BOJONEGORO, MCE — Keberhasilan sebuah program pembangunan tidak hanya diukur dari angka di atas kertas, melainkan dari sejauh mana manfaatnya menyentuh dapur keluarga masyarakat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menunjukkan komitmen nyata dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi melalui ekspansi masif Program Domba Kesejahteraan. Sabtu (24/1/2026).
Melihat dampak positif yang signifikan pada tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Bojonegoro secara resmi mengumumkan peningkatan kuota penerima manfaat yang sangat progresif. Jika pada tahun 2025 program ini menyasar 1.200 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), maka pada tahun 2026 ini jumlah tersebut melonjak tajam menjadi 3.325 KPM.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Fajar Dwi Nurrizki, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan hibah sekali putus. Pada tahun 2025, pendistribusian 1.200 ekor domba telah menjadi stimulus bagi warga untuk mulai membangun aset produktif.
"Program ini kami rancang agar mampu menjadi sumber penghasilan tambahan yang berkelanjutan bagi masyarakat. Kami ingin mendorong warga tidak hanya sebagai penerima bantuan, tetapi bertransformasi menjadi peternak yang mandiri secara ekonomi," ujar Fajar.
Pilihan pada sektor peternakan domba bukanlah tanpa alasan. Bojonegoro memiliki potensi lahan dan ketersediaan pakan alami yang melimpah. Dengan memberikan bibit domba berkualitas kepada masyarakat, Pemkab tengah menanam benih investasi jangka panjang. Harapannya, hasil dari pengembangbiakan domba ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi di tingkat desa.
Langkah berani menaikkan kuota hingga lebih dari dua kali lipat di tahun 2026 mencerminkan optimisme pemerintah daerah bahwa sektor peternakan adalah kunci penggerak roda ekonomi kerakyatan. Dengan pengawasan ketat dan pendampingan dari Dinas Peternakan, program ini diharapkan menjadi role model nasional dalam hal pemberdayaan masyarakat berbasis komoditas lokal.
Mengapa Ini Penting bagi Masyarakat?
- Peningkatan Pendapatan: Memberikan aset hidup yang memiliki nilai jual tinggi dan dapat dikembangkan.
- Pemberdayaan Berkelanjutan: Mengedukasi masyarakat tentang tata kelola peternakan modern.
- Ketahanan Ekonomi: Memperkuat fondasi ekonomi keluarga dari guncangan inflasi atau ketidakpastian pasar.
Melalui langkah nyata ini, Bojonegoro tidak hanya sekadar memberi "ikan", melainkan memberikan "kail" dan mengajarkan cara memancing yang benar, demi mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya saing di tahun 2026. (bp).
