Tampilkan postingan dengan label kabupaten lamongan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kabupaten lamongan. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Agustus 2026

Revolusi Sampah Jadi Listrik: Lamongan Si Pasok 92 Ton Sampah untuk Proyek Strategis Nasional PSEL



​LAMONGAN, MCE - Persoalan sampah perkotaan kini bukan lagi sekadar tantangan lingkungan, melainkan peluang besar menuju kemandirian energi. Kabupaten Lamongan mengambil langkah progresif dengan menyatakan kesiapannya mendukung penuh percepatan Implementasi Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).


​Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat menghadiri audiensi strategis bersama Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Bidang Pangan, Managing Director Investment Danantara, serta PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera). Pertemuan penting ini berlangsung dalam agenda Kunjungan Kerja di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Senin (31/8).


​Program PSEL dihadirkan sebagai solusi komprehensif dalam mengurai volume sampah hulu hingga hilir yang kian menumpuk. Melalui kolaborasi lintas daerah di Jawa Timur, proyek ambisius ini tidak hanya berorientasi pada pengurangan beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga mengonversi limbah padat menjadi sumber energi terbarukan yang bernilai ekonomis tinggi.


​Dalam pemaparannya, Bupati yang akrab disapa Bupati Yes ini menyampaikan bahwa Lamongan telah menunjukkan progres signifikan. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan teknis, Lamongan kini mampu menyiapkan pasokan 92 ton sampah per hari dari target 100 ton yang ditetapkan. Pemerintah Kabupaten Lamongan pun terus mengoptimalkan berbagai potensi agar target penuh dapat segera tercapai.


​Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Lamongan akan segera memperkuat sinergi melalui kerja sama strategis dengan pihak eksternal. Langkah ini diambil guna memastikan distribusi sampah dari wilayah Lamongan menuju fasilitas PSEL dapat berjalan lancar, efisien, dan berkelanjutan.


​Transformasi hijau ini diyakini mampu memberikan dampak ganda: mewujudkan lingkungan yang lebih bersih sekaligus menghadirkan nilai tambah nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas. (s.genk). 

Jumat, 28 Agustus 2026

Respons Tegas Bupati Lamongan: Sikat Pungli Pasar dan Wajibkan Transaksi Non-Tunai



​Lamongan, MCE - Bupati Lamongan, Yuhronur Effendi, mengambil langkah tegas menyusul keresahan para pedagang terkait praktik pungutan liar (pungli) dan jual-beli kartu hijau di lingkungan pasar daerah. Melalui instruksi resmi, pemerintah daerah memastikan tidak ada ruang bagi oknum yang bermain-main dengan hak pedagang kecil. Jumat (28/8/2026). 


​Berikut adalah pokok penertiban yang kini resmi diberlakukan:


​• Pengawasan Ketat SPI: Satuan Pengawas Internal (SPI) Perumda Pasar diinstruksikan untuk mengawal ketat seluruh arus pungutan dan setoran pendapatan.

​• Revisi Regulasi Tarif: Manajemen diwajibkan menata ulang aturan pungutan pasar sesuai ketentuan yang berlaku agar lebih berkeadilan.

​• Transparansi Publik: Pemasangan banner rincian tarif resmi wajib dilakukan di area pasar setelah aturan baru diterbitkan demi mencegah salah paham.

​• Digitalisasi Pembayaran: Seluruh transaksi keuangan kini dialihkan menggunakan sistem non-tunai langsung ke rekening resmi Perumda Pasar Lamongan.


​Langkah ini merupakan tindak lanjut atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat serta pengaduan resmi dari aliansi "Pedagang Pasar Yang Menuntut Keadilan" yang merasa dirugikan oleh ketidakjelasan biaya dan praktik sewa lapak yang tidak transparan.


​Plt. Direktur Perumda Pasar Lamongan, Nurul Mukminin, membenarkan adanya temuan oknum yang memungut biaya sewa stand secara tidak transparan di lapangan, termasuk di wilayah Pasar Ikan. Pihaknya memastikan proses sosialisasi kepada para pedagang melalui paguyuban serta pendataan kartu pembayaran non-tunai saat ini sedang berjalan.


​Dengan kebijakan baru ini, para pedagang berharap praktik pungli dapat segera diberantas tuntas dan iklim perdagangan di Lamongan kembali bersih serta transparan. (s.genk/MCE). 

Rabu, 26 Agustus 2026

Guru MAN 2 Lamongan Resmi Kantongi Sertifikat Kepala Madrasah Berstandar BNSP



LAMONGAN, MCE — Dunia pendidikan di Kabupaten Lamongan kembali menorehkan prestasi membanggakan. M. Luthfillah, M.Ag., yang juga tercatat sebagai guru pengampu mata pelajaran Fikih di MAN 2 Lamongan, resmi dinyatakan kompeten dan berhak mengantongi Sertifikat Profesi Kepala Madrasah Aliyah berstandar nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kamis (27/8/2026). 


​Pengakuan resmi ini diraih setelah melalui rangkaian Uji Sertifikasi Kepala Madrasah Aliyah yang diselenggarakan secara ketat oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Manajemen Pendidikan Islam. Pelaksanaan uji kompetensi tersebut bertempat di MAN 2 Kota Bandung, Jawa Barat, pada Jumat–Sabtu, 21–22 Agustus 2026.


​Standar Kompetensi Ketat: Dalam ujian tersebut, peserta diuji secara mendalam pada tujuh unit kompetensi utama, meliputi:

​• Penyusunan visi dan misi madrasah

​• Pengelolaan kurikulum dan kegiatan pembelajaran

​• Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan

• Pengelolaan sarana dan prasarana

​• Manajemen keuangan madrasah

​• Pengelolaan hubungan madrasah dengan masyarakat

​• Implementasi kepemimpinan pembelajaran yang efektif


​Rekam jejak kepemimpinan M. Luthfillah, M.Ag. di lingkungan MAN 2 Lamongan sendiri sudah tidak diragukan lagi. Beliau pernah dipercaya mengemban amanah strategis sebagai Wakil Kepala (Waka) Hubungan Masyarakat (Humas) MAN 2 Lamongan selama dua periode, yakni tahun 2015–2020 dan 2022–2024. Dengan capaian sertifikasi BNSP ini, kapasitas manajerial dan kepemimpinannya kini semakin teruji secara profesional.


“Alhamdulillah, sertifikat ini adalah amanah. Semoga bisa menjadi wasilah untuk terus meningkatkan mutu madrasah dan mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan,” tutur M. Luthfillah, M.Ag. menyikapi pencapaian penting ini.


​Pihak sivitas akademika MAN 2 Lamongan menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan tersebut. Capaian ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi para pendidik lainnya untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kompetensi diri demi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.


​Reporter: Tim Media Komnas Pendidikan Kabupaten Lamongan
​Editor: Redaksi

Senin, 17 Agustus 2026

Indonesia 81 Tahun Merdeka: Jalan Tol Mulus, Tapi Mental Masih Jalan di Tempat




​Oleh: M. Luthfillah, M.Ag.
(Ketua Komisi Nasional Pendidikan Kabupaten Lamongan & Guru Madrasah Inspiratif Nasional Kementerian Agama RI 2022)


​Lamongan, MCE - Tepat pada 17 Agustus 2026, Republik Indonesia resmi menapaki usia 81 tahun. Jika disetarakan dengan usia manusia, angka ini sudah masuk fase matang—bahkan sepuh. Namun, pertanyaannya: apakah kematangan usia ini sejalan dengan kemerdekaan substansial yang kita rasakan?


