Para Juara" ini memborong berbagai gelar juara utama dan penghargaan individu sekaligus.


​Kepala MTsN 1 Bojonegoro, Saifuddin Yulianto, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi mendalam serta rasa bangga atas kerja keras dan dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh para atlet muda didikannya.


​"Alhamdulillah, prestasi ini merupakan buah dari kedisiplinan, sportivitas, serta latihan intensif yang luar biasa. Teruslah melangkah dan raih prestasi yang lebih tinggi untuk mengharumkan nama MTsN 1 Bojonegoro," ungkap Saifuddin dengan penuh bangga.


​Berdasarkan hasil resmi kejuaraan, berikut adalah deretan prestasi gemilang yang diraih oleh Tim Floorball MTsN 1 Bojonegoro:

​Juara 1 Kategori 3on3 KU-15 Putra

​Juara 1 Kategori 3on3 KU-18 Putra

​Juara 1 Kategori 5vs5 KU-15 Putri

​Juara 3 Kategori 5vs5 KU-15 Putri

​Best Player Putri KU-15: Ashila

​Best Player Putra KU-15: Tegar


​Keberhasilan menyapu bersih berbagai kategori bergengsi ini membuktikan bahwa pembinaan ekstrakurikuler di MTsN 1 Bojonegoro berjalan sangat sukses, sejalan dengan slogan mereka: Work Hard, Play Smart, Be a Champion. Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa madrasah mampu bersaing dan mendominasi kejuaraan olahraga tingkat regional di Jawa Timur. (bp) 

​Teladan Harmoni dari Babat Lamongan: Masjid Dikelola NU-Muhammadiyah Bersamaan, Khatib Sentil Peran Strategis Masjid




​
​LAMONGAN, MCE - Suasana khidmat tampak memadati Masjid Jami' Al Huda, Desa Bedahan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, saat pelaksanaan Sholat Jum'at, Jumat Legi (11/9/2026). Ratusan jamaah tumpah ruah memenuhi ruang utama hingga serambi masjid kebanggaan warga setempat.


​Di balik antusiasme tersebut, Masjid Jami' Al Huda menyimpan nilai historis dan sosiologis yang kuat. Sejak awal pendiriannya hingga kini di tahun 2026, masjid ini konsisten dikelola secara gotong royong dan harmonis oleh dua ormas Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Tradisi kolaborasi ini menjadikan Masjid Al Huda sebagai benteng persatuan umat Islam di wilayah Babat.


​Bertindak selaku imam sekaligus khatib pada Jumat siang ini adalah Gus Luthfi, guru MAN 2 Lamongan yang juga dinobatkan sebagai Guru Madrasah Inspiratif Nasional Kementerian Agama RI 2022 sekaligus Ketua Komisi Nasional Pendidikan Kabupaten Lamongan.


​Menghidupkan Kembali Peradaban dari Mimbar Jumat


​Mengusung tema utama "Fungsi Masjid sebagai Pusat Peradaban Islam", Gus Luthfi dalam khutbahnya melontarkan pesan yang tajam dan menggugah kesadaran jamaah. Ia menyerukan agar umat Islam merefleksikan kembali peran fundamental masjid sebagaimana dicontohkan di masa Rasulullah SAW.


​"Masjid bukan hanya tempat sholat lima waktu. Di masa Rasulullah, masjid adalah pusat pendidikan, pusat pemerintahan, pusat ekonomi, dan pusat peradaban. Jika kita ingin umat ini bangkit, maka masjid harus kita hidupkan kembali fungsinya," tegas Gus Luthfi di hadapan ratusan jamaah.


​Lebih lanjut, ia merinci lima pilar strategis fungsi masjid di era modern:

​1. Pusat Ibadah dan Spiritual: Wadah utama menempa keimanan lewat sholat berjamaah, kajian intensif, dan dzikir.

​2. Pusat Pendidikan: Basis pencetakan generasi Qur'ani melalui Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), madrasah diniyah, dan majelis taklim.

