BOJONEGORO, MCE – Kabupaten Bojonegoro kian mengukuhkan eksistensinya di panggung geologi internasional. Melalui sinergi strategis dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemerintah Kabupaten Bojonegoro resmi membuka Gedung Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro di Jalan Panglima Sudirman, Selasa (20/1/2026). Langkah besar ini merupakan manifestasi komitmen kuat daerah dalam meraih status bergengsi UNESCO Global Geopark (UGGp). Minggu (25/1).
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan bahwa kekayaan alam Bojonegoro bukan sekadar sumber daya, melainkan warisan peradaban. Fokus utama tertuju pada keberadaan sumur-sumur minyak tua yang memiliki nilai saintifik luar biasa.
"Kita memiliki kewajiban moral untuk menjaga dan mengelola warisan ini dengan bijaksana. PIG ini diproyeksikan menjadi pusat kajian akademik yang menjadi rujukan geologi dunia," ujar Bupati Wahono dalam sambutannya.
Berdiri di atas lahan seluas 965,64 m² dengan bangunan dua lantai, PIG Geopark Bojonegoro bukan sekadar gedung serbaguna. Tempat ini dirancang sebagai:
- Wadah Informasi Ilmiah: Menyajikan data struktur batuan, fosil, dan fenomena alam unik khas Bojonegoro.
- Pusat Pendidikan & Riset: Mendukung akademisi dan mahasiswa dalam mengeksplorasi kekayaan bumi.
- Inkubator Ekonomi: Mengembangkan sektor geowisata edukatif yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Welly Fritama, menambahkan bahwa Bojonegoro kini membawa nama Indonesia. Dengan 31 situs keanekaragaman (terdiri dari 20 Geodiversity, 3 Biodiversity, dan 8 Cultural Site), Bojonegoro optimis menembus kualifikasi UGGp 2026.
Pujian senada datang dari Prof. Ibrahim Komoo, Vice President of UNESCO Global Geopark. Ia menyoroti kawasan Wonocolo sebagai fenomena unik yang tidak ditemukan di belahan bumi lain.
"Wonocolo adalah satu-satunya tempat di dunia di mana hubungan antara sumber petroleum dan aktivitas manusia terekam begitu nyata melalui lebih dari 700 sumur minyak yang masih aktif. Ini adalah nilai jual global yang luar biasa," ungkapnya.
Peresmian ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, termasuk perwakilan Komite Geopark Nasional Indonesia (KGNI), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta para pakar geologi. Momentum ini menandai babak baru bagi Bojonegoro: dari kekayaan terpendam menjadi warisan dunia yang diakui secara global. (bp).