​Dulu, para pendiri bangsa dan pejuang kita bertaruh nyawa melawan penjajah fisik bermodalkan bambu runcing. Hari ini, musuh yang kita hadapi tidak lagi datang berseragam militer asing, melainkan berwajah lokal: korupsi yang menggurita, kebodohan yang dipelihara, dan kemiskinan yang kerap dijadikan komoditas.

Sangat ironis ketika kita membanggakan infrastruktur megah, sementara fondasi manusianya rapuh digerus kebejatan moral.


​Realitas Pahit di Usia 81 Tahun


​Kemerdekaan hari ini kerap ternoda oleh kontradiksi sosial yang mencolok mata. Publik disuguhi pemandangan satir di berbagai lini kehidupan:


​• Percuma jalan tol dibangun semulus kaca, kalau anggaran pembangunannya justru jadi bancakan koruptor.

​• Percuma fasilitas sekolah megah bertebaran, kalau di sisi lain masih ada guru-guru honorer yang digaji jauh dari kata layak.

​• Percuma gelontoran bansos bernilai triliunan, kalau mental masyarakat disetir untuk terus menengadah, sementara distribusi di bawah sarat pungutan dan ketidakjujuran.


​Jika dibiarkan, usia 81 tahun ini hanya akan menjadi seremoni tahunan tanpa makna. Oleh karena itu, PR terbesar bangsa ini di usianya yang ke-81 mengerucut pada tiga agenda utama:

1. Merdeka dari Kebodohan


​Kunci utamanya ada di sektor pendidikan. Sekolah dan madrasah harus dikembalikan marwahnya sebagai tempat paling terhormat, bukan sekadar pabrik ijazah.


​• Kesejahteraan Guru: Mustahil mencetak generasi unggul jika tenaga pendidiknya masih dibebani kecemasan dapur.


​• Transformasi Literasi: Anak-anak kita harus didorong untuk cinta membaca dan berpikir kritis, bukan sekadar menghabiskan waktu berjam-jam untuk scroll konten nirfaedah.


​• Peran Orang Tua: Gadget bukanlah pengasuh pengganti. Perhatian nyata dan pendampingan orang tua di rumah jauh lebih berharga daripada fasilitas digital tanpa batas.


​2. Merdeka dari Kemiskinan


​Melepaskan diri dari rantai kemiskinan tidak cukup dengan memberi ikan, melainkan harus mengajarkan cara memancing. Pemerintah pusat, daerah, hingga level desa wajib fokus memberikan keterampilan nyata.


​• Cetak generasi muda yang berjiwa wirausaha, mandiri, piawai mengelola UMKM, bertani modern, hingga menguasai ekonomi digital.


​• Ubah mentalitas instan "mental bansos" menjadi "mental produsen" yang produktif dan mandiri.


​3. Merdeka dari Korupsi (Penyakit Paling Ganas)


​Korupsi adalah kejahatan kemanusiaan yang merampas hak anak-anak untuk sekolah, hak pasien untuk berobat, dan hak rakyat kecil atas keadilan sosial. Memberantasnya tidak bisa hanya ditonton, melainkan harus dilawan dengan langkah taktis:


​1. Mulai dari Diri Sendiri: Ajarkan integritas di rumah. Jangan biasakan anak-anak melihat budaya suap, titipan curang, atau mengambil hak yang bukan miliknya. Korupsi kakap selalu bermula dari kebiasaan kecil yang dimaklumi.


​2. Transparansi Tanpa Tapi: Anggaran desa, dana BOS sekolah, hingga pos bantuan sosial wajib dipajang secara terbuka agar bisa diawasi publik. Warga harus berani bersuara dan melapor jika menemukan kejanggalan.


3. ​Efek Jera Maksimal: Hukuman bagi koruptor tidak boleh setengah-setengah. Wajibkan mereka mengembalikan kerugian negara, jatuhkan hukuman berat, dan sita seluruh asetnya tanpa pandang bulu.


​4. Pendidikan Anti-Korupsi Sejak Dini: Tanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan penolakan terhadap gratifikasi melalui kurikulum sekolah, madrasah, hingga kegiatan kepanduan seperti Pramuka.


​Penutup: Menyongsong Indonesia Emas 2045


​Delapan puluh satu tahun bukanlah waktu yang singkat untuk terus-menerus mengulang kesalahan yang sama. Kemerdekaan ini harus diisi secara nyata melalui tiga instrumen utama: Belajar, Kerja, dan Jujur.


​Jika ketiga prinsip ini konsisten kitapegang bersama—dari tingkat RT, guru, kepala desa, hingga pucuk pimpinan tertinggi—maka impian menatap Indonesia Emas 2045 bukan sekadar utopia di atas kertas.


​Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!
"Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju."
Merdeka!
Lamongan, 17 Agustus 2026

Rabu, 05 Agustus 2026

​Tudingan "Ingkar Janji" LSM JAMAL Ditepis, Ketua DPRD Lamongan: Jangan Bikin Narasi Lucu





​Lamongan, MCE - Tudingan "ingkar janji" yang dilemparkan LSM JAMAL kepada Ketua DPRD Lamongan, Mukhammad Freddy Wahyudi, akhirnya memicu reaksi keras. Tak tinggal diam atas narasi miring tersebut, Freddy menepis mentah-mentah tuduhan itu dan menilainya tidak berdasar, sembrono, serta sangat tidak etis dalam beretika politik.


​Polemik ini bermula saat LSM JAMAL bersama tokohnya, Jamal dan Kalis, menggebu-gebu meminta audiensi terkait pemanfaatan kawasan hutan untuk tanaman jagung. Bukannya diabaikan, pimpinan dewan sejatinya telah mengakomodasi tuntutan tersebut secara penuh.

​Mekanisme Dewan Dikangkangi?


Freddy menegaskan bahwa audiensi yang dimohonkan LSM JAMAL telah resmi digelar pada Senin (3/8/2026). Sesuai tatib dan tata kelola kelembagaan, pertemuan tersebut didelegasikan kepada Komisi B DPRD Lamongan yang memang mengusung domain fungsi dan teknis terkait.


​"Sudah terlaksana pada hari Senin kemarin. Sehingga tidak benar jika kami dikatakan ingkar janji. Sangat mengada-ada," tegas Freddy, Selasa (4/8/2026).


​Politisi PKB ini menyindir pihak-pihak yang seolah alpa paham bahwa pimpinan DPRD bukanlah pemeran tunggal yang bekerja tanpa aturan. Ada pembagian kerja komisi yang sah dan wajib dihormati, bukan asal teriak di media.


​"Saya telah mendelegasikan Komisi B untuk menerima audiensi petani hutan yang didampingi LSM tersebut. Apa yang kami lakukan presisi sesuai prosedur. Ini bukan melempar tanggung jawab, melainkan menghormati tata kelola pembagian tugas dewan. Jangan diplintir!" cetusnya.


​Kritik Dibuka, Gimik "Ingkar Janji" Disentil


Meski mengklaim selalu terbuka terhadap masukan masyarakat, wartawan, maupun elemen LSM, Freddy menyayangkan murahnya diksi "ingkar janji" yang diobral LSM JAMAL demi membangun framing negatif.


​"Prinsipnya kami terbuka pada kritik membangun. Tapi kalau tiba-tiba dicap ingkar janji hanya karena tidak tampil sendiri secara personal, itu tidak etis dan terkesan memaksakan stigma," sindir Freddy. Ia menegaskan bahwa institusinya tak pernah menganaktirikan aspirasi mana pun.


​Sentilan Menohok: "Belajarlah Dewasa Berpolitik!"


Menutup pernyataannya, Freddy menyentil agar para pegiat LSM dan aktor politik lokal tidak memelihara sikap drama dalam memperjuangkan aspirasi publik.