​3. Pusat Ekonomi Kerakyatan: Optimalisasi dana umat (ZIS) guna memberdayakan kesejahteraan masyarakat sekitar.

​4. Pusat Pembinaan Sosial: Ruang solutif untuk merajut silaturahmi dan menengahi problematika sosial warga.

​5. Pusat Dakwah: Corong penyebaran Islam yang moderat dan rahmatan lil 'alamin.


​Buah Manis Kerukunan Umat


​Mengakhiri khutbahnya, Gus Luthfi mengapresiasi konsistensi pengelolaan Masjid Jami' Al Huda yang menjadi simbol konkret sinergi lintas ormas di tingkat akar rumput.


​"Masjid Jami' Al Huda Bedahan yang dikelola bersama oleh NU dan Muhammadiyah adalah teladan nyata. Mari jadikan masjid ini jantung kegiatan umat, agar lahir dari sini para penghafal Al-Qur'an, cendekiawan, dan pemimpin berakhlak mulia," pungkasnya.


​Rangkaian ibadah Sholat Jumat berjalan lancar dan ditutup dengan doa bersama untuk kemaslahatan umat, keberkahan para penuntut ilmu, serta kejayaan Islam yang damai. Melalui momentum ini, Masjid Jami' Al Huda semakin meneguhkan posisinya sebagai mercusuar peradaban dan pusat kerukunan umat Islam di Kabupaten Lamongan.


​Reporter: Tim Media Masjid Jami' Al Huda

​Editor: bp/MCE

Kamis, 10 September 2026

Terkuak! Tabir Gelap Puluhan Ijasah Alumni di MAN 3 Bojonegoro




​Bojonegoro, MCE - Dunia pendidikan Bojonegoro mendadak gempar dan panas dingin! Gara-gara Pemerhati Pendidikan Indonesia (PPI) advokasi ijasah seorang mbak-mbak cantik asal Tambakrejo berinisial PDC—yang notabene alumni MAN 3 Bojonegoro lulusan 2023—borok penahanan puluhan ijazah menurut data akhirnya terbongkar ke permukaan publik. Jumat (11/9/2026). 


"Ini baru lulusan tahun yang sama dan sekelas atau jurusan. Bagaimana dengan jurusan yang lain dan juga lulusan tahun sebelumnya atau tahun sesudahnya." Ucap Bangun geleng-geleng kepala. 


​Bayangkan, setelah tiga tahun jungkir balik meresapi pelajaran, pontang-panting kerja kelompok, dan berdarah-darah menghadapi ujian, hak suci anak-anak ini malah "dipenjara" di dalam lemari madrasah. Alasan klasik apa lagi yang mau dipakai? Biaya sumbangan? Hellooo, ini madrasah negeri, Bos! Duit APBN dan anggaran pemerintah pusat sudah ngalir deras buat kalian, kok tega-teganya ijazah anak orang ditahan kayak jaminan hutang di pinjol?


​"Ijazah adalah hak konstitusional anak! Jangan dipenjara di madrasah dengan alasan apapun. Kalau miskin secara ekonomi, sumbangan itu TIDAK WAJIB!" tegas Bangun Purnomo, Pemerhati Pendidikan Indonesia, dengan nada geram.


​Menurut Bangun, tindakan menahan ijazah sama dengan mematikan masa depan anak bangsa yang mau cari kerja atau lanjut kuliah. Kalau pihak madrasah masih punya hati nurani, ijazah-ijazah itu seharusnya diantar door-to-door langsung ke rumah masing-masing alumni, bukan malah dibiarkan berdebu di gudang arsip. 


​Sekarang bola panas ada di tangan MAN 3 Bojonegoro. Publik dan netizen budiman di seluruh Nusantara sudah siap menagih janji: Mana nih klarifikasinya? Jangan cuma diem sambil pasang status galau, buruan tunjukin bukti dokumentasi penyerahan ijazah para alumni sekarang juga. 


​Kira-kira, pihak madrasah bakal buru-buru klarifikasi atau pura-pura pikun, nih. (bp). 

Berita Terbaru