JAKARTA, MCE - Sabtu (8/11) menjadi hari yang penuh ketegangan dan keprihatinan menyusul insiden ledakan yang mengguncang SMAN 72 Kelapa Gading. Namun, di tengah suasana duka tersebut, sebuah sinar kepedulian hadir langsung dari pucuk pimpinan Korps Bhayangkara. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., tak menunggu lama untuk menunjukkan empati dan tanggung jawab institusinya.
Dengan langkah tegap namun penuh kehangatan, Kapolri Listyo Sigit tiba di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih untuk menjenguk langsung para korban yang tengah menjalani perawatan. Kunjungan ini bukanlah sekadar formalitas, melainkan sebuah manifestasi nyata dari "Presisi" yang selama ini ia gaungkan: kedekatan Polri dengan masyarakat, terutama dalam situasi krisis.
Sebelum memasuki ruang perawatan, Jenderal bintang empat ini menyempatkan diri meninjau posko layanan trauma healing dari Psikologi Kepolisian. Ia ingin memastikan bahwa tidak hanya luka fisik yang ditangani, tetapi juga trauma batin yang mungkin membekas. Posko ini menjadi garda terdepan dalam memberikan pendampingan psikologis, sebuah langkah krusial mengingat dampak emosional yang ditimbulkan oleh sebuah ledakan.
Data sementara dari RSI Cempaka Putih menunjukkan betapa seriusnya kejadian ini. Pihak rumah sakit telah menerima total 39 korban ledakan SMAN 72. Meski 25 pasien telah diizinkan pulang setelah mendapatkan penanganan awal yang memadai, masih ada 14 orang yang memerlukan perawatan intensif dan masih terbaring di rumah sakit, termasuk di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang juga dikunjungi oleh Kapolri.
Kapolri Listyo Sigit berdialog dengan tenaga medis, memastikan bahwa seluruh korban mendapatkan penanganan medis terbaik dan seoptimal mungkin. Lebih dari itu, kehadirannya di sisi tempat tidur korban menjadi suntikan semangat dan harapan. Kunjungan ini secara tegas menunjukkan kepedulian institusi Polri terhadap kemanusiaan. Ia memastikan bahwa penanganan medis dan pendampingan psikologis berjalan selaras dan berkelanjutan.
Langkah responsif ini juga diperkuat oleh Polda Metro Jaya yang segera mendirikan posko trauma healing di dua rumah sakit sekaligus. Upaya ini bukan hanya untuk korban, tetapi juga untuk keluarga yang pasti merasakan kecemasan dan kepanikan. Keberadaan posko-posko ini menegaskan komitmen Polri untuk menjadi sahabat masyarakat dalam masa-masa sulit, membantu memulihkan tidak hanya raga, tetapi juga jiwa.
Kunjungan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di RSI Cempaka Putih hari itu mengirimkan pesan yang kuat: Negara hadir, dan Kepolisian berada di garis depan untuk melindungi, mengayomi, dan memulihkan setiap warganya. Ini adalah refleksi dari Polri yang humanis dan peduli, siap mendampingi masyarakat dari ancaman bahaya hingga pemulihan pasca-bencana. (Aura).