​"Saya tidak menghalangi siapa pun. Tapi kalau harus memaksakan bertemu pimpinan secara langsung detik itu juga, ya harus paham etika dan bersabar antre jadwal kegiatan. Semua ada koridorya," pungkas Freddy. Ia mengimbau agar LSM JAMAL bersikap lebih dewasa dan arif, bukannya sibuk memproduksi kegaduhan yang tidak produktif bagi nasib petani hutan Lamongan. (s.genk). 

Selasa, 04 Agustus 2026

Korupsi Jadi Musuh Bersama, Bupati YES Perkuat Benteng Tata Kelola Pemkab Lamongan di Grahadi


​SURABAYA, MCE – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menunjukkan langkah nyata dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Pak YES), saat menghadiri Rapat Koordinasi Penguatan Integritas dan Pencegahan Korupsi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (4/8).


​Forum strategis yang menghimpun seluruh Bupati dan Wali Kota se-Jawa Timur ini menjadi panggung konsolidasi massal untuk memperketat benteng pencegahan korupsi di tingkat daerah. Kehadiran Pak YES menegaskan posisi Kabupaten Lamongan yang siap berada di barisan terdepan dalam menutup rapat celah penyelewengan di setiap lini perangkat daerah.


​Dalam rapat tersebut, Pemkab Lamongan berkomitmen mengakselerasi tiga pilar utama: perketat pengawasan internal, transformasi kualitas pelayanan publik agar semakin transparan, serta penguatan sinergi lintas instansi.


​Langkah konkret ini diharapkan tak sekadar menjadi agenda formal, melainkan fondasi utama dalam menciptakan sistem pemerintahan daerah yang tepercaya, berintegritas, dan berorientasi penuh pada kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (s.genk). 

Senin, 03 Agustus 2026

​Ekonomi Lamongan Meroket 10,79%, Bupati YES Tekankan Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor



LAMONGAN, MCE - Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Bupati YES), mengajak seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi demi mengakselerasi pembangunan daerah. Poin strategis tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Golkar Kabupaten Lamongan sekaligus Pelantikan Pimpinan Kecamatan se-Kabupaten Lamongan di GOR Lamongan, Senin (3/8).


​Dalam arahannya, Bupati YES menegaskan bahwa lompatan kemajuan sebuah daerah tidak mungkin diraih secara parsial. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi yang erat dan harmonis antara pemerintah daerah, masyarakat, serta institusi politik.


​"Kemajuan daerah adalah produk dari kerja kolaboratif. Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen penuh menjaga amanah masyarakat dengan menuntaskan visi pembangunan secara nyata—mulai dari pemerataan infrastruktur hingga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)," ujar Bupati YES di hadapan para peserta dan tokoh nasional yang hadir, termasuk Anggota DPR RI, Ali Mufti.


​Progres Infrastruktur dan Kualitas SDM


​Di sektor fisik, Bupati YES memaparkan bahwa capaian pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lamongan telah mendekati angka 65%. Kondisi jaringan jalan antarwilayah kini dinilai semakin mantap dan siap menunjang mobilitas ekonomi warga.


​Kendati demikian, fokus pemerintah tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Penguatan kualitas hidup masyarakat melalui layanan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi tetap menjadi pilar utama.


​Hasil nyata dari komitmen tersebut tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan yang berhasil menyentuh angka 76,8—sebuah pencapaian impresif yang berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur.


​Pertumbuhan Ekonomi dan Sektor Unggulan


​Dari sisi makroekonomi, stabilitas daerah tetap terjaga kokoh di rata-rata 5,40%. Bahkan, pada kuartal utama tahun 2026, Kabupaten Lamongan mencatatkan lonjakan pertumbuhan ekonomi yang signifikan hingga mencapai 10,79%. Lonjakan ini ditopang kuat oleh performa sektor pertanian, khususnya keberhasilan panen raya padi secara masif di berbagai wilayah.


​Menutup arahannya, Bupati YES mengimbau agar tren positif ini dijaga bersama sebagai modal sosial dan ekonomi daerah.


​"Capaian luar biasa ini adalah buah dari kerja keras seluruh pihak yang berjalan berseiring dengan pemerintah. Momentum strategis ini harus kita jadikan pemantik semangat agar seluruh organisasi publik dan pemangku kepentingan terus merapatkan barisan demi mengantarkan Lamongan menuju era kejayaan," pungkasnya. (s.genk). 

Rabu, 22 Juli 2026

Ketua Komnasdik Lamongan Sebut Hari Anak Nasional Jangan Cuma Jualan Tema, 79 Juta Anak Butuh Aksi Nyata



​LAMONGAN, MCE - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) setiap tanggal 23 Juli kerap diwarnai dengan spanduk megah, foto bersama, dan panggung seremonial. Namun, di balik riuk-pikuk perayaan tersebut, ada fakta kelam yang menyengat nurani: puluhan ribu anak Indonesia masih berjuang di tengah ancaman kekerasan, kesenjangan pendidikan, hingga bahaya dunia digital.


​Kritik tajam ini ditegaskan oleh M. Luthfillah, M.Ag., Ketua Komisi Nasional Pendidikan (Komnasdik) Kabupaten Lamongan. Ia menyebut bahwa HAN harus berhenti menjadi agenda "gugur kewajiban" tahunan dan wajib bertransformasi menjadi gerakan nyata untuk menyelamatkan masa depan bangsa.


​"Jangan sampai Hari Anak Nasional cuma habis di panggung pidato. Kita sedang berbicara tentang masa depan 79,6 juta anak Indonesia. Ini bukan sekadar angka statistik, ini adalah nyawa, mental, dan masa depan peradaban kita," tegas Luthfillah.


​Fakta Menyengat: Angka Kekerasan yang Bikin Elus Dada


​Luthfillah menyoroti deretan data memprihatinkan yang membuktikan bahwa ruang aman bagi anak masih sangat minim. Sepanjang tahun 2025 saja, tercatat ada 16.972 kasus kekerasan pada anak, yang kini kian marak merambah ke dunia digital.


​Tak hanya itu, ancaman di era serba internet juga kian mengintai.


​Jebakan Digital: Sebanyak 89% anak usia 10–17 tahun sudah aktif mengakses internet, namun hanya 21% yang benar-benar literat digital. Tanpa pengawasan, anak-anak rentan menjadi korban cyberbullying, eksploitasi, hingga konten jahat.


​Putus Sekolah & Stunting: Angka Partisipasi Sekolah (APS) tingkat SMA baru menyentuh 82,1%, menandakan masih ada jurang lebar dalam akses pendidikan. Di sisi lain, angka stunting masih bertengger di angka 19,8%—sebuah lampu merah bagi tumbuh kembang generasi penerus.


​Melampaui Seremoni: Saatnya Sinergi Nyata


​Mengusung tema HAN "Anak Terlindungi, Indonesia Maju: Suara Anak Membangun Bangsa", Luthfillah mendesak seluruh elemen masyarakat—mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, hingga media—untuk bergerak bersama (pentahelix).


​Menurutnya, evaluasi terhadap 456 wilayah Kota Layak Anak (KLA) tidak boleh sekadar menjadi pajangan di atas kertas. Suara anak melalui Forum Anak Nasional harus benar-benar didengar dan dijadikan pijakan kebijakan, bukan sekadar pelengkap acara.


​"Menaklukkan kelalaian kita terhadap anak memang tidak mudah, tapi investasi pada anak adalah satu-satunya cara menyelamatkan peradaban. Jika hari ini kita lalai melindungi mereka, kita sedang merancang kehancuran bangsa di masa depan," pungkasnya menohok. (bp). 


​#HariAnakNasional #PerlindunganAnak #KomnasdikLamongan #StopKekerasanAnak #DaruratDigitalAnak

Jumat, 17 Juli 2026

​Sentil Kesadaran Lingkungan, Pak YES Apresiasi Pasukan Kuning dan Tegaskan Uji Emisi


LAMONGAN, MCE — Pemerintah Kabupaten Lamongan tidak ingin sekadar memberikan slogan tanpa aksi nyata dalam menjaga kualitas udara. Memanfaatkan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia melalui gerakan Jumat ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), Pemkab Lamongan menggelar uji emisi massal bagi kendaraan bermotor yang dipusatkan di Kawasan Gajah Mada (Kagama), Jumat (17/7).


​Langkah ini menjadi "sengatan" bagi para aparatur sipil negara (ASN), sebab pengujian emisi tersebut menyasar langsung puluhan kendaraan dinas dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Pak YES), yang meninjau langsung jalannya uji emisi, menegaskan bahwa instansi pemerintah harus menjadi contoh terdepan dalam menekan polusi udara, bukan justru menjadi penyumbang emisi gas buang.


​Dari hasil pemeriksaan di lapangan, mayoritas kendaraan dinas dinyatakan lolos ambang batas aman. Namun, bagi segelintir kendaraan yang kedapatan "rapor merah" alias belum memenuhi syarat, Pak YES memberikan instruksi tegas untuk segera melakukan perbaikan total agar kembali memenuhi ketentuan lingkungan.


​“Sebagian besar sudah memenuhi syarat. Mudah-mudahan dengan ini kita dapat mengurangi polusi udara dan emisi gas buang,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak YES.


​Apresiasi Pasukan Kuning dan Tamparan untuk Ego Masyarakat


​Selain menguji kelaikan gas buang kendaraan, komitmen menjaga lingkungan ini juga tidak lepas dari peran garda terdepan kebersihan. Bupati YES secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada "Pasukan Kuning" (petugas kebersihan) yang selama ini konsisten merawat wajah Kabupaten Lamongan tetap asri.


​Kendati demikian, Pak YES mengingatkan bahwa urusan lingkungan hidup bukanlah tugas musiman atau sekadar beban yang dipundakkan kepada petugas kebersihan dan pemerintah saja. Beliau menyentil ego publik agar menjaga bumi didasari oleh rasa cinta, bukan sekadar kewajiban formalitas.


​“Agar upaya dilakukan secara kontinu, terus-menerus, istiqomah, ikhlas, untuk menjaga lingkungan, menjaga bumi ini dengan sebaik-baiknya,” ucapnya dengan nada tegas.


​Bupati YES menekankan bahwa konsistensi adalah kunci. Menjaga kualitas udara dan kebersihan lingkungan harus bertransformasi menjadi kesadaran kolektif serta kebiasaan hidup sehari-hari oleh seluruh elemen masyarakat Lamongan tanpa terkecuali. (s.genk). 


​#Bupati Lamongan #Yuhronur Efendi #Uji Emisi Lamongan #Jumat ASRI #Polusi Udara

Rabu, 08 Juli 2026

PENTINGNYA ARSIPARIS DAN KEHUMASAN DALAM MENGANGKAT CITRA MADRASAH DAN KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN/KOTA SE-JAWA TIMUR




*Gus Luthfi*

MAN 2 Lamongan

_Guru Madrasah Inspiratif Nasional Kementerian Agama RI 2022_


 *ABSTRAK*

Di era keterbukaan informasi, citra lembaga tidak hanya ditentukan oleh kinerja, tetapi juga oleh kemampuan mendokumentasikan dan mengkomunikasikannya. Artikel ini mengkaji urgensi peran arsiparis dan humas dalam mengangkat citra Madrasah dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Arsiparis berperan menjaga akuntabilitas melalui pengelolaan arsip yang tertib dan digital, sementara humas berperan membangun narasi positif kepada publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa sinergi keduanya mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, mempermudah akreditasi dan audit, serta memperkuat branding lembaga. Penguatan SDM, digitalisasi arsip melalui SRIKANDI, dan pembentukan tim komunikasi terpadu menjadi kunci keberhasilan.

*Kata Kunci*: Arsiparis, Kehumasan, Citra Lembaga, Madrasah, Kementerian Agama


*PENDAHULUAN*

Di era digital, kinerja baik saja tidak cukup. Madrasah dan Kantor Kemenag Kabupaten/Kota harus "bekerja baik dan diketahui baik". Dua profesi kunci di sini adalah *Arsiparis* dan *Humas*. Arsiparis menjaga data dan bukti kerja. Humas membangun narasi dan kepercayaan publik. Tanpa keduanya, citra positif lembaga sulit terbangun.


 *URGENSI PERAN*


*1. Arsiparis: Penjaga Memori dan Akuntabilitas*

Arsip adalah bukti. Data siswa, prestasi KSM, laporan BOS, dokumentasi kegiatan, hingga SK guru harus tertib dan mudah diakses. Arsip yang rapi mempermudah akreditasi, audit, dan perencanaan. Dengan digitalisasi melalui SRIKANDI, arsip menjadi bahan baku yang valid untuk publikasi.[1]


*2. Kehumasan: Arsitek Citra Publik*

Humas mengubah data menjadi cerita. Melalui website, media sosial, rilis pers, dan hubungan dengan media, humas mengangkat prestasi madrasah dan inovasi layanan Kemenag. Satu konten positif bisa membangun kepercayaan ribuan masyarakat.[2]


*3. Sinergi: "Data Menjadi Cerita"*

Arsip tanpa publikasi = tidak dikenal. Publikasi tanpa data = tidak dipercaya.

Rumusnya: `Arsip Valid + Narasi Kreatif = Citra Kuat`

Contoh: Prestasi siswa yang diarsipkan rapi, lalu dikemas humas jadi video dan berita, akan mendongkrak nama madrasah secara nasional.

*TANTANGAN & SOLUSI*

*Tantangan*: SDM merangkap, dokumentasi minim, dan belum optimalnya media.

*Solusi*:

1. *Bentuk Tim Arsip-Humas* di setiap satker dan madrasah.

2. *Digitalisasi & Satu Data* melalui SRIKANDI dan website.

3. *Pelatihan rutin* oleh Kanwil Kemenag Jatim bersama ANRI dan Diskominfo.

4. *Apresiasi* "Satker dan Madrasah Paling Informatif se-Jatim".

 *PENUTUP*

Citra adalah hasil dari kerja yang terdokumentasi dan dikomunikasikan.

*Arsiparis memastikan kita tidak lupa apa yang telah kita kerjakan. Humas memastikan masyarakat tidak lupa kebaikan yang telah kita lakukan.*


Jika bersinergi, maka Madrasah dan Kantor Kemenag se-Jawa Timur akan menjadi lembaga yang tidak hanya _hebat_, tetapi juga _terpercaya dan dibanggakan_.


_Wallahu a’lam bish-shawab_

 *DAFTAR PUSTAKA SINGKAT*

1. UU No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan

2. Pedoman Humas Kemenag RI, 2020

3. Data Kanwil Kemenag Prov. Jawa Timur, 2023[1][2][3].

Senin, 06 Juli 2026

​Komitmen Transparansi, Pemkab dan DPRD Lamongan Sepakati Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025



LAMONGAN, MCE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamongan resmi menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Persetujuan bersama ini menjadi bukti nyata komitmen kedua lembaga dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang akuntabel, transparan, dan berorientasi penuh pada kesejahteraan masyarakat.


​Kesepakatan tersebut diambil dalam Rapat Paripurna yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lamongan, Senin (6/7). Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara, serta jajaran pimpinan dan anggota DPRD Lamongan.


​Dalam sambutannya, Bupati Lamongan yang akrab disapa Bupati Yes menegaskan bahwa persetujuan Raperda ini merupakan bagian krusial dari mekanisme check and balance antara eksekutif dan legislatif. Sinergi ini dibangun demi memperkuat akuntabilitas serta tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance).


​"Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD ini tidak sekadar memuat angka realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah. Lebih dari itu, ini adalah cerminan dari kualitas manajerial pengelolaan keuangan kita sepanjang tahun anggaran 2025," ujar Bupati Yes.


​Sepanjang tahun anggaran tersebut, Pemkab Lamongan dinilai berhasil menjaga keseimbangan kapasitas fiskal. Langkah ini ditempuh melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengawalan dana transfer pemerintah pusat, serta pemanfaatan sumber-sumber pendapatan daerah lain yang sah.


​Di sisi alokasi, Bupati Yes menjelaskan bahwa belanja daerah difokuskan pada pemenuhan pelayanan dasar publik. Beberapa sektor yang menjadi hilir penyerapan anggaran antara lain:


​• Pembangunan infrastruktur daerah yang merata.

​• Peningkatan kualitas mutu pendidikan dan kesehatan.

​• Penguatan ekonomi sektor riil masyarakat.

​• Percepatan program pengentasan kemiskinan.


​Bupati Yes juga menggarisbawahi bahwa setiap kebijakan penganggaran dirancang agar memberikan dampak instan dan manfaat nyata bagi masyarakat. Seluruh serapan anggaran dipastikan selaras dengan 15 program prioritas daerah, yang diintegrasikan dengan Nawa Bhakti Satya Pemprov Jawa Timur serta visi Asta Cita pembangunan nasional.


​Di akhir penyampaiannya, manajemen pembiayaan daerah dipastikan telah dilaksanakan secara prudent (hati-hati) dan akuntabel. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas dan kesehatan fiskal Kabupaten Lamongan dalam jangka panjang. (s.genk). 

Jumat, 03 Juli 2026

​Tembus 682 Peserta, PAMNAS Bonsai 2026 di Alun-Alun Lamongan Jadi Magnet Pecinta Karya Seni Tanaman Nasional




LAMONGAN, MCE – Alun-Alun Lamongan disulap menjadi galeri seni raksasa seiring dibukanya Pameran dan Kontes Bonsai Nasional (PAMNAS) 2026, Selasa (30/6). Diikuti oleh ratusan kontestan dari berbagai penjuru daerah, perhelatan akbar ini menjadi salah satu magnet utama dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457.


​Acara yang berlangsung hingga 4 Juli 2026 tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi. Kehadiran komunitas dan pecinta bonsai, khususnya dari wilayah Jawa Timur, sukses menegaskan posisi Lamongan sebagai tuan rumah kompetisi bergengsi skala nasional.


​Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut menyampaikan apresiasi mendalam atas tingginya partisipasi peserta. Menurutnya, ledakan antusiasme ini menjadi bukti sahih bahwa industri dan seni bonsai tanah air terus mengalami tren pertumbuhan yang positif.


​"Terima kasih atas dukungan seluruh rekan-rekan PPBI (Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia), khususnya cabang-cabang di Jawa Timur yang hampir tumplek-blek hadir di Lamongan. Antusiasme ini menjadi energi besar bagi kami untuk terus menghadirkan ruang yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga efektif menggerakkan roda perekonomian daerah," ujar Pak Yes.


​Kompetisi Sengit di Empat Kelas Bergengsi


​Tercatat, sebanyak 682 pohon bonsai terbaik ambil bagian dalam kompetisi tahun ini. Persaingan ketat tersaji di berbagai kategori, mulai dari kelas pemula hingga kelas para master.


​Secara rinci, PAMNAS 2026 menampung 20 pohon di Kelas Utama, 41 pohon di Kelas Madya, 206 pohon di Kelas Pratama, dan didominasi oleh 415 pohon di Kelas Bahan. Tingginya angka partisipasi ini merefleksikan kepercayaan besar komunitas bonsai nasional terhadap kualitas penjurian dan fasilitas yang disediakan Pemerintah Kabupaten Lamongan.


​Menilik Bonsai dari Kacamata Ekonomi Kreatif


​Lebih lanjut, Pak Yes menekankan bahwa eksistensi tanaman kerdil ini telah bergeser dari sekadar hobi komunal menjadi sektor ekonomi kreatif yang sangat menjanjikan. Investasi waktu dan perawatan pada sebatang bonsai berbanding lurus dengan nilai ekonominya yang terus meroket.


​"Bonsai memiliki rantai ekonomi yang panjang dan inklusif. Mulai dari pembibit, pencari bahan, perajin pot, hingga seniman pembentuk (trainer) bonsai, semuanya mendapatkan dampak ekonomi langsung. Inilah wujud nyata ekonomi kerakyatan yang harus terus kita dukung dan fasilitasi," imbuhnya.


​Melalui momentum PAMNAS 2026 ini, Pemkab Lamongan berharap ajang ini tidak sekadar menjadi panggung kompetisi estetika, melainkan mampu memperluas jejaring bisnis antardaerah sekaligus memberikan stimulus signifikan bagi perputaran ekonomi lokal. (s.genk). 

Tampil Memukau di Deli Serdang, Meylanie Nabillavaissa Sukses Raih Mahkota Duta Ekraf di POI 2026



DELI SERDANG, MCE – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh putra-putri terbaik Kabupaten Lamongan di panggung nasional. Meylanie Nabillavaissa sukses menyabet gelar bergengsi sebagai Duta Ekonomi Kreatif dalam malam puncak grand final Pemilihan Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026 yang digelar di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis malam (2/7).


​Ajang bergengsi berskala nasional ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), sekaligus memeriahkan Hari Jadi ke-80 Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.


​Keberhasilan Meylanie membawa pulang gelar tersebut mendapat apresiasi luar biasa dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Lamongan. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bahkan hadir secara langsung di lokasi acara untuk memberikan suntikan motivasi dan dukungan moral kepada perwakilan daerahnya.


​Bupati yang akrab disapa Bupati Yes tersebut tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh Meylanie. Ia berharap, amanah baru sebagai Duta Ekonomi Kreatif ini dapat menjadi motor penggerak bagi generasi muda di Lamongan untuk terus berinovasi dan menggali potensi diri.


​"Kami sangat bangga dengan capaian yang diraih Meylanie Nabillavaissa. Kehadiran kami di sini adalah wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mendukung penuh putra-putri daerah yang berprestasi," ujar Bupati Yes di sela-sela acara.


​Lebih lanjut, Bupati Yes menegaskan bahwa gelar ini bukan sekadar piala, melainkan jembatan emas untuk membawa produk-produk kreatif lokal Lamongan ke pasar yang lebih luas.


​"Gelar Duta Ekonomi Kreatif ini adalah langkah awal untuk semakin memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Lamongan di kancah nasional. Ini juga menjadi bukti nyata bahwa kualitas SDM Lamongan mampu bersaing ketat dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa," pungkasnya.


​Pencapaian Meylanie ini diharapkan mampu memicu semangat transformasi digital dan kreativitas di kalangan milenial serta Gen Z Lamongan, sekaligus memperkuat posisi kabupaten ini sebagai salah satu lumbung industri kreatif yang diperhitungkan di Indonesia. (s.genk). 

Kamis, 02 Juli 2026

​Kejar Kemandirian Fiskal demi Lamongan, Bupati Yes ‘Berburu’ Strategi PAD di HUT APKASI ​





​Lamongan, MCE – Komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah terus dipacu. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menghadiri langsung Dialog Otonomi Daerah yang mengupas tuntas strategi penguatan kemandirian fiskal melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Puncak diskusi strategis ini berlangsung di Hall Institut Kesehatan Medistra, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (2/7).


​Langkah diplomasi daerah ini tidak dilakoni sendirian. Pada saat yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi, turut ambil bagian dalam Women Program. Kehadiran pasangan pemimpin Lamongan ini menjadi bukti nyata partisipasi aktif Lamongan dalam merayakan HUT ke-26 APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) sekaligus menyemarakkan Hari Jadi ke-80 Kabupaten Deli Serdang.


​Sebelumnya, atmosfer kebersamaan antar-kepala daerah telah terbangun hangat dalam sesi welcome dinner yang mempertemukan seluruh anggota APKASI dan Ketua TP PKK se-Indonesia.


​Kehadiran Lamongan di panggung nasional ini bukan sekadar seremonial. Di balik kemeriahan acara, agenda ini menjadi ruang diplomasi ekonomi yang krusial bagi masa depan fiskal Lamongan.


​Tidak berhenti di ruang dialog, Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini dijadwalkan mengawal serangkaian agenda padat lainnya. Mulai dari Forum Bisnis Daerah yang menjanjikan peluang investasi, Malam Final Pemilihan Putri Otonomi Indonesia 2026, hingga ditutup dengan aksi kebugaran bersama dalam Fun Walk 2026 di Alun-alun Pemda Deli Serdang.


​Melalui momentum ini, Kabupaten Lamongan membidik peluang kolaborasi lintas daerah demi mempercepat akselerasi pembangunan yang mandiri dan berkelanjutan. (s.genk). 

Selasa, 30 Juni 2026

​Lantik Pejabat Struktural di Pendopo Lokatantra, Bupati Lamongan Tekankan Pentingnya Kolaborasi Strategis





​LAMONGAN, MCE – Guna memperkuat performa birokrasi dan mengoptimalkan pelayanan publik, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, resmi melantik serta mengambil sumpah jabatan lima pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan. Prosesi pelantikan yang melibatkan pejabat administrator dan pengawas ini berlangsung khidmat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan pada Selasa (30/6).


​Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Bupati Yes ini menegaskan bahwa rotasi dan pelantikan jabatan bukanlah sekadar agenda seremonial belaka. Momen ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasi pemerintahan demi menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat Lamongan.


​"Alhamdulillah, hari ini kita telah melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan. Saya berharap saudara-saudara sekalian dapat mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab, menguasai tugas pokok dan fungsi di lingkungan baru, serta konsisten berkontribusi dalam menyukseskan visi dan misi pembangunan daerah," ujar Bupati Yes.


​Lebih lanjut, Bupati Yes menginstruksikan para pejabat yang baru dilantik untuk bergerak cepat. Beliau meminta mereka segera beradaptasi dengan ritme kerja baru serta membangun komunikasi yang solid di internal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing.


​"Segera menyesuaikan diri dan laksanakan tugas dengan performa terbaik. Mari kita terus bekerja sama, membuka ruang konsultasi, berkolaborasi, dan bersinergi—baik di internal instansi maupun dengan seluruh pemangku kepentingan terkait," imbuhnya menekankan pentingnya kerja tim.


​Menutup arahannya, Bupati Yes mengingatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan telah melewati tahun pertama pelaksanaan pembangunan dengan berbagai dinamika. Evaluasi terhadap capaian yang ada harus terus dilakukan secara berkala demi memastikan seluruh program strategis berjalan optimal.


​Beliau berharap, memasuki periode berikutnya, seluruh jajaran di Pemkab Lamongan mampu mempertahankan prestasi yang telah diraih, sekaligus mempererat sinergi dalam mengawal program-program prioritas dari pemerintah pusat maupun daerah. (s.genk). 

Selasa, 23 Juni 2026

URGENSI MILAD 'AISYIYAH: MENJAGA API PERADABAN INDONESIA




Oleh: [Gus Luthfi Ketua KMM PDM Lamongan]


Setiap tanggal 27 Rajab, 'Aisyiyah merayakan Milad. Bukan sekadar ulang tahun organisasi, tapi peringatan kebangkitan kesadaran perempuan Indonesia. 107 tahun sejak 1917, 'Aisyiyah lahir bukan karena ikut tren, tapi karena ada luka bangsa yang harus diobati: kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan perempuan¹. Pertanyaannya: di 2026 ini, masih urgensikah Milad 'Aisyiyah? Jawabnya: justru semakin urgent.


*1. 'Aisyiyah Adalah Sekolah Peradaban Pertama Kaum Perempuan*  

Sebelum ada sekolah formal untuk perempuan, 'Aisyiyah sudah buka "Sekolah Guru Putri" dan "Kweekschool". K.H. Ahmad Dahlan dan Nyai Ahmad Dahlan paham: membangun bangsa dimulai dari mendidik ibunya². Perempuan berilmu = melahirkan generasi berilmu. 


Urgensi Milad 'Aisyiyah hari ini adalah mengingatkan kita: krisis peradaban bukan karena kurangnya infrastruktur, tapi karena rapuhnya pendidikan karakter. 'Aisyiyah mengajarkan "ngaji + ngopi + ngopeni": ngaji Al-Qur'an, ngopi diskusi masalah umat, ngopeni rakyat kecil. 3 ini yang hilang dari politik kita sekarang. Milad jadi momentum mengecek ulang: masihkah kader 'Aisyiyah jadi guru peradaban atau sudah terjebak jadi "ibu-ibu arisan" saja?


*2. Benteng Akhlak di Tengah Badai Disrupsi Digital*  

Anak kita sekarang dibesarkan YouTube dan TikTok, bukan dongeng ibu. Hoaks, pornografi, judi online menyerang rumah tangga. Negara sibuk bikin regulasi, tapi benteng paling depan tetap ibu di rumah³. 


Inilah urgensi 'Aisyiyah. Lewat 20.000 TK/ABA, 6.000 Posyandu, dan ribuan Majelis Taklim⁴, 'Aisyiyah adalah garda terdepan menangkal kerusakan moral. Milad mengingatkan: tugas 'Aisyiyah bukan hanya bikin kue bazar. Tapi mencetak ibu yang paham "qaulan sadida" - ucapan yang benar dan mendidik QS. An-Nisa:9⁵. Ibu yang bisa bilang ke anaknya: "Nak, HP itu alat, bukan Tuhan". Tanpa 'Aisyiyah, siapa lagi yang mau kerja senyap tapi dampaknya 30 tahun ke depan?


*3. Menjawab Krisis Kemanusiaan dengan Amal Usaha*  

Indonesia 2026 menghadapi 3 krisis: stunting, kemiskinan ekstrem, dan bencana iklim. 'Aisyiyah menjawab bukan dengan orasi, tapi dengan Rumah Sakit, Universitas, Panti Asuhan, dan Bank Sampah⁶. Itu namanya "Islam Berkemajuan": iman yang turun jadi amal nyata.


Urgensi Milad adalah evaluasi: sudahkah amal usaha kita menjawab problem bangsa, atau hanya jadi simbol? RS PKU Muhammadiyah yang merawat pasien tanpa membedakan agama, TK ABA yang gratis untuk anak miskin, itu dakwah paling keras. Milad 'Aisyiyah harus jadi "rapat kerja akbar" untuk melipatgandakan amal usaha yang menyentuh rakyat, bukan hanya rapat seremonial.


*4. Menjaga Indonesia dari Radikalisme dan Liberalisme*  

Perempuan hari ini terjepit dua kutub: radikalisme yang mengurung, dan liberalisme yang membebaskan tanpa batas. Keduanya sama-sama merusak. 'Aisyiyah menawarkan jalan tengah: perempuan berkemajuan⁷. Berilmu, beramal, berakhlak, tapi tetap memimpin di ruang publik.


Milad adalah penegasan identitas. 'Aisyiyah tidak lahir untuk jadi "sayap partai" atau "klub sosialita". 'Aisyiyah lahir untuk menegakkan "amar ma'ruf nahi munkar" dengan cara perempuan: lembut tapi tegas, persuasif tapi berprinsip. Di era polarisasi, Indonesia butuh suara ibu-ibu 'Aisyiyah yang menenangkan, bukan memecah.


*Penutup: Milad Bukan Nostalgia, Tapi Mobilisasi*  

Bu, Milad tanpa aksi = arwah tanpa raga. Api 'Aisyiyah dinyalakan Nyai Ahmad Dahlan 107 tahun lalu. Tugas kita hari ini bukan memuji apinya, tapi menjaga agar tidak padam dan menyalakan obor baru.


Urgensi Milad 'Aisyiyah adalah urgensi Indonesia itu sendiri. Selama masih ada anak yang putus sekolah, ibu yang stunting, dan keluarga yang tercerai-berai karena gadget, maka 'Aisyiyah harus terus ada. Karena membangun peradaban itu tugas panjang. Dimulai dari rumah, dikerjakan oleh perempuan, dan dinilai oleh Allah.


Selamat Milad 'Aisyiyah. Bismillah, lanjutkan perjuangan. "Dan katakanlah yang baik-baik kepada manusia" QS. Al-Baqarah:83⁸.


---


### *FOOTNOTE*


¹ Tim Sejarah PP Muhammadiyah, _Sejarah 'Aisyiyah 1917-2017: Satu Abad Berkhidmat untuk Umat_ (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2017), 23.  

² Haedar Nashir, _Gerakan Islam Syariah: Reproduksi Salafiyah Ideologis di Indonesia_ (Bandung: Mizan, 2013), 89.  

³ Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, _Laporan Survei Indeks Literasi Digital Indonesia 2024_ (Jakarta: Kominfo, 2024), 41.  

⁴ Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, _Data Amal Usaha 'Aisyiyah 2025_ (Yogyakarta: PP 'Aisyiyah, 2025).  

⁵ Kementerian Agama RI, _Al-Qur'an dan Tafsirnya Jilid 3_ (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, 2019), 512.  

⁶ Haedar Nashir, _Islam Berkemajuan: Manifesto Gerakan Muhammadiyah_ (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2020), 112.  

⁷ Siti Noordjannah Djohantini, _Perempuan Berkemajuan: Telaah Pemikiran 'Aisyiyah_ (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2019), 67.  

⁸ Kementerian Agama RI, _Al-Qur'an dan Tafsirnya Jilid 1_, 134.


---


### *DAFTAR PUSTAKA - Gaya APA Style 7th Ed.*


Djohantini, S. N. (2019). _Perempuan Berkemajuan: Telaah Pemikiran 'Aisyiyah_. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.


Kementerian Agama RI. (2019). _Al-Qur'an dan Tafsirnya Jilid 1 & 3_. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.


Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. (2024). _Laporan Survei Indeks Literasi Digital Indonesia 2024_. Jakarta: Kominfo.


Nashir, H. (2013). _Gerakan Islam Syariah: Reproduksi Salafiyah Ideologis di Indonesia_. Bandung: Mizan.


Nashir, H. (2020). _Islam Berkemajuan: Manifesto Gerakan Muhammadiyah_. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.


Pimpinan Pusat 'Aisyiyah. (2025). _Data Amal Usaha 'Aisyiyah 2025_. Yogyakarta: PP 'Aisyiyah.


Tim Sejarah PP Muhammadiyah. (2017). _Sejarah 'Aisyiyah 1917-2017: Satu Abad Berkhidmat untuk Umat_. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.

​Cetak Generasi Bermental Juara, Wabup Dirham Buka Ajang Bergengsi LKBB Bupati Cup 2026 ​



​LAMONGAN, MCE – Pemerintah Kabupaten Lamongan kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan karakter generasi muda melalui ajang Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) Bupati Cup Tahun 2026. Kompetisi bergengsi ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, bertempat di GOR Sport Center Lamongan, Selasa (23/6).


​Dalam sambutannya, Wabup Dirham menekankan bahwa LKBB bukan sekadar perlombaan keterampilan baris-berbaris atau penampilan kostum semata. Lebih dari itu, ajang ini merupakan instrumen strategis untuk menempa kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan di kalangan pelajar.


​“LKBB adalah wadah untuk membentuk mental juara. Melalui setiap gerakan dan formasi, para peserta diajak untuk memupuk semangat kerja sama tim sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air yang mendalam,” ujar Wabup Dirham.

Ia menambahkan, nilai-nilai disiplin yang ditanamkan dalam kegiatan ini sangat fundamental dalam mencetak generasi muda Lamongan yang tangguh. Wabup Dirham berpesan agar seluruh peserta menjadikan momen ini sebagai sarana pengembangan diri serta mengasah kepercayaan diri untuk berkompetisi secara sehat.


​Lebih lanjut, Wabup Dirham memotivasi ratusan peserta yang hadir dengan mengingatkan bahwa mereka adalah aset bangsa yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Dirinya berharap para pelajar terus mengasah potensi diri sebagai kontribusi nyata dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.


​Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Lamongan, Siti Rubikah, memaparkan bahwa antusiasme pelajar dalam ajang tahun ini sangat tinggi.


​“LKBB Bupati Cup 2026 diikuti oleh 374 pelajar tingkat SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Lamongan. Sebanyak 26 tim yang mewakili 21 lembaga pendidikan akan berkompetisi, di mana setiap tim terdiri dari 13 hingga 16 siswa-siswi,” jelas Siti Rubikah.


​Penyelenggaraan LKBB Bupati Cup 2026 ini diharapkan menjadi ruang aktualisasi positif bagi pelajar Lamongan untuk menyalurkan bakat, meraih prestasi, sekaligus memperkokoh nilai-nilai kebangsaan di tengah generasi muda. (s.genk). 


Sabtu, 20 Juni 2026

​Cetak Atlet Bermental Juara, Bupati Yes Resmi Buka Kejuaraan Sambo Piala Bupati 2026




​LAMONGAN, MCE – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menunjukkan komitmen serius dalam pengembangan prestasi olahraga. Hal ini dibuktikan dengan diselenggarakannya Kejuaraan Sambo Piala Bupati Kabupaten Lamongan Tahun 2026 yang resmi dibuka oleh Bupati Yuhronur Efendi di GOR Sport Center Lamongan, Sabtu (20/6).


​Kejuaraan yang menjadi tonggak sejarah bagi perkembangan olahraga bela diri asal Rusia ini dihelat sebagai langkah strategis untuk memetakan potensi sekaligus membina atlet-atlet lokal agar siap menembus kancah kompetisi yang lebih tinggi, baik di tingkat provinsi maupun nasional.


​Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan momentum krusial untuk mematangkan kesiapan fisik dan mental para atlet.


​"Hari ini kita memulai langkah nyata melalui kejuaraan sambo. Tujuannya jelas, yakni mempersiapkan diri agar cabang olahraga sambo di Kabupaten Lamongan memiliki fondasi yang kuat, sehingga nantinya kita mantap dalam menyongsong kejuaraan di tingkat provinsi hingga nasional," ungkap Pak Yes di hadapan para peserta.


​Lebih lanjut, Pak Yes memberikan motivasi kepada para atlet muda untuk tetap konsisten dalam berlatih. Ia menekankan bahwa disiplin adalah kunci utama untuk mengukir prestasi yang dapat mengharumkan nama daerah.


​"Teruslah berlatih dan ukir prestasi terbaik. Saya berharap kalian menjadi atlet-atlet kebanggaan yang mampu mengharumkan Kabupaten Lamongan. Semoga melalui kejuaraan ini, sambo semakin dikenal dan dicintai oleh masyarakat luas sebagai cabang olahraga yang bergengsi," tambahnya.


​Di sisi lain, Ketua Umum Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Kabupaten Lamongan, Agus Jali, menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan kali pertama dilaksanakan di Kabupaten Lamongan. Meski tergolong baru, animo peserta cukup menggembirakan dengan diikuti oleh 32 atlet potensial.


​"Ini adalah ajang perdana yang kami laksanakan. Kami berharap kejuaraan ini menjadi wadah efektif dalam menjaring bibit-bibit atlet sambo yang berbakat, sehingga ke depannya Lamongan mampu melahirkan talenta-talenta yang diperhitungkan di dunia olahraga bela diri," ujar Agus Jali.


​Kejuaraan Sambo Piala Bupati 2026 ini diharapkan menjadi katalisator bagi perkembangan olahraga di Lamongan, serta menjadi agenda rutin yang mampu menjamin regenerasi atlet muda yang berdaya saing tinggi. Dengan semangat kompetisi yang sehat, Lamongan optimistis mampu menempatkan atlet-atletnya di podium tertinggi pada berbagai ajang olahraga di masa depan. (s.genk). 

Senin, 15 Juni 2026

​Muharram 1447 H: Milenial di Persimpangan, Antara Algoritma dan Akhirat




​Oleh: M. Luthfillah, M.Ag.
(Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah PDM Lamongan / Ketua Komnas Pendidikan Kabupaten Lamongan)


​Lamongan, MCE - Tahun Baru Islam 1447 H bukan sekadar pergantian angka di kalender. Ini adalah momen perenungan bagi kita, generasi milenial, yang hidup di tengah pusaran disrupsi. Kita adalah generasi "anak emas" digital; generasi pertama yang fasih menggunakan internet, namun sayangnya, juga generasi pertama yang paling rapuh di hadapan adiksi layar.


​Statistik bicara jujur, namun menyakitkan: rata-rata screen time kita mencapai 7–9 jam sehari. Dalam setiap jam yang kita habiskan untuk berselancar di dunia maya, seringkali ada hak-hak Tuhan yang terabaikan. Ironisnya, waktu kita untuk "Screen Time with Allah"—waktu yang dikhususkan untuk sujud, dzikir, dan muhasabah—seringkali hanya menjadi sisa-sisa di antara notifikasi yang tak pernah jeda.


​Hijrah dari Kebodohan Digital


​Hijrah Nabi di masa lalu adalah sebuah langkah taktis memutus rantai jahiliyah. Hari ini, 1447 H menuntut kita melakukan hal yang sama: Hijrah Digital.


​Kita perlu berani memutus rantai kebodohan modern: scrolling tanpa arah yang membuang waktu, debat kusir di kolom komentar yang miskin ilmu, hingga gaya hidup hedon yang menipu. Jika kita tidak segera berbenah, kita tidak hanya akan tertinggal secara spritual, tapi kita akan digantikan. Bukan oleh kecerdasan buatan (AI), melainkan oleh generasi baru yang lebih disiplin, lebih sadar waktu, dan lebih taat pada Sang Pencipta.


​Menjadikan Teknologi sebagai Jembatan


​Taqarrub di era 4.0 bukan berarti kita harus "anti-teknologi" dan lari ke gua pertapaan. Justru sebaliknya. Islam adalah agama yang adaptif. Gunakanlah teknologi sebagai alat dakwah, ruang belajar, dan mesin sedekah digital. Namun, ingatlah satu kaidah emas: Jadikan HP sebagai alat di genggaman, bukan kiblat baru di depan mata.


​1447 H adalah batas garis demarkasi. Di sinilah kita memutuskan: apakah kita akan terus menjadi budak algoritma yang dikendalikan oleh notifikasi, ataukah kita akan bangkit menjadi tuan atas waktu kita sendiri?


​Mari berhijrah. Mari pulang kepada Allah, sebelum waktu kita di dunia ini habis oleh tumpukan cache dan konten yang sia-sia. Editor: bp. 

Selasa, 09 Juni 2026

​Jelang Bulan Suro, Polres Lamongan dan PSHT Perkuat Sinergi demi Kamtibmas Kondusif





​LAMONGAN, MCE – Menyambut datangnya Bulan Suro 2026, Polres Lamongan bersama Pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Lamongan yang sah dan berbadan hukum melakukan langkah preventif guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Langkah ini diwujudkan melalui koordinasi intensif untuk memastikan seluruh rangkaian agenda organisasi berjalan aman dan damai. Rabu (10/6/2026). 


​Pihak Polres Lamongan memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif cepat yang diambil oleh pengurus PSHT Cabang Lamongan. Sinergi ini dinilai krusial, terutama menjelang agenda besar pengesahan warga baru PSHT agar potensi gangguan Kamtibmas dapat diminimalisir sejak dini.


​"Kami mengapresiasi gerak cepat dan sinergisitas yang dibangun PSHT Cabang Lamongan. Koordinasi sejak masa pra-Bulan Suro sangat penting sebagai upaya preventif. Kami berharap komitmen ini menciptakan suasana yang kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Lamongan," ujar perwakilan Polres Lamongan.


​Ketua PSHT Cabang Lamongan, Supriyono, yang akrab disapa Mas Pri, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk menjaga kondusivitas daerah. Ia juga menekankan pentingnya menjaga tali silaturahmi antarperguruan pencak silat.


​"Hubungan kami dengan perguruan lain, seperti IKSPI dan Pagar Nusa, selama ini terjalin dengan sangat baik. Bukti nyatanya, kami sering melakukan latihan bersama di lingkungan Pondok Pesantren Thoriqul Ulum. Ini adalah bukti bahwa persaudaraan antarpesilat tetap menjadi prioritas kami," tutur Mas Pri.


​Lebih lanjut, Mas Pri menegaskan bahwa PSHT Cabang Lamongan yang dipimpinnya adalah organisasi yang sah secara hukum dan berkomitmen untuk selalu taat pada peraturan perundang-undangan. "Fokus kami adalah kelancaran agenda organisasi secara tertib serta menjaga keamanan wilayah. Kami selalu terbuka untuk berkoordinasi dengan aparat demi kebaikan bersama," tambahnya.


​Senada dengan hal tersebut, Biro Hukum PSHT Cabang Lamongan, Midchol Huda, S.H., M.H., menyatakan bahwa kepatuhan hukum merupakan harga mati bagi organisasinya.


​"Kepatuhan hukum sudah menjadi komitmen kami. Kami selalu mengedepankan koordinasi sedini mungkin dengan pihak kepolisian. Kami memiliki itikad sungguh-sungguh agar kegiatan pengesahan warga baru nantinya dapat berlangsung secara tertib dan bertanggung jawab, sehingga harapan kami seluruh pihak dapat memberikan dukungannya," pungkas Huda.


​Sinergi yang terbangun antara aparat kepolisian dan PSHT Cabang Lamongan ini diharapkan menjadi teladan bagi elemen masyarakat lainnya dalam menjaga kerukunan, sehingga wilayah Kabupaten Lamongan tetap menjadi kawasan yang aman, damai, dan harmonis selama Bulan Suro.


​Reporter: Zeum/Maspri
Editor: Tim Redaksi



Berita Terbaru